"Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka diantara mereka, tidak mau mengakui kami". (3 Yohanes 1:9)
Mungkin ada banyak orang berpikir bahwa kesombongan/tinggi hati/angkuh itu hanya merupakan sebuah kelemahan. Tetapi sesungguhnya lebih dari itu, sebab kesombongan itu adalah merupakan salah satu bentuk kejahatan. Sebab Tuhan benci kepada mata sombong, dan bahkan orang yang tinggi hati adalah merupakan suatu kekejian bagi Tuhan. (Amsal 6:16-17 dan 16:5)
Orang-orang sombong/angkuh akan berkata : ”Ah kamu bisa apa ? mana kamu mampu melakukan itu ? Lihat saya nih, saya mampu dengan kekuatan saya”. Artinya selain dia merendahkan orang lain, dia juga tidak butuh kekuatan/bantuan/pertolongan lain termasuk Tuhan. Dia merasa dirinya sudah setara dengan Tuhan, jadi tanpa Tuhan-pun dia bisa melakukannya/mencapainya. Oleh karena itu Tuhan Yesus melarang kita, pengikutNya menjadi sombong/tinggi hati ; sebab tinggi hati mendahului kejatuhan & kehancuran dan akan mendapat hukuman Tuhan (Amsal 16:5,18)
Rasul Yohanes sangat keras berbicara mengenai kesombongan/keangkuhan Diotrefes, supaya menjadi pelajaran penting bagi orang percaya sampai saat ini, dalam pengertian supaya tidak menjadi tinggi hati.
Alasan rasul Yohanes adalah bahwa kesombongan rohani itu dapat menjadi penghambat dalam kemajuan pekerjaan Tuhan di suatu gereja. (3 Yohanes 1:10)
Bagi orang-orang yang sudah dewasa rohani dan yang melayani dengan sukses pekerjaan Tuhan di suatu gereja besar dan banyak jemaatnya, maka bahayanya adalah kesombongan/tinggi hati. Sebab hal itu akan menghambat kemajuan pekerjaan Tuhan di gereja tersebut.
Diofretes yang sombong rohani ini, bukan hanya tidak mau menerima rasul Yohanes atau muridnya di gerejanya, melainkan dia juga memfitnah & menjelek-jelekan rasul Yohanes dan para muridnya, dan berkata-kata yang jahat tentang mereka dan lain-lain.
Padahal Diofretes juga sebenarnya adalah murid rasul Yohanes, ketika mereka mendirikan bersama-sama merintis adanya gereja tersebut.
Dan lebih buruk daripada itu, selain dia memfitnah dan menjelek-jelekkan rasul Yohanes dan para muridnya di gerejanya ; dia juga menghalangi para jemaatnya dari bertemu atau menerima rasul Yohanes dan murid-muridnya. Bahkan dia juga mengucilkan semua anggota jemaatnya yang bertemu atau menerima rasul Yohanes dan para muridnya.
Diofretes lupa bahwa Tuhan ingin agar sekalipun dia sudah berhasil dalam melakukan berbagai pelayanan bagi Tuhan, maka dia juga harus tetap rendah hati, sebab hanya orang-orang yang seperti itulah yang beroleh penyertaan Tuhan dalam tugas pelayanannya, dalam hidupnya dan lain-lain ; sehingga apa yang dikerjakannya berhasil. (Kejadian 39:23)
Kesombongan rohani dapat menghambat kedewasaan rohani kita. (1 Korintus 4:6-7)
Tuhan menghendaki agar kita semakin dewasa dan semakin sempurna dalam pengenalan akan Dia. Oleh karena itu, janganlah kita mau mengikuti contoh dari Diofretes yang angkuh/tinggi hati ini, sebab dalam menuju kedewasaan rohani kita akan selalu butuh koreksi, kita butuh tegoran, kita butuh nasehat, kita butuh bantuan dari Tuhan sendiri ataupun melalui para pengikut Tuhan yang lainnya. Kenapa ? Karena masing-masing pengikut Tuhan, diberikan karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan.
Namun sayangnya bagi orang-orang sombong/tinggi hati, kesemuanya itu dipandangnya tidak perlu, bahkan dianggap sebagai ancaman bagi keberhasilan mereka.
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikanlah kami seorang pribadi yang rendah hati dan menerima segala tegoran, koreksi & nasehatMu dan bantuanMu yang Kau sampaikan melalui anak-anakMu ataua hamba-hambaMu. Amin.
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikanlah kami seorang pribadi yang rendah hati dan menerima segala tegoran, koreksi & nasehatMu dan bantuanMu yang Kau sampaikan melalui anak-anakMu ataua hamba-hambaMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.