Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 11.59 under
"Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan kedalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu". (Lukas 6:38)

Hari ini kita membahas perihal: Memberi dan menerima.

Dalam kehidupan bermasyarakat tak bisa lepas dari hal "memberi" dan "menerima". Tetapi manakah yang lebih baik mempunyai kebiasaan memberi atau mempunyai kebiasaan menerima ? Apa untung ruginya mempunyai kebiasaan memberi ? Seberapa banyak kita memberi ? Dan hal-hal apa saja yang bisa kita berikan ?

Saya teringat dahulu waktu umur 10 tahunan, ketika disuruh membeli beras ke pasar oleh ibu saya, misalnya 2 (dua) liter; maka si penjual akan memasukkan beras itu kedalam takaran yang 1 literan. Kemudian dia mengisi beras itu dalam takaran sampai tumpah keluar dan muncung seperti gunung. Dan penjual ini katakan: Nih nak ! saya kasih berasnya lebih dari 2 liter ya, karena isinya masing-masing 1 literan yang tumpah keluar dan muncung seperti gunung. Saya merasa senang menerimanya dan mengucapkan terima kasih kepada penjualnya. Tetapi rupanya si penjual lebih senang dan tertawa kepada saya : Seharusnya aku yang berterima kasih, kok kamu yang berterima kasih; tolong bilang salam sama ibu ya !

Mungkin seperti itulah halnya sekarang, Tuhan akan memberi imbalan atau balasan kepada kita, apabila kita memberi yang terbaik semampu kita dengan rela, senang dan murah hati (tidak pelit), Balasannya atau imbalannya yang akan kita terima nanti dari Tuhan, akan jauh berlimpah melebihi daripada apa yang telah kita beri. Dan pasti kita akan merasa senang dan bahagia!

Jadi kalau ditanya, mana lebih baik orang yang mempunyai kebiasaan memberi atau orang yang mempunyai kebiasaan menerima ? Maka jawabannya:.....Adalah lebih berbahagia memberi, daripada menerima! (Kisah Para Rasul 20:35)

Hal yang berikutnya adalah dengan membiasakan memberi dan berbelas kasihan kepada orang yang lemah dan membutuhkan bantuan, maka kita juga sebenarnya sedang mempiutangi Tuhan dan Ia akan membalas pemberian kita itu. (Amsal 19:17)

Artinya secara tidak langsung dengan berbuat demikian, kita ini sedang membuat Tuhan berhutang kepada kita dan Ia pasti akan membayar hutangnya tersebut. Meskipun sebenarnya kita memberinya semampu kita, dengan rela dan senang hati, tanpa mengharapkan balasan/imbalan apapun; tetapi rupanya di mata Tuhan, Ia sudah punya sesuatu hutang kepada kita, yang harus segera dibayarnya.

Jadi janganlah ragu-ragu untuk "memberi" secara langsung atau tidak langsung (misalnya melalui gereja, yayasan sosial atau panti asuhan), terutama kepada mereka yang lemah dan membutuhkan; sebab akan banyak keuntungannya bagi si pemberi, dan pemberian itu pasti akan segera dibalasNya.

Hal yang selanjutnya adalah seberapa banyak kita memberi ?

Berilah sesuatu yang terbaik semampu kita, dengan rela, senang hati, dan dengan apa yang ada pada kita. Janganlah kita memberi lebih daripada yang kita mampu atau dengan sesuatu yang bukan milik kita, sebab itu artinya kita sedang mencobai Tuhan. Apalagi jikalau kita memberi dengan terpaksa, padahal hati kecil kita tidak rela memberi, maka kita pasti tidak akan menerima balasan/imbalan dari Tuhan. Sebab Ia adalah Tuhan yang melihat hati. (1 Samuel 16:7) Juga berilah yang terbaik, jangan memberi sesuatu yang tidak baik/bercela. Karena pemberian kita itu tidak akan berkenan kepada Tuhan dan tidak akan dibalas oleh Tuhan.

Ingat peristiwa pemberian Kain dan Habel ! Kain memberikan sebagian saja dari hasil ladangnya (mungkin hanya yang jelek dan sisa-sisa) sebagai korban persembahan, sedangkan Habel memberikan anak sulung dan terbaik dari kambing dombanya. Persembahan Habel diterima Tuhan, sedangkan persembahan Kain tidak diindahkanNya. (Kejadian 4:3-5)

Lalu, hal-hal apakah yang bisa kita berikan kepada sesama kita dan mahluk Tuhan ? Ternyata bukan hanya berupa materi, tapi juga hal-hal yang sifatnya non materi yaitu perhatian, doa, kepedulian, cinta-kasih, dukungan moril, keramah-tamahan dan pujian.

Tentunya bagi mereka yang memerlukan materi, sebaiknya kita memberikan materi atau kita carikan sponsor yang dapat memberi materi yang diperlukan mereka.

Suatu survey mengatakan bahwa "kelaparan terbesar" didunia ini bukan kelaparan akan makanan/minumna, tetapi kelaparan akan pujian. Banyak orang hidupnya putus asa, frustasi dan mau bunuh diri, karena tidak diperhatikan, tidak dihargai dan tak pernah dipuji.

Jadi janganlah pelit memberi pujian kepada suami, istri, anak, orang disekitar kita dan sesama, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan. Dengan perbuatan itu, artinya kita sudah turut punya andil dalam mengurangi kelaparan manusia akan perhatian, pengakuan, pujian dan penghargaan.

Doa kami :

Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk selalu dapat memberi yang terbaik semampu kami, dengan senang, murah hati dan tulus, terutama kepada mereka yang lemah dan membutuhkan. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin