"Katanya : Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami. Jawab Yesus : Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya". (Lukas 22:67)
Kalau kita mengikuti sebuah persidangan di pengadilan, maka kita akan mendapat kesan bahwa ada banyak dari antara pertanyan-pertanyaan yang diajukan oleh para hakim atau jaksa, sifatnya adalah untuk menggiring atau menjebak seorang terdakwa memberikan jawaban yang mereka inginkan.
Sama halnya dengan apa yang dialami oleh Yesus dalam nas tersebut diatas, yaitu ketika Ia disidangkan dihadapan Mahkamah Agama saat itu, dan musuh-musuhNya meminta penjelasan dari Yesus yaitu apakah Ia benar-benar Sang Mesias, penyelamat yang dijanjikan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan musuh.
Dari pertanyaan mereka yang menjebak seperti itu, Yesus tahu bahwa pertanyaan itu bukanlah muncul dari hati yang tulus bertanya, melainkan pertanyaan yang hendak mencari-cari kesalahan Yesus. Supaya dengan demikian mereka dapat menuduh Yesus melakukan kejahatan.
Tetapi inilah hebatnya Tuhan Yesus, Ia tetap menyatakan kebenaran, sekalipun Ia tahu bahwa ada resiko yang harus ditanggungNya.
Dan ini adalah suatu pelajaran penting bagi kita, sebab masih ada banyak umat Tuhan yang berkompromi, malu atau takut bersaksi tentang Yesus Kristus, sebab mereka takut dibenci atau dikucilkan. Ada banyak orang kristen yang malu membawa Alkitab, ketika mereka pergi beribadah ke gereja, dan mereka juga malu & tidak pernah bersaksi kepada tetangganya tentang kasih & pertolongan Yesus dalam hidupnya. Mereka berusaha agar jangan sampai ada tetangga yang tahu bahwa mereka adalah pengikut Tuhan dan lain-lain. Padahal Tuhan berkata : Barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataanKu, maka Aku juga malu karena orang itu kepada Allah Bapa di sorga. (Lukas 9:26)
Sampai sekarang ini, masih ada banyak umat Tuhan yang mengeraskan hatinya melawan dan mendakwa Yesus. Mereka berkata : Katanya Yesus baik, koq hidup saya begini-begini terus ? saya sudah lama berdoa dan saya berusaha dan bekerja keras; mengapa tidak juga datang berkatNya dan pertolonganNya ?
Memang bukan tidak mungkin bahwa kita akan mengalami kesulitan sebagai konsekwensi menjadi pengikut Yesus. Mungkin saja orang-orang disekitar kita mencari-cari kesalahan kita dan kesaksian kita akan dijadikan mereka sebagai senjata untuk menyerang kita.
Namun, setiap kali kita mengalami penderitaan sebagai akibat kita melakukan firman Tuhan, maka ingatlah bawa Yesus telah terlebih dahulu menanggungnya.
Oleh karena itu, kita tidak usah malu atau takut, tetapi tetaplah nyatakan kebenaran dengan hikmat Allah, Sebab Tuhan berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakanNya kepada kita hingga pada hari Tuhan nanti yaitu saatnya kita dipanggil pulang kerumah Bapa di sorga. (2 Timotius 1:8,12) Dan ketika Yesus datang nanti, maka kitapun akan menghadapNya tanpa penyesalan.
Jadikanlah Yesus Kristus sebagai teladan dalam segala keadaan dan tetaplah nyatakan kebenaran dimana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa saja.
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikan kami pribadi yang berani memberitakan InjilMu kepada segala makhluk. Amin
Tuhan Yesus, jadikan kami pribadi yang berani memberitakan InjilMu kepada segala makhluk. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.