
"Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar dan berbaju zirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan". (1 Tesalonika 5:8)
Sebagai manusia kita sering cenderung berpikir kearah yang negatip. Akibatnya maka kita akan sering merasa kuatir, cemas, takut, ragu-ragu, dan berpikir atau bertindak yang tidak benar/jahat, najis, memalukan dan lain-lain.
Untuk menjaganya, maka sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita harus memakai ketopong pengharapan dan keselamatan. Mengapa harus demikian ? Sebab Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka/kebinasaan, tetapi untuk beroleh selamat oleh Tuhan Yesus Kristus. (1 Tesalonika 5:3,9)
Untuk menjaganya, maka sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita harus memakai ketopong pengharapan dan keselamatan. Mengapa harus demikian ? Sebab Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka/kebinasaan, tetapi untuk beroleh selamat oleh Tuhan Yesus Kristus. (1 Tesalonika 5:3,9)
Agar bisa memperoleh & memakai ketopong pengharapan dan keselamatan, maka kita harus mencarinya didalam firman Tuhan. Untuk itu kita harus bergemar dalam membaca, merenungkan & melakukan firman Tuhan. Dengan demikian, maka kita akan dapat temui dalam Alkitab bahwa yang Tuhan perintahkan adalah agar kita senantiasa memikirkan semua yang benar, yang mulia, adil, suci dan lain-lain ; dan bukan memikirkan hal-hal yang negatip, yang salah, yang memalukan, yang jahat, yang najis, yang pesimis dan lain-lain. (Filipi 4:8)
Dengan memikirkan semua hal yang benar, mulia, adil.....dan lain-lain, maka itu artinya Tuhan memerintahkan kita untuk selalu berpikir yang sesuai dengan firmanNya. Sebab bukankah semua firman Tuhan adalah kebenaran, mulia, adil, suci ...dan lain-lain ? Didalam firman Tuhan, kita akan menjumpai pengharapan dan keselamatan, dan dengan senantiasa berpikir sesuai dengan firman Tuhan, maka itu berarti kita sedang memakai ketopong pengharapan dan keselamatan.
Dengan memikirkan semua hal yang benar, mulia, adil.....dan lain-lain, maka itu artinya Tuhan memerintahkan kita untuk selalu berpikir yang sesuai dengan firmanNya. Sebab bukankah semua firman Tuhan adalah kebenaran, mulia, adil, suci ...dan lain-lain ? Didalam firman Tuhan, kita akan menjumpai pengharapan dan keselamatan, dan dengan senantiasa berpikir sesuai dengan firman Tuhan, maka itu berarti kita sedang memakai ketopong pengharapan dan keselamatan.
Siapakah yang berpikir ? Yang berpikir adalah roh kita yang ada didalam diri kita. Sebagai orang terang, maka roh kita dalam keadaan bangun/segar dan tidak dalam keadaan tidur atau tidak dalam keadaan mabuk lagi. Ketika roh kita dipanggil Tuhan Yesus dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, maka roh kita terbangun dari kedagingan/keduniawian kita dan roh kita tidak tidur lagi atau tidak dikuasai lagi oleh kedagingan/keduniawian kita. Sehingga dengan demikian roh kita bisa menguasai pikiran kita.
Sebaliknya kalau sebagai orang dunia, maka roh kita sebenarnya dalam keadaan tidur. Sebab roh kita berada dalam kegelapan, tidak tahu jalan hidup mana yang harus ditempuh, apakah jalan hidup kita benar atau jalan yang salah & buntu dan lain-lain. Kita masih dikuasai oleh kedagingan/keduniawian kita yaitu roh kita sedang mabuk oleh hawa nafsu, pesta pora, mabuk kekuasaan, mabuk harta, mabuk judi, mabuk sex, mabuk kesombongan dan mabuk segala kenikmatan dunia. Akibatnya, maka roh kita tidak bisa menguasai pikiran kita, melainkan pikiran kita sepenuhnya dikuasai oleh kedagingan kita dan hawa nafsu kita yang duniawi. (1 Tesalonika 5:3-7)
Pada zaman dahulu, kalau para tentara pergi berperang, maka mereka memakai ketopong atau pelindung kepala disamping memakai baju zirah. Sedangkan pada zaman sekarang, dengan menggunakan ketopong atau pelindung kepala, maka kita dapat melindungi diri dari serangan iblis yang datang lewat pikiran dan angan-angan kita yang sering liar, najis/kotor, jahat atau memalukan dan lain-lain. Tetapi dengan memakai ketopong, maka kita mempunyai pengharapan & keselamatan yaitu menang atas musuh dan selamat dari kebinasaan oleh karena serangan/godaan/tipu daya musuh yaitu si iblis.
Jikalau kita berpikir sesuai firman Tuhan, maka itu artinya kita sedang memakai pedang Roh yaitu firman Tuhan. (Efesus 6:17) Kuasa kejahatan yang mau membujuk atau menggoda kita untuk kembali hidup dalam kedagingan/hawa nafsu keduniawian, harus kita lawan dengan firman Tuhan . Dalam pencobaan dipadang gurun, Yesus memberi contoh bagaimana menggunakan firman Tuhan untuk menang melawan cobaan/godaan iblis. (Matius 4:1-11).
Jadi sebagai orang percaya, kita harus berlaku demikian , hidup selalu berjaga-jaga, memakai ketopong pengharapan & keselamatan untuk siap sedia melawan serangan iblis atau tipu dayanya yang setiap waktu dapat datang menyerang/menggoda/menipu pikiran kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat selalu berpikir & hidup sesuai firmanMu, sehingga dengan demikian kami beroleh selamat oleh Engkau ya Tuhan. Amin.
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat selalu berpikir & hidup sesuai firmanMu, sehingga dengan demikian kami beroleh selamat oleh Engkau ya Tuhan. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.