“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Tuhan Yesus Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku”. (Galatia 2:20)
Pada suatu saat, ada seorang Pendeta mengunjungi sebuah keluarga jemaatnya. Ternyata jemaat ini baru saja membangun sebuah rumah kontrakan 8 pintu. Lalu tuan rumah ini berkata kepada Pendeta, pak Pendeta, tadi malam kami telah sepakat istri bahwa satu dari kontrakan itu untuk Tuhan, maksud saya adalah uang sewa satu tahun pertama saya persembahkan kepada Tuhan. Karena Pendeta ini humoris, secara tidak sengaja sang Pendeta ceplos ngomong : Lho, kalau yang lain milik siapa ? Bapak ini tidak bisa menjawab, hanya tertawa saja sambil sedikit bingung. Pendeta itu juga minta maaf dan berkata : Pak, saya hanya sekedar guyon/kelakar, jangan masukkan dihati!
Tema renungan kita hari ini adalah “segala sesuatu adalah milik Tuhan”. Ini adalah sebuah kebenaran dalam Alkitab bahwa langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada didalamnya termasuk yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Demikian juga dengan diri kita, ketika kita masih hidup atau nanti setelah mati, kita tetap adalah milik Tuhan.
Hidup kita adalah milik Tuhan, termasuk juga semua yang ada pada kita. Tetapi masalahnya adalah "Masih ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan, yang lupa, atau tidak sadar, atau tidak rela bahwa hidupnya adalah milik Tuhan. Dan hanya ada sedikit saja dari mereka, yang sungguh-sungguh sadar & rela hidupnya sepenuhnya diatur, dikuasai & dimiliki oleh Tuhan".
Yang perlu kita ingat-ingat adalah : Jikalau hidup kita dikuasai oleh kebencian/dendam, maka yang akan keluar dari diri kita adalah hal-hal yang penuh amarah & penuh kebencian & prasangka buruk. Dan hal ini tentunya tidak berkenan kepada Tuhan.
Tetapi hal yang sebaliknya terjadi, jikalau hidup kita dikuasai oleh Tuhan sebab kita adalah milikNya, maka orang lain akan dapat melihat terang & kasih Tuhan melalui hidup kita.
Sebagai pengikut Tuhan, sebenarnya kita sudah bukan milik kita sendiri lagi atau milik dosa lagi, melainkan sudah menjadi milik Tuhan. Sebab kita sudah dibeli dan dibayar lunas/ditebus dari dosa oleh pengorbanan nyawaNya atau darahNya. Apa artinya kita milik Tuhan ? Menjadi milik Tuhan artinya Ia harus menjadi penguasa tunggal dalam hidup kita dan Ia memiliki otoritas untuk membenahi dan melakukan apa saja dalam hidup kita, yaitu seperti yang dikatakan dalam nas tersebut diatas.
Apa yang menjadi bagian kita dalam renungan ini ? Sadarilah senantiasa dan terimalah dengan rela & suka-cita bahwa kita ini adalah milik Tuhan. Dan karena kita adalah milikNya, maka kita bertanggung jawab untuk menjadi pelaku firmanNya dan hidup sesuai dengan kehendak & rencana Allah.Tetapi kalau kita masih bandel atau menolak firman Tuhan atau rencanaNya dalam hidup kita : Misalnya : Ketika Tuhan katakan, Jadilah kudus sebab Aku kudus. Tetapi kita menolaknya, sebab keinginan daging & hawa nafsu duniawi masih menguasai kita, yaitu kita masih ingin hidup berfoya-foya dalam pesta pora, kemabukkan dan percabulan dan lain-lain.
Atau contoh lainnya : Ketika Tuhan katakan agar kita tetap berdoa ! Tetapi kita malas berdoa, sebab selain doa-doa kita juga belum dijawab Tuhan, dan kebetulan juga kalau pulang kerja kita biasanya capek/lelah. Jadi kita malas berdoa, pengennya sehabis mandi, makan lalu tidur.Maka itu artinya kita masih belum jadi milik Tuhan, tetapi masih menjadi milik diri kita yang lama, yang penuh dengan emosi, hawa nafsu duniawi, kebiasaan buruk dan lain-lain.
Jadi untuk itu, kita harus mulai belajar sangkal diri kita dan pikul salib dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari, dan terus ikut Tuhan yaitu hidup sesuai firmanNya & rencanaNya.
Contoh-nya : Jikalau Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, bahwa anak kita, laki-laki satu-satunya, dia ingin menjadi seorang pastor/biarawan, dimana sepenuh waktunya dipakai untuk melayani Tuhan & sesama, bagi kemuliaanNya ; maka kita perlu belajar merelakannya, meskipun sebenarnya kita sudah punya yang rencana lain yaitu kita menginginkan bahwa anak kita kelak bisa sukses hidupnya dan bisa memelihara hidup kita dimasa tua nanti.
Demikian juga misalnya: ketika Tuhan izinkan terjadi berbagai kesulitan & masalah datang menimpa kita, maka janganlah kita cepat berputus-asa atau kuatir, melainkan percayalah bahwa meskipun kita jatuh, namun Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak. (Mazmur 37:24)
Sehingga dengan demikian, sedikit demi sedikit, kita akan belajar dan menyadari bahwa Tuhan sebagai pemilik hidup kita, sungguhlah dapat diandalkan, Ia akan memelihara hidup kita dan berkuasa untuk menggenapinya.
Doa kami :
Tuhan Yesus, mampukanlah kami agar kami dapat senantiasa hidup sesuai firmanMu & rencanaMu. Amin.
Tuhan Yesus, mampukanlah kami agar kami dapat senantiasa hidup sesuai firmanMu & rencanaMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.