
"Maka Ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah". (Maleakhi 4:6)
Dari semula Tuhan memberi perhatian yang serius bagi keluarga umatNya. Alkitab diawali dengan kisah sebuah keluarga pertama yaitu Adam dan Hawa, dan diakhir pula dengan kisah tentang keluarga rohani di sorga.
Keluarga kristen adalah sangat penting, sebab itu merupakan suatu unit gereja terkecil atau bait Allah. Disitu hidup sepasang suami & istri yang rukun & bersatu hati. Dan kalau mereka mempunyai anak, maka dalam suatu keluarga/gereja/bait Allah tersebut, ada suami, istri dan anak-anak mereka yang hidup berkumpul. Inilah yang dirindukan Tuhan yaitu dalam suatu keluarga, ada 2 orang atau tiga orang atau lebih hidup berkumpul dengan rukun dan bersatu hati dalam nama Tuhan. Sebab Tuhan Yesus berkata : Jika dua orang dari padamu didunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitu Aku ada ditengah-ditengah mereka. (Matius 18:19-20)
Apabila mereka hidup dengan rukun dan bersatu hati dan berdoa dalam nama Yesus kepada Allah, maka permohonan doa-doa mereka akan dikabulkan oleh Allah. Dan dengan mereka hidup berkumpul dengan rukun dan bersatu hati dalam nama Yesus, maka Tuhan Yesus dengan perantaraan Roh Kudus, ada atau hadir atau hidup ditengah-tengah mereka, dalam keluarga tersebut. Keluarga tersebut akan menjadi tempat tinggal/bait Tuhan sendiri dan hadiratNya senantiasa hadir disana.
Oleh karena itu, selama Yesus melayani dibumi, Ia memberikan perhatianNya yang lebih terhadap keluarga-keluarga. Ia beberapa kali membantu menyelesaikan masalah rumah tangga, dan bahkan melakukan mujizatNya yang pertama adalah dalam keluarga. Yaitu : Keluarga di Kana pada waktu pesta pernikahan dari seorang pria & wanita menjadi pasangan suami dan istri (Yohanes 2:1), keluarga Maria, Martha dan Lazarus (Lukas 10:38-39), keluarga Yairus kepala rumah ibadat (Markus 5:36-43) dan lain-lain. Semua penjelasan diatas menegaskan kepada kita bahwa Tuhan sangatlah peduli dengan keluarga.
Tuhan ingin agar semua anggota keluarga umatNya diselamatkan dan Ia juga ingin agar dapat senantiasa berada/hidup/tinggal/hadir ditengah-tengah atau bersama mereka. Itulah sebabnya sesuai nas tersebut diatas, Tuhan ingin memulihkan keluarga umatNya, memulihkan hati bapa-bapa atau para orang tua agar berdamai dengan anak-anaknya ; dan hati anak-anak agar berdamai dengan bapa-bapanya/orang tuanya.
Kenapa lebih dipentingkan peran "bapa" yang rukun, damai dengan anak-anaknya dan sebaliknya hati anak-anak yang rukun, damai dengan bapa-bapanya ? Sebab peran seorang bapa/suami dalam suatu keluarga adalah sebagai "kepala" yang bertanggung jawab terhadap Tuhan Yesus Kristus atas kerukunan, kedamaian, kesejahteraan dan kelanggengan keluarganya. (1 Korintus 11:3)
Dalam hubungannya dengan pemulihan suatu keluarga, maka hanya ada satu tuntutan Tuhan kepada kita semua yaitu “ingatlah kepada firman Tuhan“, yang telah diperintahkanNya kepada Musa".
Dengan mengingat firman Tuhan ini, maka kita akan termotivasi untuk melakukannya.
Kerinduan Tuhan sangat tinggi dalam hal memulihkan keluarga-keluarga umatNya yaitu agar mereka kembali hidup rukun, damai bersama. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana dengan kita yang membutuhkan pemulihan itu ? Apakah kita memiliki respons yang positip menyambut kerinduan/keinginan Tuhan tersebut? Atau apakah kita tetap nyaman dengan sandiwara yang kita sembunyikan selama ini yaitu bahwa keluarga kita sepertinya hidup rukun dan damai saja, padahal sebenarnya penuh dengan pertengkaran & sakit hati dan lain-lain ?
Tuhan sedang menunggu kita untuk berkata/berdoa kepadaNya : Ya Tuhan, pulihkanlah keadaan kami, pulihkanlah keadaan ekonomi kami yang sedang dalam kesulitan ini dan lain-lain.Untuk itu satu-satunya jalan keluarnya adalah dengan cara hidup damai & rukun dalam nama Yesus, antara suami dan istri ; dan antara orang tua dan anak-anaknya.
Jika firman Tuhan itu kita laksanakan, maka pertama, doa-doa kita akan dikabulkan Tuhan, dan kedua, Tuhan akan hadir ditengah-tengah keluarga kita, menolong kita, memelihara kita, memimpin kita dalam menghadapi semua masalah, persoalan & kesulitan dalam hidup ini.
Jadi apabila masih ada perselisihan, pertengkaran, keributan antara suami & istri atau antara bapa/orang tua dengan anak-anaknya, maka segeralah berdamai, saling mengampuni dan memaafkan. Maka dengan demikian doa kita tidak akan terhalang ; dan keluarga kita akan kembali menjadi bait Allah yaitu tempat tinggal Allah.
Sebaliknya jikalau kita tidak melakukan hal ini, maka keluarga kita akan dibiarkan Tuhan untuk mengalami masalah demi masalah, kesulitan demi kesulitan, kehancuran demi kehancuran !
Doa kami:
Allah Bapa di sorga dalam nama Yesus, kami rindu akan sebuah pemulihan kerukunan dan kedamaian dalam rumah tangga kami. Oleh karena itu mampukanlah kami ya Tuhan untuk dapat segera berdamai dengan sesama anggota keluarga kami. Amin.
Allah Bapa di sorga dalam nama Yesus, kami rindu akan sebuah pemulihan kerukunan dan kedamaian dalam rumah tangga kami. Oleh karena itu mampukanlah kami ya Tuhan untuk dapat segera berdamai dengan sesama anggota keluarga kami. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.