Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.22 under
"Ketika mereka menerima upahnya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya : mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam, dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat menanggung panas terik matahari". (Matius 20:11-12)


Dari perumpamaan dalam nas diatas, kita tahu betapa sulitnya untuk tidak menjadi iri hati terhadap teman-teman kita/sesama kita yang lebih sukses/berhasil daripada kita dalam hal materi atau pekerjaan, bisnis, pelajaran di sekolah atau dalam hal jodoh dan lain-lain. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Sebab kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dengan mereka atau prestasi yang telah kita capai dengan prestasi mereka.

Padahal sebenarnya diri kita atau prestasi kita juga cukup lumayan. Misalnya wajah kita lumayan & tidak jelek-jelek amat. Atau dalam hal pelajaran, kita juga bisa lulus meskipun pas-pas-an nilainya dari ujian akhir sekolah menengah atas, dan juga diterima & lulus di suatu perguruan tinggi swasta yang statusnya disamakan dengan universitas negri. Dan kita dapat pekerjaan yang layak & mempunyai gaji yang cukup untuk membiayai keperluan rumah tangga, meskipun posisinya bukan sebagai manajer. Pasangan hidup kita juga setia dan menerima kita apa adanya, keluarga kita rukun dan dikarunia anak laki-laki dan perempuan dan lain-lain. Seharusnya kita dapat bersyukur atas semua kasih karunia, anugerah, kebaikkan, berkat, kesehatan, rumah tangga, kedamaian dan segalanya yang Tuhan limpahkan dan mencukupi semua kebutuhan kita.   
Tetapi masalahnya adalah ketika kita mulai membandingkan keadaan kita dengan teman kita yang lebih berhasil, maka kita mulai jadi iri hati dan tidak puas kepada Tuhan.

Misalnya teman kita tersebut wajahnya lebih cantik atau tampan, dan lulus sekolah menengah atas dengan nilai terbaik dan diterima & lulus di perguruan tinggi negeri terkenal. Dia dapat pekerjaan yang lebih bagus posisinya yaitu menjadi ketua team dan gajinya besar, jauh lebih besar dari gaji kita. Pasangan hidupnya juga ideal dan kaya raya, kehidupan rumah tangganya rukun dan berbahagia, dan dikarunia anak laki-laki dan perempuan bahkan mereka disekolahkan diluar negri dan lain-lain. 
Padahal sebenarnya semuanya ini adalah suatu pandangan atau perspektip dunia yang fana yaitu sementara saja sifatnya, yang berbeda dengan perspektip Tuhan yang kekal.

Semua hal yang kita bandingkan dengan teman kita ini adalah tentang hal-hal yang sementara saja. Apa maksudnya ? Yaitu nanti misalnya setelah kita menjadi tua, maka wajah kita & wajah teman kita juga akan sama-sama tua & jelek, beruban, keriputan, gigi ompong dan lain-lain.  Demikian juga pada suatu saat nanti, kita & teman kita semua juga akan mati, dan semua yang telah diraih, misalnya pekerjaan/bisnis, kedudukan, kehormatan, harta benda, rumah dan lain-lain, tidak ada yang bisa dibawa ke dunia akhirat sana. Karena tidak mengerti akan perspektip Tuhan yang kekal bagi diri kita, maka akibatnya kita sering mengeluh kepada Tuhan : Mengapa orang itu diberkati lebih daripada kita? Kenapa Tuhan pilih kasih atau membeda-bedakan saya dengan teman saya itu ?

Padahal kita lupa bahwa setiap umat Tuhan mempunyai tugas & karunia yang berlain-lainan menurut kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita selama kita hidup didunia ini. (Roma 12:6) Kenapa berlain-lainan ? Sebab masing-masing kita diciptakan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Kenapa ? Sebab seandainya kita semua diciptakan identik sama satu dengan yang lainnya, maka akan repot & kacau jadinya. Misalnya ada seorang yang berbuat jahat, maka polisi akan sulit untuk menemukan & menangkap penjahatnya, karena semua orang sama identik, termasuk juga sama dengan polisinya. Jangan-jangan si polisinya sendiri yang berbuat jahat.

Tuhan ingin supaya kita jangan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang layak kita pikirkan, melainkan supaya kita berpikir sedemikian rupa, sehingga kita menguasai diri kita menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing. (Roma 12:3) . Sehingga kita dapat selalu menyadari & mengucap syukur atas segala kasih karunia dan kebaikkanNya terhadap kita masing-masing dalam hidup ini.  Apa yang Tuhan kehendaki dan rencanakan dalam hidup teman/rekan kita, "itu adalah urusan Tuhan". Sedangkan urusan kita adalah "ikutlah Tuhan" dan hiduplah sesuai dengan kehendak & rencanaNya. (Yohanes 20:23). Dengan demikian kita tidak ikut campur atau melarang Tuhan atau membatasi hak & kehendakNya. (Matius 20:13-15) .Sebab kita sendiri juga tidak senang kalau ada orang lain yang ikut campur dalam urusan kita atau ada orang lain yang melarang kita menggunakan hak kita.

Marilah kita berusaha untuk membuang semua perasaan iri hati atau dengki, sebab itu hanya akan membuat tulang-tulang kita menjadi busuk/keropos. (Amsal 14:30) Dan terlebih lagi janganlah menggerutu/bersungut-sungut kepada Tuhan. Sebab hal itu akan mendatangkan murka Tuhan, yang bisa dengan tiba-tiba datang menimpa kita. (1 Korintus 10:10)

Doa kami:
Tuhan Yesus, ajar kami agar hati kami selalu tertuju kepadaMu dan mengikut Engkau. Amin.
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin