"Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju ; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba".(Yesaya 1:18)Suatu saat ada seorang seniman kristen mendapat tuduhan palsu dalam sebuah masalah, sehingga akhirnya ia dijebloskan kedalam penjara.
Meskipun diizinkan padanya membawa kuas dan cat lukisannya, tetapi ia tidak memiliki kain kanvas tempat untuk ia melukis. Hal ini membuat ia sangat gelisah dan ditengah keputusasaannya, dia memberanikan diri meminta kepada seorang sipir penjara, sesuatu yang dapat dipakainya untuk melukis.
Dengan sangat kesal dan acuh tak acuh si sipir penjara itu memberikannya sehelai sapu tangan yang tua dan sangat kotor. Dilemparkannya kepada seorang seniman tersebut sambil berkata: Coba apa yang dapat kamu kerjakan dengan kain tua dan kotor ini...!
Sebagai seorang seniman yang percaya Tuhan Yesus, dia berdoa dan meminta petunjuk Tuhan. Kemudian dia melukiskan pemahamannya tentang "Wajah Yesus" yang bengkak, penuh memar dan luka, bermahkota duri dan berlumuran darah. Setelah melukis cukup lama dan dengan penuh ketekunan, ia berpikir sudah saatnya untuk ia menunjukan hasil lukisan pertamanya didalam penjara kepada sipir penjara yang memberikan dia kain kotor sebagai kanvasnya
Apa yang terjadi ? Setelah sipir penjara melihat lukisan yang indah itu, hatinya terharu dan air matanya berlinang, betapa dia menyadari siapa dirinya, orang berdosa dihadapan Allah. Kemudian lukisan itu menjadi sebuah karya lukisan yang sangat terkenal.
Jika seseorang dapat mengubah sehelai kain tua yang kotor menjadi berkilau dengan keindahan yang membuat seorang sipir penjara yang acuh tak acuh menjadi menangis ; maka sekarang, coba pikirkan apa yang sudah, sedang dan akan dikerjakan oleh Tuhan Yesus, sang Seniman Agung terhadap kehidupan kita.
Kita yang telah memperingati hari kedatanganNya kedunia dalam Natal yang lalu, apabila kita percaya kepadaNya, mengundang Dia masuk kedalam hati kita dan memenuhi kehendaknya dalam kehidupan kita ; maka hidup kita yang egois, jahat dan kotor penuh dosa ini, akan diubahkan menjadi suatu hidup yang baru, diampuni dosanya, kudus putih bersih, dipulihkan rohani dan jasmani, penuh harapan dan berguna bagi Allah dan sesama.
Sebab semua dosa, kutuk, sakit penyakit dan kemiskinan kita sudah ditebusNya dengan rela menjadi manusia yang fana, miskin, menderita, penuh kesakitan dan kutuk dan mati tergantung disalib untuk gantikan kita.
Marilah kita menyadari bahwa dalam keadaan berdosa, kita ini hanyalah seorang manusia yang penuh dosa dan tidak berguna, hanyalah seperti secarik kain tua yang sangat kotor, yang tidak memiliki keindahan rohani apapun. Namun, kasih dan pengorbanan Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus telah mengubah hidup kita yang percaya kepadaNya, menjadi sebuah mahakarya anugerah Ilahi.
Untuk itu, marilah kita bersyukur dan menghargai hidup ini, karena Allah telah membuat diri kita dan hidup kita menjadi kudus dan berarti bagi Allah, bagi diri kita sendiri dan bagi sesama. Terpujilah Tuhan Yesus yang telah membuat hidup kita menjadi indah dengan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan pengharapan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami bersyukur hanya anugerahMu yang telah membuat kehidupan kami ini, menjadi kudus dan penuh dengan damai sejahteraMu. Amin
Meskipun diizinkan padanya membawa kuas dan cat lukisannya, tetapi ia tidak memiliki kain kanvas tempat untuk ia melukis. Hal ini membuat ia sangat gelisah dan ditengah keputusasaannya, dia memberanikan diri meminta kepada seorang sipir penjara, sesuatu yang dapat dipakainya untuk melukis.
Dengan sangat kesal dan acuh tak acuh si sipir penjara itu memberikannya sehelai sapu tangan yang tua dan sangat kotor. Dilemparkannya kepada seorang seniman tersebut sambil berkata: Coba apa yang dapat kamu kerjakan dengan kain tua dan kotor ini...!
Sebagai seorang seniman yang percaya Tuhan Yesus, dia berdoa dan meminta petunjuk Tuhan. Kemudian dia melukiskan pemahamannya tentang "Wajah Yesus" yang bengkak, penuh memar dan luka, bermahkota duri dan berlumuran darah. Setelah melukis cukup lama dan dengan penuh ketekunan, ia berpikir sudah saatnya untuk ia menunjukan hasil lukisan pertamanya didalam penjara kepada sipir penjara yang memberikan dia kain kotor sebagai kanvasnya
Apa yang terjadi ? Setelah sipir penjara melihat lukisan yang indah itu, hatinya terharu dan air matanya berlinang, betapa dia menyadari siapa dirinya, orang berdosa dihadapan Allah. Kemudian lukisan itu menjadi sebuah karya lukisan yang sangat terkenal.
Jika seseorang dapat mengubah sehelai kain tua yang kotor menjadi berkilau dengan keindahan yang membuat seorang sipir penjara yang acuh tak acuh menjadi menangis ; maka sekarang, coba pikirkan apa yang sudah, sedang dan akan dikerjakan oleh Tuhan Yesus, sang Seniman Agung terhadap kehidupan kita.
Kita yang telah memperingati hari kedatanganNya kedunia dalam Natal yang lalu, apabila kita percaya kepadaNya, mengundang Dia masuk kedalam hati kita dan memenuhi kehendaknya dalam kehidupan kita ; maka hidup kita yang egois, jahat dan kotor penuh dosa ini, akan diubahkan menjadi suatu hidup yang baru, diampuni dosanya, kudus putih bersih, dipulihkan rohani dan jasmani, penuh harapan dan berguna bagi Allah dan sesama.
Sebab semua dosa, kutuk, sakit penyakit dan kemiskinan kita sudah ditebusNya dengan rela menjadi manusia yang fana, miskin, menderita, penuh kesakitan dan kutuk dan mati tergantung disalib untuk gantikan kita.
Marilah kita menyadari bahwa dalam keadaan berdosa, kita ini hanyalah seorang manusia yang penuh dosa dan tidak berguna, hanyalah seperti secarik kain tua yang sangat kotor, yang tidak memiliki keindahan rohani apapun. Namun, kasih dan pengorbanan Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus telah mengubah hidup kita yang percaya kepadaNya, menjadi sebuah mahakarya anugerah Ilahi.
Untuk itu, marilah kita bersyukur dan menghargai hidup ini, karena Allah telah membuat diri kita dan hidup kita menjadi kudus dan berarti bagi Allah, bagi diri kita sendiri dan bagi sesama. Terpujilah Tuhan Yesus yang telah membuat hidup kita menjadi indah dengan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan pengharapan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami bersyukur hanya anugerahMu yang telah membuat kehidupan kami ini, menjadi kudus dan penuh dengan damai sejahteraMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.