Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.40 under
" . . . lalu kataNya kepada mereka: "HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya". Tinggallah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa kataNya: Ya, BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki". (Matius 26:38-39)

Dalam nats diatas Yesus berkata: HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya.

Mungkin pernah ada suatu saat dalam hidup kita, dimana kita merasa sedih, mengalami keputusasaan dan merasa tidak berdaya. Tetapi ketika kita membaca nats Alkitab, ternyata Yesuspun sudah pernah mengalami hal yang serupa.

Hati Yesus saat itu terasa sedih, gentar, dan bahkan seperti mau mati rasanya, Ia mulai mengatakan isi hatiNya kepada 3 orang muridNya yang akrab dengan Dia: Hatiku sangat sedih dan seperti mau mati rasanya.

Apakah kita juga pernah mengalami saat-saat yang sangat sulit dan berkata: Seperti mau mati rasanya! Atau berkata: Biarkan aku mati saja, itu lebih baik bagiku !

Kalau kita membaca Alkitab, maka nabi Musa juga pernah mengalamai hal yang seperti itu. Pernah dia sedih, putus asa, stress, jenuh dan berkata: Sudahlah Tuhan, hapuskan saja namaku dari buku kehidupan. Demikian juga nabi Elia pernah merasakan seperti itu, dia sampai berkata: Tuhan, ambil saja nyawaku. (Keluaran 32:32 dan 1 Raja-Raja 19:4)

Sering kita mengalami seperti Musa atau seperti Elia atau merasakan seperti apa yang pernah diucapkan Yesus "seperti mau mati rasanya". Tetapi kita tidak tahu, bahwa sebenarnya dibalik itu semua, ada suatu rencana Tuhan yang baik.

Firman Tuhan katakan dalam kitab Matius 16:24 bahwa didalam menghadapi keadaan seperti ini, maka kita sebagai pengikut Tuhan Yesus harus menyangkal diri dan pikul salib kita. Artinya meninggalkan kepentingan diri sendiri, menyangkal diri adalah tidak sibuk dengan urusan kita sendiri dan tidak menjalani hidup ini semau kita saja, melainkan sesuai kehendak dan firman Tuhan.

Memikul salib artinya Tidak putus asa dalam menghadapi semua kesulitan dan penderitaan hidup, melainkan terus menjalaninya dengan tabah dan berharap bahwa ada waktunya nanti Tuhan akan berikan jalan keluarnya yang terbaik.

Dalam kitab 2 Timotius 2:3-4 dikatakan: . . . prajurit itu dijamin oleh komandannya, tetapi pada saat prajurit itu berjuang di medan perang adalah lebih baik jika dia tidak takut, gentar dan dia tidak menyibukkan atau memusingkan dirinya dengan persoalan kehidupan pribadinya, melainkan dia harus bergerak dan maju terus sesuai dengan instruksi komandan, agar dia berkenan kepada komandannya.

Demikian juga cara kita mengikut Yesus, sekarang tidak ada istirahat, terus jalankan dan hadapi, sebab nanti diseberang kematian ada tempat yang aman, tentram dan nyaman bagi kita. Meskipun semuanya tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita, tetapi percaya dan berserahlah kepada Tuhan, bahwa kehendak Tuhanlah yang terbaik dan biarlah semua terjadi menurut kehendak dan firmanNya.
Tuhan tahu jalan mana yang terbaik bagi kita, karena Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Janganlah kita sampai salah pilih jalan hidup hanya karena patah semangat, jenuh, stress, putus asa, tidak mau sangkal diri, tidak mau pikul salib; kemudian kita memilih "dengan semau gue", jalan hidup yang kelihatannya baik, menjanjikan dan lurus, tetapi ternyata ujungnya membawa kita menuju maut !!

Mungkin kita harus menderita karenanya, tetapi ikutilah contoh Yesus yang sudah rela berkorban nyawa dengan menderita, disesah secara mengerikan dan mati tergantung dipaku diatas kayu salib, sebagai korban penebus dosa manusia, agar rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya. Sehingga Allah sangat meninggikan Dia dan membuat Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus yaitu Juruselamat yang diurapi Tuhan untuk menebus umatNya dari dosa, membebaskan mereka maut dan memberi mereka hidup kekal. (Kisah Para Rasul 2:36)

Doa kami :

Bapa kami yang ada di sorga dalam nama Yesus Kristus, taruhlah kasihMu dalam hati kami supaya kami dapat lebih mengasihi Engkau dari segalanya. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin