"Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas". (Kolose 4:14)
Ada banyak orang kristen yang menganut paham bahwa kalau mereka menderita sakit, maka mereka menolak berobat kedokter/tabib atau minum obat. Mereka berpaham bahwa penyakitnya akan bisa disembuhkan hanya oleh anugerah & rahmat (=belas kasihan) Tuhan saja, kemudian mengharapkan terjadi mujizat kesembuhan. Paham itu namanya Sola Gracia dan sah-sah saja, sebab memang bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan, bahwa mereka ada sebagaimana mereka ada sekarang adalah hanya oleh karena belas kasihan & anugerah Tuhan saja. Namun mungkin pengertiannya ini perlu disempurnakan.
Sebab Tuhan Yesus sendiri telah katakan bahwa orang yang sakit memerlukan tabib/dokter. Dan misi utama Tuhan Yesus datang kedunia ini adalah untuk memanggil orang-orang berdosa agar mereka bertobat dan berbalik percaya kepada Tuhan, supaya mereka jangan ada yang binasa melainkan diselamatkan. (Lukas 5:31 dan 2 Petrus 3:9) Jadi artinya Tuhan lebih mementingkan keselamatan roh & jiwa manusia, daripada kesehatan tubuh/jasmaniahnya.
Ketika rasul Paulus minta disembuhkan dari duri/tumor dimatanya, Tuhan juga tidak sembuhkan sakit matanya itu. (2 Korintus 12:7-9) Demikian juga Tuhan Yesus juga berkata bahwa pada zaman nabi Elia, ketika terjadi bahaya kelaparan yang hebat selama tiga setengah tahun di Israel, Elia tidak datang kepada semua janda miskin yang ada di Israel untuk menolong mereka, melainkan diutus Tuhan hanya kepada seorang janda yang miskin di Sarfat di tanah Sidon yang terletak diluar Israel. Elia diutus Tuhan untuk menolong/memberkati janda itu & anaknya sampai masa kelaparan lewat, dan Elia pun dipelihara & dicukupkan Tuhan melalui janda tersebut. Demikian juga pada zaman nabi Elisha, ada banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak seorangpun dari mereka yang ditahirkan/disembuhkan, malahan hanya Naaman orang Siria, bukan orang Israel bangsa pilihan Allah. (Lukas 4:25-27).
Ketika rasul Paulus minta disembuhkan dari duri/tumor dimatanya, Tuhan juga tidak sembuhkan sakit matanya itu. (2 Korintus 12:7-9) Demikian juga Tuhan Yesus juga berkata bahwa pada zaman nabi Elia, ketika terjadi bahaya kelaparan yang hebat selama tiga setengah tahun di Israel, Elia tidak datang kepada semua janda miskin yang ada di Israel untuk menolong mereka, melainkan diutus Tuhan hanya kepada seorang janda yang miskin di Sarfat di tanah Sidon yang terletak diluar Israel. Elia diutus Tuhan untuk menolong/memberkati janda itu & anaknya sampai masa kelaparan lewat, dan Elia pun dipelihara & dicukupkan Tuhan melalui janda tersebut. Demikian juga pada zaman nabi Elisha, ada banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak seorangpun dari mereka yang ditahirkan/disembuhkan, malahan hanya Naaman orang Siria, bukan orang Israel bangsa pilihan Allah. (Lukas 4:25-27).
Pada zaman Tuhan Yesus-pun tidak semua perempuan yang terkena sakit perdarahan 12 tahun disembuhkan, melainkan hanya perempuan yang sudah berusaha berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, malah keadaannya tidak membaik tapi sebaliknya makin memburuk, semua uang & harta bendanya habis, dan sakitnya tidak tersembuhkan oleh tabib/obat-obatan. (Markus 5:26)
Kita,orang percaya juga tahu bahwa salah satu kitab Injil yaitu Injil Lukas juga ditulis oleh seorang tabib yaitu tabib Lukas. (Kolose 4:14) Jadi Tuhan-pun bisa memakai tabib/dokter /obat-obatan sebagai alatNya untuk memberikan kesembuhan kepada yang sakit dan untuk memberitakan InjilNya.
Kecuali kalau memang sakit kita ini tidak bisa disembuhkan oleh tabib/dokter dan obat-obatan, maka ketika kita sakit janganlah dengan mudah/gegabah berkata & bertindak bahwa kita tidak perlu ke dokter/tabib atau minum obat, tetapi langsung minta saja kesembuhan kepada Tuhan.
Melainkan kita perlu bertanya dulu kepada Tuhan, apakah ini memang kehendak Tuhan bahwa kita tidak perlu ke dokter/minum obat? Apakah kita sudah mendapat jawaban/hikmat dari Tuhan bahwa tidak perlu ke dokter/minum obat untuk menjadi sembuh? Sebab jikalau tidak demikian, maka tindakan kita itu sebenarnya adalah suatu tindakan yang gegabah dan bukan dari Tuhan. Dan akibat dari tindakan gegabah ini, akan dapat membuat orang-orang yang berada disekitar kita menjadi salah paham tentang Tuhan atau menjadi goyah imannya termasuk juga iman kita, jikalau sakit kita tidak sembuh.
Sebaliknya kalau Tuhan Yesus sudah jawab bahwa nanti kamu akan Aku sembuhkan secara mujizat, barulah kita bertindak dan tidak ke dokter/minum obat untuk penyembuhan sakit kita itu. Sebab Tuhan bisa saja menyembuhkan kita dengan perantaraan dokter/minum obat, dan juga cara/jalan lainnya sesuai dengan yang dikehendakiNya, ataupun sebaliknya tidak menyembuhkan kita.
Marilah kita berlaku lebih arif dan bijaksana dalam berkata dan bertindak. Janganlah mudah bertindak gegabah dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi kalau kita sakit, bukanlah otomatis berarti kita tidak perlu ke dokter atau minum obat. (Lukas 5:31)
Doa kami:
Tuhan Yesus, berilah & penuhilah kami dengan hikmatMu setiap waktu, sehingga kami tidak mudah berkata/bertindak gegabah terhadap diri kami maupun sesama dan akibatnya iman kami semua menjadi goyah dan mempermalukan Engkau. Amin.
Tuhan Yesus, berilah & penuhilah kami dengan hikmatMu setiap waktu, sehingga kami tidak mudah berkata/bertindak gegabah terhadap diri kami maupun sesama dan akibatnya iman kami semua menjadi goyah dan mempermalukan Engkau. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.