Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 19.12 under
"Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah telah menyusui Engkau. Tetapi Ia berkata: Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya”. (Lukas 11:27-28)


Dalam renungan hari ini kita membahas suatu tema: Siapa yang lebih berbahagia?
Kedua ayat diatas bicara tentang rasa bahagia. Siapakah yang tidak ingin hidupnya berbahagia?
Kalau menurut standard manusia, maka ibu yang melahirkan Yesus lah, orang yang (paling) berbahagia, karena ia memiliki seorang anak yang hebat, terkenal dapat menyembuhkan orang dan melakukan hal-hal ajaib lainnya, sehingga banyak orang datang mengikuti & mendengarkan ajaranNya.
Namun hal itu dibantah oleh Tuhan Yesus, karena menurut Tuhan ternyata ada lagi orang yang lebih berbahagia daripada itu. Menurut standardnya Allah, orang yang berbahagia itu adalah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya (yaitu menyimpannya dalam hati dan kemudian melaksanakannya dalam hidup sehari-hari).
Dalam ayat-ayat yang lain, Tuhan mengatakan bahwa firman Allah adalah Tuhan Yesus sendiri, roti hidup yang membuat rohani kita sehat. Dalam sebuah survey di Amerika, hal itu sudah banyak terbukti. Keluarga-keluarga yang ayah-ibunya gemar membaca, mendengar dan melakukan firman Tuhan, kehidupan mereka maupun anak-anaknya lebih diberkati dan lebih berbahagia, dibandingkan dengan keluarga-keluarga yang tidak melakukannya.

Sekarang setelah kita diberi tahu tentang "kebenaran" ini, maka selanjutnya terserah kita . Apakah kita mau bahagia menurut standard Allah atau menurut standard manusia?
Perasaan bahagia tidaklah identik dengan memiliki harta banyak. Harus ada karunia "kuasa untuk menikmatinya". (Pengkhotbah 6:1-7)
Banyak orang yang melimpah hartanya, tapi hidupnya dirundung susah terus, tidak bisa menikmati hartanya, dan orang lain-lah yang menikmatinya. Hatinya gelisah; susah tidur; tidak puas dg penghasilannya; kuatir hartanya berkurang ; untuk keperluan makan & minumnya sendiri hanya yang itu-itu saja; takut uangnya dicuri/ditipu dan sebagainya.
Supaya memiliki karunia "kuasa menikmati", kita perlu memintanya kepada Tuhan dan kita harus sering bersyukur kepada Tuhan. Bersyukurlah atas apa saja yang kita terima atau yang kita alami. Apakah itu banyak atau sedikit; apakah itu baik ataupun kurang baik!

Sebenarnya banyak hal yang harus disyukuri dalam hidup ini. Bisa bangun tidur dalam keadaan sehat; bisa tidur yang nyenyak; selamat di perjalanan sehari-hari; punya keluarga yang rukun ; usaha & pekerjaan berjalan normal; bisa menikmati pemandangan matahari terbit dipagi hari & tenggelam di sore hari. Kita tidak perlu jauh-jauh & mahal-mahal pergi ke Bali atau ke gunung Bromo, kalau mau lihat & menikmati "sun-rise" atau "sun-set".
Yang penting supaya kita menjadi berbahagia menurut standard Allah adalah merenungkan dan melakukan firman Tuhan setiap hari dalam hidup kita; salah satunya adalah "Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa . Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki oleh Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (1 Tesalonika 5: 16-18)

Doa kami:
Tuhan Yesus, kami mau hidup berbahagia sesuai firmanMu, karena itu mampukanlah kami untuk dapat hidup selalu taat & setia melakukan firmanMu setiap hari. Amin
2 comments so far:
    Anonim 6 September 2011 pukul 15.58 , mengatakan...

    Sebab firman Allah adalah benih kehidupan untuk hati kita.

     
    Anonim 7 September 2011 pukul 09.07 , mengatakan...

    Mari kejar dan nikmati bahagia menurut standart Allah, dimulai dengan 1 Tes.15.

     
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin