"Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya. Jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal". (Matius 12:33)Kita ini oleh Tuhan diibaratkan seperti pohon yang dinilai dari buahnya, yaitu apakah kita menghasilkan buah yang baik atau buah yang tidak baik ? Misalnya: Untuk mengetahui apakah seseorang adalah seorang nabi palsu atau bukan ? atau apakah seseorang adalah orang jahat atau orang baik ? (Matius 7:20)
Pertama, sebagai kelanjutan dari pada ayat firman Tuhan dalam nats tersebut diatas, "buah baik yang dikehendaki Tuhan" adalah kita mempunyai hati yang baik (Matius 12:34-35), supaya bibir, mulut dan lidah kita dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, suci, benar, dan melakukan hal-hal yang membangun.
Oleh sebab itu jagalah hati kita, supaya bibir, lidah, mulut kita tidak sampai mengeluarkan kata-kata jahat atau melakukan sesuatu perbuatan yang najis dan melanggar firman Tuhan, misalnya mengatakan kata-kata kutuk terhadap anak kita /pegawai kita, berkata-kata bohong atau memfitnah atau melakukan oral sex atau berciuman dengan penuh birahi dan hawa nafsu dan sebagainya.
Kedua, buah yang baik yang dikehendaki Tuhan dari kita adalah segala perbuatan yang baik, yang sesuai dengan kehendak Allah. (Matius 7:17-21 dan Kolose 1:12)
Contohnya: Jikalau firman Tuhan katakan bahwa "Kalau ada seorang diantara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesinya dengan minyak dalam nama Tuhan. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia, dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni". (Yakobus 5:14-15)
Maka dengan iman percaya kepadaNya, kita lakukan saja apa yang Dia kehendaki dalam firmanNya itu. Lalu kosongkanlah diri kita dan ingatlah bahwa yang melakukan ini adalah Tuhan Allah Roh Kudus yang ada dalam kita. Setelah itu tugas kita selesai, dan apapun yang akan terjadi terhadap orang yang sakit itu: Apakah ia akan sembuh atau tidak, maka hal itu adalah urusan Tuhan.
Janganlah kita merasa bangga atau sombong dengan diri kita sendiri, kalau orang sakit itu sembuh, seolah-olah kesembuhan itu datang daripada kita. Tetapi sebaliknya, janganlah kita menjadi malu atau stress, kalau orang sakit itu tidak menjadi sembuh. Sebab kalau kita malu atau stress, artinya seolah-olah kesembuhan orang sakit itu adalah tergantung kita. Padahal kesembuhan dan pengampunan dosa itu adalah tergantung dari anugerah, pengampunan, kuasa dan kedaulatan Tuhan.
Yang penting adalah kita bersama dengan orang sakit itu percaya dengan sungguh-sunguh akan firman Tuhan itu, maka cukuplah sudah. Biarlah selebihnya Tuhan yang beracara dengan orang sakit itu dan kehendak Tuhan yang jadi.
Kalau orang sakit itu sembuh, maka Tuhan yang dimuliakan oleh kita dan orang sakit itu, tetapi sebaliknya kalau orang sakit itu tidak sembuh, tetaplah teguh percaya kepada Tuhan bahwa Ia sedang bekerja dan memberikan yang terbaik kepada orang sakit itu. Janganlah lepaskan iman percaya kita kepadaNya, karena nanti pada saatNya kita akan lihat bahwa ada rencana Tuhan yang lebih baik daripada kesembuhan orang sakit itu, yang kita tidak ketahui sekarang saat didoakan dan orang sakit itu atau anggota keluarganya juga nanti akan menyadari bahwa memang putusan/kehendak Tuhanlah yang terbaik baginya. (Markus 11:24)
Ketiga, buah yang baik yang berikutnya adalah buah yang sesuai dengan pertobatan kita. (Matius 3:8) Contohnya :
Kalau dulu sebelum bertobat kita adalah orang yang kikir atau pelit, maka sekarang jadilah orang yang murah hati dan suka memberi.
Kalau dulu kita adalah orang yang emosional, tidak sabaran dan kasar, maka sekarang jadilah orang yang lemah lembut, bisa mengendalikan diri, dan panjang sabar.
Kalau dulu kita adalah seorang istri atau suami yang tidak setia, maka sekarang jadilah orang yang setia terhadap pasangan kita.
Kalau dulu kita adalah orang yang sombong, kejam dan tidak berbelas-kasihan terhadap istri/suami/anak atau karyawan kita; maka sekarang jadilah orang yang rendah hati, penuh kasih dan belas-kasihan terhadap mereka semua dan. Dan buah-buah pertobatan lainnya.....
Kita semua tentunya ingin menjadi orang kristen yang menghasilkan buah bukan ?
