"Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang engkau mengalami peperangan". (2 Tawarikh 16:9)
Semula ketika raja Asa percaya dengan sungguh-sunguh kepada Tuhan (2 Tawarikh 14:2-6) dan hanya mengandalkan Tuhan saja. (2 Tawarikh 14:2-6), maka dia, pasukannya dan negri Yehuda hidup mereka aman dalam perlindungan Tuhan dan tidak ada perang sampai pada tahun ke 35 pemerintahannya. (2 Tawarikh 15:19) Meskipun sebelumnya ketika dia menghadapi peperangan besar melawan Zerah, orang Etiopia dengan pasukan Zerah yang ada jutaan orang banyaknya ditambah ratusan kereta perang berkuda, dan jumlahnya jauh lebih banyak & lebih kuat daripada pasukan raja Asa yang hanya sekitar 500 ribu orang saja. Tetapi karena raja Asa, pasukannya dan orang Yehuda sungguh percaya kepada Tuhan dan hanya mengandalkan Tuhan saja, bukan bantuan atau pertolongan manusia atau raja lain (2 Tawarikh 14:11) ; maka Tuhan menolongnya & memberikannya kemenangan yang besar bagi raja Asa dan pasukannya. (2 Tawarikh 14:12-15)
Tetapi sayangnya, ketika selanjutnya raja Asa menghadapi perang melawan raja Baesa dari negri Israel, raja Asa ketakutan dan dia tidak sungguh hati mencari Tuhan, kurang percaya kepadaNya dan tidak mengandalkanNya seperti sebelumnya, melainkan dia meminta pertolongan dari manusia yaitu raja Aram. Maka oleh karenanya Tuhan tidak membantunya lagi dan tidak memberinya kekuatan melawan raja Baesa dari negri Israel. Akibatnya mulai saat itu raja Asa, pasukannya dan negri Yehuda mengalami peperangan, dan tidak ada lagi keamanan dan perlindungan Tuhan. (2 Tawarikh 16:9)
Salah satu tuntutan Tuhan dalam kehidupan kekristenan adalah “Kesungguhan hati”. Didunia ini saja, orang yang mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh, pasti akan disukai oleh semua orang. Meskipun mungkin tugasnya atau pekerjaannya hanya sebagai petugas pembersih w/c atau toilet atau jamban. Namun bagi orang yang menggunakan w/c atau toilet atau jamban itu, mereka akan merasa nyaman & senang memakainya dan mereka juga suka kepada petugas pembersih w/c tsb dan memujinya. Sebab w/c atau toilet atau jambannya tersebut bersih, resik dan terpelihara walaupun sederhana. Tidak ada bekas-bekas kotoran atau sampah-sampah berserakan. Semuanya di buang dan dirapihkan pada tempatnya. Ada air, kran air atau jet shower yang berfungsi dengan sempurna, ada tempat cuci tangan yang bersih lengkap dengan sabunnya dan lain lain.
Itulah sebabnya orang percaya itu, jangan hanya sekedar mengenal & percaya kepada Tuhan, atau hanya rajin berdoa dan membaca Alkitab serta aktip dalam melayani bagi Tuhan; tetapi lebih daripada itu yaitu mereka harus melakukan semuanya itu dengan sungguh-sungguh. Misalnya :
Janganlah hanya sembarangan percaya yaitu hanya di mulut saja, tetapi tidak percaya dalam hatinya, masih sering kuatir, takut, ragu-ragu, Tuhan itu ada tidak ya ? Tuhan itu mendengar doa-doa saya tidak ya?
Janganlah hanya sembarangan berdoa saja , yang penting membuat tanda salib demi nama Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus, lalu makan.Janganlah hanya sembarangan melayani pekerjaaan Tuhan yaitu hanya kalau kita sedang ada semangat saja atau sedang mau saja, tapi ketika kita sedang malas atau lagi jelek moodnya atau lagi "b.t"yaitu "bad temper" atau lagi marah-marah, maka kita malas melayani dan lain-lain.
Kalau demikian halnya, maka Tuhan tidak akan melimpahkan kekuatanNya, berkatNya dan pertolonganNya dan perlindunganNya kepada kita, sebab kita tidak bersungguh-sungguh kepadaNya.
Akibatnya kita masih saja terkena sakit perut atau keracunan makanan, sebab makanan yang kita makan, tidak dikuduskan oleh doa kita dan firman Tuhan. Doa kita tidak didengar Tuhan.
Dan ketika dilanda masalah dan persoalan yang sulit dan berat, maka kita sangat tergantung kepada orang lain dan diperas, ditindas atau direndahkan oleh orang lain yang menolong kita.Juga kegiatan pelayanan kita bagi Tuhan tidak ada kemajuan, semuanya semakin mundur. Jemaatnya semakin sedikit dan berkurang, sehingga akhirnya bubarlah kegiatan pelayanan kita itu.
Jadi kita harus bersungguh-sungguh terhadap Tuhan, karena ada upah yang menanti kita. (Ibrani 10:35) Misalnya seperti nabi Elia, doa-doa kita akan didengar & dikabulkan Tuhan (Yakobus 5:17-18)
Doa kami :
Bapa yang ada di sorga dalam nama Yesus, ampunilah kami jika sering tidak sungguh-sungguh mengiring Engkau dan melakukan kehendakMu. Amin.
Bapa yang ada di sorga dalam nama Yesus, ampunilah kami jika sering tidak sungguh-sungguh mengiring Engkau dan melakukan kehendakMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.