"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia (=anugerah) kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikkan". (2 Korintus 9:7-8)
Tema renungan kita pada hari ini adalah perihal : Salah satu penghalang berkat adalah kebaikan yang dilakukan tidak dengan hati gembira dan yang rela, tulus ikhlas.
Secara garis besarnya berkat dari Tuhan itu adalah berkat umum dan berkat khusus.
Berkat umum diberikan kepada semua orang, bagi orang baik maupun bagi orang jahat. Contohnya: Udara, air, angin, lautan, danau, hutan, sinar matahari, bulan, gaya gravitasi bumi, hujan, gelap, terang, panas, dingin, pohon & tumbuh-tumbuhan, buah-buah-an, binatang-binatang peliharaan/liar dan banyak berkat umum lain-lainnya. Sedangkan berkat khusus hanya diberikan Tuhan kepada orang percaya saja, setelah mereka melakukan bagiannya sesuai dengan firman Tuhan. Kalau kita orang yang percaya kepada Tuhan, berdoa kepadaNya namun doa kita itu belum dikabulkan, atau permintaan kita kepada Tuhan belum memperoleh jawabannya juga, maka mungkin karena ada penghalang berkat Tuhan.
Salah satunya adalah karena kita sebagai suami, tidak menghormati istrinya dan tidak bijaksana terhadap istrinya, sehingga akibatnya jawaban terhadap permintaan doanya terhalang (1 Petrus 3:7), atau mungkin karena kita kurang percaya (Markus 11:24) atau mungkin juga karena kita meminta sesuatu kepadaNya tidak sesuai dengan kehendakNya (1 Yohanes 5:14), atau mungkin karena ada suatu pemberian/kebaikkan yang lakukan terhadap sesama, tetapi tidak dengan sukarela atau gembira & tulus ikhlas, melainkan dengan sedih hati atau karena paksaan. (2 Korintus 9:7-8)
Marilah kita bahas salah satunya yaitu melakukan suatu kebaikkan/pemberian kepada sesama, namun tidak dengan sukarela dan tulus ikhlas, melainkan dengan sedih hati atau karena paksaan.
Marilah kita bahas salah satunya yaitu melakukan suatu kebaikkan/pemberian kepada sesama, namun tidak dengan sukarela dan tulus ikhlas, melainkan dengan sedih hati atau karena paksaan.
Sebenarnya "Kebaikan/pemberian" adalah merupakan salah satu senjata firman Allah yang ampuh untuk mengalahkan kejahatan. Sebab dikatakan dalam kitab Roma 12:21 bahwa Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan !
Pada dasarnya ada dua macam kebaikan/pemberian yang dilakukan terhadap sesama, yaitu kebaikan/pemberian yang dilakukan dengan gembira, tulus & rela ; dan kebaikan/pemberian yang dilakukan dengan sedih hati atau karena paksaaan = tidak dengan rela.
Suatu contoh tentang kebaikan yang dilakukan, tapi tidak dengan gembira dan ikhlas, melainkan karena paksaan dan sedih hati.
Dilampu merah, berhenti sebuah mobil mewah yang ditumpangi oleh orang kaya. Lalu ada seorang pengemis datang meminta-minta uang sedekah ; tetapi orang kaya, penumpang mobil itu dan sopirnya tidak perduli dan cuek saja kepada pengemis itu. Kemudian si pengemis menggosok-gosokan badannya kemobil mewah tersebut. Maka buru-buru orang kaya itu mencegahnya, sebab dia takut kalau-kalau mobil mewahnya jadi baret dan kotor , lalu cepat-cepat diusirnya pengemis itu sambil memberikan uang sedekah Rp.1.000.
Pemberian tersebut adalah pemberian dengan hati tidak ikhlas yaitu pemberian yang dilakukan karena paksaan dan sedih hati sebab tadinya dia tidak mau memberi uang sedekah kepada pengemis itu. Itu adalah bukan suatu kebaikan/pemberian yang diperhitungkan oleh Tuhan bagi kita. Padahal jikalau kita memberi uang sedekah/kebaikkan tersebut dengan sukarela, gembira dan ikhlas, maka Tuhan akan memberkati kita berkatNya dengan berlimpah-limpah. (Lukas 6:38)
Suatu contoh tentang pemberian yang dilakukan dengan sukacita dan rela, tulus ikhlas.
Disuatu desa terpencil di Jawa Barat, ada seorang mahasiswa kedokteran dari Jakarta melaksanakan tugas KKN (=Kuliah Kerja Nyata). Pada suatu hari saat dia merasakan haus, sedangkan bekal air minumnya sudah habis. Maka mampirlah dia kesatu rumah terdekat untuk minta minum. Dirumah itu dia tidak saja diberi air minum, melainkan juga dia diberi segelas susu, karena pemilik rumah itu mempunyai sapi perah.
