
"...Cukupkanlah dirimu dengan apa yg ada padamu. " (Ibrani 13:5)
Tema renungan kita hari ini adalah Bagaimana sikap orang kristen terhadap harta benda dan uang ?
Ada banyak orang kristen yang masih berpendapat, bahwa karena kerja kerasnya dan usahanya sendiri, sehingga mereka memiliki harta benda dan uang yang banyak, lalu menganggap semua itu adalah miliknya sendiri dan bisa dipakai menurut kehendaknya sendiri pula. Pikiran semacam itu adalah tidak benar !
Sebagai orang kristen, sadarilah bahwa segala harta benda kita termasuk uang adalah milik Tuhan. Bahkan termasuk diri kita sendiri-pun, bukanlah milik kita sendiri atau siapapun, melainkan milik Tuhan. Karena firman Tuhan dalam kitab Mazmur 24:1 mengatakan: Bumi serta segala isinya dan dunia serta yg diam didalamnya adalah milik Tuhan.
Jadi kalau kita menggunakannya, maka haruslah dipakai sesuai kehendakNya dan firmanNya.
Kita ini hanyalah bendaharaNya saja dan suatu saat kita harus mempertanggung jawabkan kepada pemilikNya yaitu Tuhan Yesus Kristus, Allah kita.
Kalau kita masih memakainya dengan "semau gue sendiri" dan "untuk kepentingan diri kita sendiri" saja, maka kita akan kembali menjadi hamba kedagingan & hawa nafsu sendiri atau menjadi hamba dosa lagi. Padahal firman Tuhan katakan , bahwa sejak kita menjadi pengikut Tuhan dan tunduk dan taat pada firmanNya, maka kita sudah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran yaitu hamba Allah. (Roma 6:17-22)
Belajarlah mengelola keuangan dan harta benda, sesuai dengan pendapatan kita. Karena dalam nats diatas dikatakan supaya kita cukupkan diri kita dengan apa yg ada pada kita.
Bagi para karyawan swasta atau pegawai negri baik sipil atau militer/polisi misalnya, kita diminta agar jangan memeras, merampas atau korupsi; tetapi mencukupkan diri kita dengan gaji kita. (Lukas 3:14) Kalau pendapatan kita sebulan katakanlah 10 juta rupiah, maka janganlah dihabiskan semuanya, sebab akibatnya bisa-bisa membuat kita jadi berhutang. Padahal bagi kita umat Tuhan, berhutang itu adalah tabu dan janganlah sekali-kali dilakukan. Kalau tokh kita memaksakan diri juga untuk berhutang, maka ketika pinjamnya gampang, tetapi nanti ketika harus membayar hutang kita kembali, akan terasa susah dan sangat berat sekali.
Akhirnya hal itu akan membuat kita jadi terjerat dalam gali lobang, tutup lobang yaitu pinjam lagi ke orang yg lain untuk membayar hutang kita kpada orang yg terdahulu. Dan konsekwensinya nanti kita akan dikejar-kejar oleh penagih hutang dan hidup kita pun menjadi tidak nyaman lagi, rumah tangga kita akan jadi morat-marit dan kacau berantakan. Sebab itu firman Tuhan dalam kitab Roma 13:8 ingatkan: “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, .....”.
Jadi rencanakanlah pengeluaran-pengeluaran kita, janganlah sampai dipengaruhi oleh perasaan-perasaan gengsi atau keduniawian dan sebagainya, apalagi sampai berhutang.
Jikalau ada orang yg berkekurangan dan misalnya uang kita ada sedikit berlebih, maka hendaklah kita berbelas-kasihan dan membantu mereka dalam hal keuangan, dari apa yg ada pada kita dan dengan tulus hati sejumlah yg kita ingin berikan. Tuhan inginkan supaya kelebihan kita, mencukupkan kekurangan mereka. (2 Korintus 8:14)
Tetapi sebaliknya kalau gaji kita atau pendapatan kita hanya pas-pasan saja atau kurang, maka janganlah kita kuatir akan apa yg akan kita makan, minum atau pakai, karena sekali-kali Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Ia pasti memeliharan dan mencukupkan kita. Percayalah & yakinlah bahwa Tuhan adalah Penolong kita. (Ibrani 13:5-6) Tuhan Yesus adalah Allah kita yg sanggup melimpahkan segala kasih karunia dan berkat kepada kita, supaya kita berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan dalam pelbagai kebajikkan. (2 Korintus 9:8-9)
Belajarlah mencukupkan diri kita dalam segala keadaaan, sehingga kita tahu apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan. Jangan bimbang dalam hidup mengikut Tuhan, segala perkara pasti akan dapat kita tanggung didalam Tuhan Yesus Kristus yg memberi kekuatan kepada kita. (Filipi 4:11-13)
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami, supaya kami dapat mencukupkan diri kami dengan ada yg ada pada kami. Amin
Tema renungan kita hari ini adalah Bagaimana sikap orang kristen terhadap harta benda dan uang ?
