"Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif". (Efesus 5:15)
Ada sebuah lagu yang sangat digemari dan diketahui oleh semua orang kristen, syairnya demikian : “Tiap langkahku diatur oleh Tuhan, dan tangan kasihNya memimpinku….” Dalam syair lagu itu sangat jelas dikatakan bahwa hidup kita dan langkah-langkah perjalanan kita, ada Tuhan yang mengaturnya.
Dia yang menuntun kita untuk menikmati kasih setiaNya & kebaikkanNya. Sebaliknya perlu juga kita mengerti bahwa dalam bagian ini, ada bagian Allah dan ada pula bagian yang harus kita kerjakan. Bagian kita adalah perlu mengamati jalan hidup kita dan hidup benar jangan seperti orang bebal atau tidak bijaksana (= "unwise atau fool" dlm bahasa inggrisnya versi KJV & NASV). Pada saat kita hidup benar dan arif (="sophos" dalam bahasa aslinya, atau ="wise" dalam bahasa inggrisnya KJV & NASV), maka ada kesempatan bagi Allah untuk memimpin hidup kita.
Arti kata "sophos" dalam bahasa aslinya adalah orang-orang yang suka memperhatikan segala sesuatu, dengan cara mendaki ke atas gunung dengan demikian dia dapat melihat segala sesuatunya dengan luas & jelas. Sehingga misalnya dia tahu arah mana yang harus ditempuhnya atau dimana ada sungai, dimana ada desa, apakah akan ada perubahan cuaca, badai dan lain-lain ?
Kalau tidak ada gunung, maka bagi orang Yunani, sophos juga berarti orang yang suka memperhatikan keadaaan alam semesta, langit, bulan, matahari, bintang-bintang dan pergerakkannya atau perubahannya, dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Dengan demikian mereka bisa menentukan arah kompas & tujuannya kemana harus pergi, bisa memonitor apakah akan terjadi perubahan cuaca, apakah akan terjadi bencana alam atau fenomena alam lainnya, dan mereka juga akan mampu memprediksi pengaruhnya terhadap keadaan manusia, bangsa-bangsa atau tempat, daerah atau negara-negara berdasarkan keadaan , pergerakan, perubahan yang terjadi di alam semesta, langit, bulan, matahari dan bintang-bintang, lalu diperbandingkannya dengan kejadian-kejadian di bumi.
Jadi singkatnya sophos adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana mengatur arah langkah dalam hidupnya sesuai / dikaitkan / dihubungkan dengan keadaan atau pergerakkan atau perubahan alam semesta atau "Allah" sang pencipta alam semesta beserta seluruh isinya. Mereka adalah orang-orang yang arif, yang mengetahui bagaimana mengatur setiap langkah dalam hidupnya dengan pimpinan & hikmat Tuhan.
Nasehat rasul Paulus pada nas tersebut diatas adalah supaya setiap kita yang percaya kepada Tuhan, memperhatikan setiap langkah hidup kita. Karena dunia yang sedang kita jalani ini penuh dengan tantangan dan persoalan, ada bahaya, ancaman dan perkara-perkara yang dapat menyeret kita pada dosa, kesalahan, pelanggaran, pertengkaran, kebangkrutan, sakit penyakit & kebinasaan dan lain-lain. Oleh karena itu sikap memperhatikan langkah kehidupan dari hari ke hari adalah sebuah sikap yang arif atau bijaksana. Tindakan arif tersebut dapat dilakukan antara lain dengan langkah-langkah berikut:
Sesuai dengan nas diatas, pertama-tama kita jangan mau hidup seperti orang bebal atau tidak bijaksana. Yaitu kita menentukan arah langkah hidup kita secara sembarangan semau gue dan mengabaikan firman, perintah & kehendak Tuhan ! Misalnya dipimpin oleh hawa nafsu, keinginan daging kita sendiri atau teman/rekan kita, bergaul dalam pergaulan yang buruk & bebas, pesta pora, mabuk minuman keras, judi, kecanduan berbelanja, mengikuti ajaran-ajaran yang sesat yang tidak mengakui Tuhan, sering pergi ke dukun-dukun peramal, misalnya untuk minta jodoh atau minta pekerjaan/kedudukkan/kenaikkan pangkat dan lain-lain. Masalahnya adalah apabila kita sudah terbiasa dengan cara hidup yang bebal atau tidak bijaksana ini, maka akibatnya lama kelamaan kita akan menjadi terikat dengan gaya hidup seperti itu. Dan keterikatan itu akan membuat kita sulit melepaskannya, mudah jatuh dalam kesalahan demi kesalahan yang lebih berat lagi, atau jatuh lagi dalam pelanggaran yang sama.
Selanjutnya, sesuai kitab Efesus 5:16 dikatakan bahwa kita harus mempergunakan setiap waktu atau kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, sebab hari-hari ini adalah jahat (= "poneros" dlm bahasa aslinya, yaitu "jahat/penuh dosa" dalam arti moral yaitu licik, bejad moral, penuh godaan, kemunafikkan & tragedi. Dalam nas tersebut, ada kalimat : “pergunakan waktu yang ada”, berarti "waktu" itu tidak selalu ada. Misalnya ada waktu atau kesempatan untuk percaya, bertobat & menerima Yesus ; untuk memberitakan Injil ; kesempatan untuk menjadi saluran berkat Tuhan ; kesempatan beribadah; melakukan hal-hal yang baik. Semuanya ada waktunya atau terbatas. Jadi apabila ada waktu atau kesempatan sekarang untuk melakukannya, maka janganlah ditunda-tunda lagi. Sikap yang selalu menunda, akan mendatangkan penyesalan dikemudian hari. Ingat, kesempatan yang sama belum tentu akan terulang lagi !
Oleh sebab itu, marilah kita mulai hidup dengan bijaksana oleh pimpinan Roh Kudus dan firmanNya!
Doa kami :
Ya Bapa dalam Yesus Kristus, buatlah kami hidup secara arif dengan selalu menjalani hidup sesuai dengan firmanMu & kehendakMu.Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.