"Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara, tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku ; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku".(Filipi 4:12-13)Untuk membantu kita memahami nats tersebut diatas, ada sebuah illustrasi yang ceritanya demikian: Ada dua orang ibu yang tinggal ditepi laut yang menjual segala macam minuman. Setiap pagi mereka menyiapkan minuman hangat bagi para nelayan yang pulang melaut ; dan sebagai imbalannya para nelayan itu memberikan beberapa ikan hasil tangkapan mereka.
Ibu yang pertama selalu berterima-kasih, kalau dia diberi ikan besar maupun ikan kecil. Berbeda dengan ibu yang kedua, ia selalu panik kalau diberi ikan besar. Dia berkata: saya mau minta ikan kecil saja! Ibu yang yang pertama bingung melihat ibu yang kedua ; lalu dia bertanya: Mengapa kamu tidak mau menerima ikan besar ? Ibu kedua menjawab: "saya tidak punya wajan yang cukup besar untuk memasaknya". Ibu yang pertama tertawa sejadi-jadinya!... Bukankah kamu bisa memakai pisau untuk memotong-motongnya ?
Dalam realita kehidupan kita sehari-hari, setiap saat kita diperhadapkan pada hal-hal besar, maupun hal-hal yang kecil ; baik yang sifatnya menyenangkan maupun sifatnya memprihatinkan. Kita dituntut harus siap menerima kedua-duanya.
Kalau kita merenungkan ayat firman Tuhan tersebut dalam kitab Filipi 4:12-13 diatas, kita menemukan kesaksian Rasul Paulus, bagaimana Tuhan dapat bekerja dalam kekurangan, maupun dalam kelimpahan hidupnya ; dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan. Dan Tuhan memampukan dia, dalam melewati semuanya itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita hari ini adalah "kita harus menghargai hal-hal yang kecil, namun jangan juga kita menolak hal-hal/perkara-perkara besar yang Tuhan percayakan kepada kita". Janganlah mudah panik atau gentar atau kuatir pada waktu kekurangan atau dalam situasi yang sulit ; tetapi sebaliknya janganlah ber-sombong diri atau lupa Tuhan pada saat hidup kita berkelimpahan dan dimuliakan.
Kalau Tuhan saat ini mempercayakan kepada kita sesuatu yang kecil dan biasa-biasa saja, janganlah kecil hati ; ini bukanlah dalam arti Tuhan tidak memberkati kita. Rasul Paulus memberikan kesaksian kepada kita bagaimana meresponinya dengan positip, yaitu agar kita siap dalam segala hal dan segala perkara, sehingga tidaklah ada sesuatu lagi yang merupakan rahasia bagi kita dalam hidup ini.
Percayalah bahwa dalam segala pergumulan kita, Tuhan pasti memberikan kekuatan kepada kita, sehingga kita dapat menanggungnya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kami, baik besar ataupun kecil ; susah maupun senang adalah dalam sepengetahuanMu. Amin
Ibu yang pertama selalu berterima-kasih, kalau dia diberi ikan besar maupun ikan kecil. Berbeda dengan ibu yang kedua, ia selalu panik kalau diberi ikan besar. Dia berkata: saya mau minta ikan kecil saja! Ibu yang yang pertama bingung melihat ibu yang kedua ; lalu dia bertanya: Mengapa kamu tidak mau menerima ikan besar ? Ibu kedua menjawab: "saya tidak punya wajan yang cukup besar untuk memasaknya". Ibu yang pertama tertawa sejadi-jadinya!... Bukankah kamu bisa memakai pisau untuk memotong-motongnya ?
Dalam realita kehidupan kita sehari-hari, setiap saat kita diperhadapkan pada hal-hal besar, maupun hal-hal yang kecil ; baik yang sifatnya menyenangkan maupun sifatnya memprihatinkan. Kita dituntut harus siap menerima kedua-duanya.
Kalau kita merenungkan ayat firman Tuhan tersebut dalam kitab Filipi 4:12-13 diatas, kita menemukan kesaksian Rasul Paulus, bagaimana Tuhan dapat bekerja dalam kekurangan, maupun dalam kelimpahan hidupnya ; dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan. Dan Tuhan memampukan dia, dalam melewati semuanya itu.
Pesan Firman Tuhan bagi kita hari ini adalah "kita harus menghargai hal-hal yang kecil, namun jangan juga kita menolak hal-hal/perkara-perkara besar yang Tuhan percayakan kepada kita". Janganlah mudah panik atau gentar atau kuatir pada waktu kekurangan atau dalam situasi yang sulit ; tetapi sebaliknya janganlah ber-sombong diri atau lupa Tuhan pada saat hidup kita berkelimpahan dan dimuliakan.
Kalau Tuhan saat ini mempercayakan kepada kita sesuatu yang kecil dan biasa-biasa saja, janganlah kecil hati ; ini bukanlah dalam arti Tuhan tidak memberkati kita. Rasul Paulus memberikan kesaksian kepada kita bagaimana meresponinya dengan positip, yaitu agar kita siap dalam segala hal dan segala perkara, sehingga tidaklah ada sesuatu lagi yang merupakan rahasia bagi kita dalam hidup ini.
Percayalah bahwa dalam segala pergumulan kita, Tuhan pasti memberikan kekuatan kepada kita, sehingga kita dapat menanggungnya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kami, baik besar ataupun kecil ; susah maupun senang adalah dalam sepengetahuanMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.