Karena apabila kita tidak menghasilkan buah yang baik, maka firman Tuhan katakan bahwa "Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang kedalam api". (Matius 3:10)
Oleh sebab itu, lakukanlah sesuatu bagi Tuhan hasilkanlah buah yang baik !
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya dapat menghasilkan buah yang baik sesuai perintahMu. Amin
Pertama, sebagai kelanjutan dari pada ayat firman Tuhan dalam nats tersebut diatas, "buah baik yang dikehendaki Tuhan" adalah kita mempunyai hati yang baik (Matius 12:34-35), supaya bibir, mulut dan lidah kita dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, suci, benar, dan melakukan hal-hal yang membangun.
Oleh sebab itu jagalah hati kita, supaya bibir, lidah, mulut kita tidak sampai mengeluarkan kata-kata jahat atau melakukan sesuatu perbuatan yang najis dan melanggar firman Tuhan, misalnya mengatakan kata-kata kutuk terhadap anak kita /pegawai kita, berkata-kata bohong atau memfitnah atau melakukan oral sex atau berciuman dengan penuh birahi dan hawa nafsu dan sebagainya.
Kedua, buah yang baik yang dikehendaki Tuhan dari kita adalah segala perbuatan yang baik, yang sesuai dengan kehendak Allah. (Matius 7:17-21 dan Kolose 1:12)
Contohnya: Jikalau firman Tuhan katakan bahwa "Kalau ada seorang diantara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesinya dengan minyak dalam nama Tuhan. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia, dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni". (Yakobus 5:14-15)
Maka dengan iman percaya kepadaNya, kita lakukan saja apa yang Dia kehendaki dalam firmanNya itu. Lalu kosongkanlah diri kita dan ingatlah bahwa yang melakukan ini adalah Tuhan Allah Roh Kudus yang ada dalam kita. Setelah itu tugas kita selesai, dan apapun yang akan terjadi terhadap orang yang sakit itu: Apakah ia akan sembuh atau tidak, maka hal itu adalah urusan Tuhan.
Janganlah kita merasa bangga atau sombong dengan diri kita sendiri, kalau orang sakit itu sembuh, seolah-olah kesembuhan itu datang daripada kita. Tetapi sebaliknya, janganlah kita menjadi malu atau stress, kalau orang sakit itu tidak menjadi sembuh. Sebab kalau kita malu atau stress, artinya seolah-olah kesembuhan orang sakit itu adalah tergantung kita. Padahal kesembuhan dan pengampunan dosa itu adalah tergantung dari anugerah, pengampunan, kuasa dan kedaulatan Tuhan.
Yang penting adalah kita bersama dengan orang sakit itu percaya dengan sungguh-sunguh akan firman Tuhan itu, maka cukuplah sudah. Biarlah selebihnya Tuhan yang beracara dengan orang sakit itu dan kehendak Tuhan yang jadi.
Kalau orang sakit itu sembuh, maka Tuhan yang dimuliakan oleh kita dan orang sakit itu, tetapi sebaliknya kalau orang sakit itu tidak sembuh, tetaplah teguh percaya kepada Tuhan bahwa Ia sedang bekerja dan memberikan yang terbaik kepada orang sakit itu. Janganlah lepaskan iman percaya kita kepadaNya, karena nanti pada saatNya kita akan lihat bahwa ada rencana Tuhan yang lebih baik daripada kesembuhan orang sakit itu, yang kita tidak ketahui sekarang saat didoakan dan orang sakit itu atau anggota keluarganya juga nanti akan menyadari bahwa memang putusan/kehendak Tuhanlah yang terbaik baginya. (Markus 11:24)
Ketiga, buah yang baik yang berikutnya adalah buah yang sesuai dengan pertobatan kita. (Matius 3:8) Contohnya :
Kalau dulu sebelum bertobat kita adalah orang yang kikir atau pelit, maka sekarang jadilah orang yang murah hati dan suka memberi.
Kalau dulu kita adalah orang yang emosional, tidak sabaran dan kasar, maka sekarang jadilah orang yang lemah lembut, bisa mengendalikan diri, dan panjang sabar.
Kalau dulu kita adalah seorang istri atau suami yang tidak setia, maka sekarang jadilah orang yang setia terhadap pasangan kita.
Kalau dulu kita adalah orang yang sombong, kejam dan tidak berbelas-kasihan terhadap istri/suami/anak atau karyawan kita; maka sekarang jadilah orang yang rendah hati, penuh kasih dan belas-kasihan terhadap mereka semua dan. Dan buah-buah pertobatan lainnya.....
Kita semua tentunya ingin menjadi orang kristen yang menghasilkan buah bukan ?
Karena apabila kita tidak menghasilkan buah yang baik, maka firman Tuhan katakan bahwa "Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang kedalam api". (Matius 3:10)
Oleh sebab itu, lakukanlah sesuatu bagi Tuhan hasilkanlah buah yang baik !
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya dapat menghasilkan buah yang baik sesuai perintahMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.