Ada banyak orang kristen yang masih berpendapat, bahwa karena kerja kerasnya dan usahanya sendiri, sehingga mereka memiliki harta benda dan uang yang banyak, lalu menganggap semua itu adalah miliknya sendiri dan bisa dipakai menurut kehendaknya sendiri pula. Pikiran semacam itu adalah tidak benar !
Sebagai orang kristen, sadarilah bahwa segala harta benda kita termasuk uang adalah milik Tuhan. Bahkan termasuk diri kita sendiri-pun, bukanlah milik kita sendiri atau siapapun, melainkan milik Tuhan. Karena firman Tuhan dalam kitab Mazmur 24:1 mengatakan: Bumi serta segala isinya dan dunia serta yg diam didalamnya adalah milik Tuhan.
Jadi kalau kita menggunakannya, maka haruslah dipakai sesuai kehendakNya dan firmanNya.
Kita ini hanyalah bendaharaNya saja dan suatu saat kita harus mempertanggung jawabkan kepada pemilikNya yaitu Tuhan Yesus Kristus, Allah kita.
Kalau kita masih memakainya dengan "semau gue sendiri" dan "untuk kepentingan diri kita sendiri" saja, maka kita akan kembali menjadi hamba kedagingan & hawa nafsu sendiri atau menjadi hamba dosa lagi. Padahal firman Tuhan katakan , bahwa sejak kita menjadi pengikut Tuhan dan tunduk dan taat pada firmanNya, maka kita sudah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran yaitu hamba Allah. (Roma 6:17-22)
Belajarlah mengelola keuangan dan harta benda, sesuai dengan pendapatan kita. Karena dalam nats diatas dikatakan supaya kita cukupkan diri kita dengan apa yg ada pada kita.
Bagi para karyawan swasta atau pegawai negri baik sipil atau militer/polisi misalnya, kita diminta agar jangan memeras, merampas atau korupsi; tetapi mencukupkan diri kita dengan gaji kita. (Lukas 3:14) Kalau pendapatan kita sebulan katakanlah 10 juta rupiah, maka janganlah dihabiskan semuanya, sebab akibatnya bisa-bisa membuat kita jadi berhutang. Padahal bagi kita umat Tuhan, berhutang itu adalah tabu dan janganlah sekali-kali dilakukan. Kalau tokh kita memaksakan diri juga untuk berhutang, maka ketika pinjamnya gampang, tetapi nanti ketika harus membayar hutang kita kembali, akan terasa susah dan sangat berat sekali.
Akhirnya hal itu akan membuat kita jadi terjerat dalam gali lobang, tutup lobang yaitu pinjam lagi ke orang yg lain untuk membayar hutang kita kpada orang yg terdahulu. Dan konsekwensinya nanti kita akan dikejar-kejar oleh penagih hutang dan hidup kita pun menjadi tidak nyaman lagi, rumah tangga kita akan jadi morat-marit dan kacau berantakan. Sebab itu firman Tuhan dalam kitab Roma 13:8 ingatkan: “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, .....”.
Jadi rencanakanlah pengeluaran-pengeluaran kita, janganlah sampai dipengaruhi oleh perasaan-perasaan gengsi atau keduniawian dan sebagainya, apalagi sampai berhutang.
Jikalau ada orang yg berkekurangan dan misalnya uang kita ada sedikit berlebih, maka hendaklah kita berbelas-kasihan dan membantu mereka dalam hal keuangan, dari apa yg ada pada kita dan dengan tulus hati sejumlah yg kita ingin berikan. Tuhan inginkan supaya kelebihan kita, mencukupkan kekurangan mereka. (2 Korintus 8:14)
Tetapi sebaliknya kalau gaji kita atau pendapatan kita hanya pas-pasan saja atau kurang, maka janganlah kita kuatir akan apa yg akan kita makan, minum atau pakai, karena sekali-kali Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Ia pasti memeliharan dan mencukupkan kita. Percayalah & yakinlah bahwa Tuhan adalah Penolong kita. (Ibrani 13:5-6) Tuhan Yesus adalah Allah kita yg sanggup melimpahkan segala kasih karunia dan berkat kepada kita, supaya kita berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan dalam pelbagai kebajikkan. (2 Korintus 9:8-9)
Belajarlah mencukupkan diri kita dalam segala keadaaan, sehingga kita tahu apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan. Jangan bimbang dalam hidup mengikut Tuhan, segala perkara pasti akan dapat kita tanggung didalam Tuhan Yesus Kristus yg memberi kekuatan kepada kita. (Filipi 4:11-13)
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami, supaya kami dapat mencukupkan diri kami dengan ada yg ada pada kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.