"..Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimana kita masih bisa hidup didalam- nya? " (Roma 6:2)
Sesuai dengan nas diatas, sejak kita percaya dan dibaptis dalam Yesus Kristus, maka dengan sendirinya manusia lama atau tubuh dosa kita yang penuh keduniawaian sudah mati bersama kematian Yesus Kristus dalam baptisan. Dan sama seperti Yesus Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh Kemuliaan Bapa, demikian juga kita dibangkitkan dari kematian manusia lama terhadap dosa, dan menjadi manusia baru dalam hidup bagi Allah. (Roma 6:2-4).
Banyak orang kristen sudah dibaptis, sudah rajin kegereja, dan mengaku sudah menjadi ciptaan baru, namun ternyata dalam hidup kesehariannya masih selalu jatuh bangun berbuat dosa lagi. Selalu kalah dalam memerangi godaan, cobaan dan bujukan yang datang dari si jahat. Masih menjadi hamba dosa dan belum berubah menjadi hamba Alllah.
Bagaimana hal itu bisa terjadi ?
Hal itu terjadi antara lain karena pemahamannya tentang dosa, hamba dosa, hamba Allah , manusia lama dan bagaimana harus berperilaku sebagai manusia ciptaan baru dalam Yesus Kristus belum cukup memadai ; atau karena terpengaruh oleh lingkungan & pergaulan yang buruk. Sehingga akibatnya mereka masih terus-terusan jadi hamba dosa. (Yohanes 8:34).
Ajaran kristen mengatakan bahwa tidak ada seorang manusiapun yang dapat menghapus dosanya sendiri. Manusia tidak dapat menghapuskan dosanya sendiri, misalnya dengan hidup saleh : banyak berbuat kasih, berbuat amal dan kebajikkan. (Yesaya 64:6).
Dosa manusia hanya dapat diampuni dengan penumpahan darah. (Ibrani 9:22) Oleh karena itulah, Allah mengaruniakan Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal kedunia, menjadi manusia yang miskin hina, menderita sampai rela mati disalib, menumpahkan darahNya sebagai korban penebus/pengganti dosa manusia yang seharusnya dihukum oleh Allah.
Bagi kita yang percaya pada Yesus Kristus, Anak tunggal Allah dan menerimaNya & mengakuiNya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka kita sudah diampuni dosanya, dibenarkan dan didamaikan dengan Allah. (Efesus 1:7) .Allah Bapa memandang pengorbanan AnakNya dan tidak lagi memandang kita yang berdosa ini. Allah memandang pengorbanan AnakNya yang telah gantikan kita menerima hukuman Allah. Dengan demikian kita sudah dibenarkan yaitu tidak berdosa lagi dihadapan Allah.
Sedemikian sederhanakah prosesnya ? Tidak juga, manusia sendiri harus memandangnya bahwa dia telah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Roma 6:11). Dia adalah ciptaan baru, dan dosa tidak bisa lagi mendiktenya & tidak bisa memperbudaknya lagi. Sekarang dia sanggup untuk berkata "Tidak kepada dosa" dan "Ya kepada perintah/firman Tuhan". Manusia lamanya telah disalibkan dan mati bagi dosa dalam baptisan Yesus Kristus, tubuh dosanya telah hilang kuasanya. (Roma 6:6).
Pengertian mati, analoginya adalah seperti berikut : Jika ibaratnya kita mendatangi kamar mayat dimana ada mayat pencandu narkoba, walaupun kita berteriak-teriak menawarkan narkoba gratis, si mayat tersebut tidak akan bereaksi karena telah mati.
Seharusnya kita juga demikian seperti orang mati tersebut, yaitu tidak bereaksi terhadap semua bujukan & godaan untuk berbuat dosa. Misalnya teman-teman lama kita mengajak untuk minum minum, mabuk-mabukan, merokok sambil berjudi dan lain-lain, maka kita tidak meresponi mereka, bahkan berani menolak ajakan mereka dan tidak bergaul dengam mereka lagi. Dan kalau memungkinkan, maka kita juga perlu segera pindah dari lingkungan teman-teman lama kita, ke lingkungan baru yang lebih baik dan lebih sedikit godaan/bujukan duniawinya.
Memang kita telah mati bagi dosa, dibangkitkan & diubahkan menjadi manusia/ciptaan baru, tetapi jikalau dengan upaya, kemampuan dan kekuatan sendiri, maka akan sulit bagi kita untuk dapat bertindak seperti itu. Kita selalu memerlukan firman Tuhan dan bantuan Roh Kudus, sebab diluar Tuhan kita bisa berbuat apa-apa melawan si jahat & godaan dunia. (Yohanes 15:6) .Meskipun mungkin kita masih akan mengalami kegagalan berkali-kali terlebih dahulu, tetapi jikalau terus dengan iman, tekun & tekad dilakukan sesuai firman Tuhan dengan bantuan Roh Kudus, maka kita pasti akan berhasil.
Yang penting diingat adalah ketika setiap kali jatuh dalam dosa, maka kita harus segera sadar, menyesal, kembali kepada Tuhan, bertobat dan minta ampun kepadaNya, maka Tuhan akan mengampuni dosa kita dan membenarkan kita lagi dihadapan Allah. (1 Yohnes 1:9).
Doa kami :
Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari tubuh maut ini, sebab Engkaulah Kristus pembebas kami dari dosa. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.