Mahasiswa itu berkata kepadanya : Pak, saya cuma minta air minum saja. Namun kata si bapak tersebut : Tidak apa-apa nak, disini ada air minum dan juga air susu, jadi minum air dan air susu juga ya, supaya kamu segar kembali & kuat untuk melanjutkan tugasmu yang berikutnya.
Setelah minum dia bertanya : Berapa yang harus saya bayar pak ? Namun si bapak menjawab : Sama sekali tidak perlu dibayar apa-apa, karena bapak sudah dengan senang dan ikhlas memberikan air minum dan air susu itu kepadamu. Dengan demikian si bapak secara tidak langsung sudah menjadi pelaku firman Tuhan dan Tuhan akan memperhitungkan kebaikkan/pemberian si bapak itu dan akan memberkatinya dengan jauh berlimpah-limpah, sesuai dengan firman-firmanNya. (Lukas 6:38 dan 2 Korintus 9:6-8)
Beberapa tahun kemudian, si bapak tersebut terkena penyakit ginjal. Dia menjual sawah , rumah dan sapinya untuk biaya pengobatannya. Dan bapak itu harus dioprerasi di suatu rumah sakit di Jakarta. Ketika sudah sembuh dan hendak pulang kerumahnya, dia kaget karena uang untuk membayar biaya dokter operasi ,obat-obatan sangat besar, sedangkan uangnya tidak cukup, lalu ia minta waktu untuk melunasinya.Tapi kasir berkata bahwa dia sama sekali tidak usah membayarnya, karena sudah ada yang melunasinya.
Si Bapak terheran-heran bertanya siapa yang melunasinya ? Ternyata si pemuda yang dulu penah diberinya air minum dan segelas susu, dan sekarang sudah jadi dokter spesialis ginjal di rumah sakit itu, dia-lah yang melunasinya. Berkat dan pemberian Tuhan Itu terjadi, oleh karena pemberiannya segelas air munum dan segelas susu dulu dilakukannya dengan hati yang gembira dan tulus ikhlas tanpa paksaan. Kebaikan si bapak itu telah diperhitungkan oleh Tuhan kepadanya.
Contoh lain terjadi pada seorang penulis Rusia yang terkenal. Ketika dia berjalan-jalan dikota , bertemu-lah dia dengan seorang pengemis. Dia mencari dompet disakunya, ternyata dompetnya ketinggalan. Dia berkata kepada pengemis itu : Maaf saudaraku, saya mau memberimu uang kepadamu untuk membantumu, tapi dompet saya ketinggalan. Pengemis itu terheran-heran bahwa ada orang yang minta maaf kepadanya, padahal dia adalah seorang pengemis yang miskin dan hina-dina, maka dia berkata : Tuan sudah memberi saya lebih banyak daripada uang, oleh karena Tuan sudah mau memanggil saya dengan sebutan “Saudaraku “.
Ternyata hanya dengan satu kata saja “Saudaraku”, si pengemis itu sudah dapat merasakan & menerima suatu kebaikan/pemberian yang tulus ikhlas dari seorang penulis terkenal di Rusia itu.
Marilah kita coba untuk mulai sekarang belajar untuk dapat melakukan kebaikkan/pemberian dengan sukacita dan dengan rela, tulus ikhlas terhadap sesama. Sebab itu tandanya bahwa kita adalah orang mengasihi Tuhan ; dan niscaya sesuai dengan nas tersebut diatas, Tuhan akan melimpahkan segala kasih karunia (=anugerah) kepada kita, agar hidup kita selalu berkecukupan di dalam segala sesuatu dan bahkan berkelebihan di dalam pelbagai kebajikkan.
Doa kami :
Bapa kami yang ada di sorga dalam Yesus Kristus, mampukanlah kami agar dapat menjadi pelaku firmanMu ini yaitu melakukan kebaikkan/pemberian dengan sukacita & rela, tulus ikhlas terhadap sesama kami. Amin.
Marilah kita coba untuk mulai sekarang belajar untuk dapat melakukan kebaikkan/pemberian dengan sukacita dan dengan rela, tulus ikhlas terhadap sesama. Sebab itu tandanya bahwa kita adalah orang mengasihi Tuhan ; dan niscaya sesuai dengan nas tersebut diatas, Tuhan akan melimpahkan segala kasih karunia (=anugerah) kepada kita, agar hidup kita selalu berkecukupan di dalam segala sesuatu dan bahkan berkelebihan di dalam pelbagai kebajikkan.
Doa kami :
Bapa kami yang ada di sorga dalam Yesus Kristus, mampukanlah kami agar dapat menjadi pelaku firmanMu ini yaitu melakukan kebaikkan/pemberian dengan sukacita & rela, tulus ikhlas terhadap sesama kami. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.