Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.59 under
"Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersuka-cita, dan menangislah dengan orang yang menangis"!(Roma 12:14-15)

Barangkali ketika membaca ayat firman Tuhan ditas, semua kita akan berkata: Ya, mengucapkannya dan membicarakannya sih gampang ; namun pada gilirannya tentu sangat sulit untuk melakukannya. Disini ada sesuatu yang sulit, namun bagaimanapun kita perlu belajar untuk dapat melakukan apa yang dikatakan firman Tuhan itu. Di sebuah buku tertulis: Penyakit yang sangat sulit disembuhkan adalah "penyakit yang tidak bisa mengampuni", yaitu: benci, dendam, iri hati dan akar pahit.

Suatu ketika rasul Petrus pernah bertanya kepada Yesus tentang hal ini: Tuhan, sampai berapa kali harus aku mengampuni saudaraku, jika ia berbuat dosa terhadap aku? Tujuh kalikah? Jawab Yesus: Bukan tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali.(Matius 18:21-22) Disini kita tidak mempermasalah-kan tentang jumlahnya, tetapi maksudnya yang terpenting adalah Tuhan Yesus menghendaki supaya kita mengampuni dan tidak menyimpan kemarahan sampai menderita dan melukai hati orang lain dan akhirnya diri kita sendiri.

Melalui renungan kita hari ini, rasul Paulus dalam kitab Roma 12:14-21, memberikan jalan keluarmya bagaimana supaya bisa kita keluar dari akar pahit, sehingga kita bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Pertama. Dalam kitab Roma 12:14 dikatakan: Berkatilah/doakanlah orang yang menganiaya kita dan janganlah mengutuk. Dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sadar bahwa kita masing-masing mempunyai hutang dosa bersalah terhadap Tuhan, terhadap diri sendiri dan juga terhadap orang lain. Tidak ada diantara manusia seorangpun yang bebas dari kesalahan. Dengan kesadaran akan hal ini, maka kita akan dapat berpikir positif terhadap orang yang bersalah kepada kita. Ingat! Memberkati/Mendoakan musuh, itu adalah salah satu cara untuk membebaskan kita dari sakit hati/dendam.

Kedua. Dalam kitab Roma 12:15 dikatakan bahwa Kita harus bersuka-cita dengan orang yang bersuka-cita dan menangis dengan orang yang menangis. Ini apa artinya ? Dengan kita bersuka-cita dengan orang lain, berarti kita dapat menikmati apa yang dimiliki orang lain. Dan Menangis dengan orang yang menangis, berarti kita dapat merasakan, mengerti dan memahami persoalan orang lain. Dengan membiasakan diri seperti ini, maka tidaklah mudah kita untuk menjadi marah, sebab kita dapat memahami orang lain.

Ketiga. Dalam kitab Roma 12:19 dikatakan bahwa Pembalasan adalah hak Tuhan! Kita diminta Tuhan untuk memberi tempat kepada murka Allah, maksudnya disini yaitu: Janganlah kita main hakim sendiri dan janganlah kita yang membalas/menghukum orang yang bersalah atau berbuat jahat kepada kita. Melainkan biarlah Tuhan yang melakukannya bagi kita, karena Ia adalah Allah yang adil, setia, bijaksana, maha tahu dan maha kuasa ; maka Ia pasti akan memberikan putusannya yang adil dan benar ; baik untuk kita dan untuk orang yang berbuat jahat terhadap kita itu. Sehingga demikian kita dapat hidup dalam perdamaian dengan semua orang.

Untuk itu, keluarlah segera dari sakit hati, dendam dan kebencian terhadap siapa-pun yang berbuat jahat atau menganiaya kita.

Doa kami:
Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa kebencian dan mengasihi datang bersamaan dalam diri kami, namun seringkali kebencianlah yang lebih dominan dalam hidup kami. Karena itu mampukanlah kami untuk bisa mengampuni sesama kami yang bersalah kepada kami. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin