"Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."(Yakobus 3:16)Dalam nats diatas dijelaskan bahwa kalau ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, diantara para anggota keluarga di rumah, sesama teman sejawat di kantor, kawan-kawan sepelayanan di gereja, rekan-rekan partner usaha dalam bisnis dan lain lain, maka akan muncul kekacauan dan perbuatan jahat.
Apakah yang disebut iri hati? Iri hati adalah suatu perasaan kurang senang bila melihat orang lain lebih beruntung atau lebih berhasil dalam hidupnya. Ciri-ciri orang yang iri hati adalah ia lebih mementingkan diri sendiri, ia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain dan tidak bisa mengucap syukur.
Dalam dirinya tidak ada damai sejahtera, tidak bisa bergembira. Dan jika iri hati ini terus menerus dibiarkan menguasai dirinya, maka lama-kelamaan tulang-tulang di tubuh kita akan jadi kropos, mudah patah dan sakit semuanya, sesuai yang dikatakan oleh firman Tuhan yaitu "Iri hati membusukkan tulang".(Amsal 14:30)
Rasa cemburu atau sirik terhadap keberhasilan orang lain yang lebih daripada dirinya, dapat melanda semua orang, termasuk juga para biarawan, pendeta, penatua, pemain musik, penyanyi koor, pengurus gereja. Kita saksikan banyak gereja yang pengurusnya saling gontok-gontokan, membuat gereja baru dan sebagainya. Akar sebab-musababnya tidak lain adalah penyakit iri hati.
Dalam keluarga suami-istri bertengkar, karena si istri iri hati dengan tetangganya yang mempunyai barang ini dan itu, sedangkan dia sendiri belum memilikinya. Dan karena dia merengek terus setiap hari kepada suaminya, padahal suaminya tidak punya cukup uang, maka suaminya jadi marah, kemudian bertengkar dan akhirnya mereka bercerai.
Jika itu terjadi di kantor, misalnya ada karyawan yang dipromosikan dan ada yang tidak. Yang tidak di promosikan jadi iri hati, marah dan menimbulkan disharmoni, sehingga akhirnya kerja team perusahaan tidak tumbuh berkembang dengan baik. Karena itu berhati-hatilah terhadap penyakit iri hati, dan janganlah biarkan diri kita dikuasainya dan kemudian terseret olehnya. Bagaimana upaya kita supaya terlepas dari perasaan iri hati ? Caranya:
Pertama, janganlah membanding- bandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi mendekatlah kepada Tuhan dengan cara berdoa dan hidup sesuai firman Tuhan setiap hari. Karena Alkitab sudah katakan dalam kitab Roma 12:3 bahwa "Janganlah kita memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan, tetapi hendaklah kita berpikir begitu rupa, sehingga kita dapat menguasai diri kita menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing".
Kita masing-masing mempunyai karunia yang berlain-lainan, sesuai dengan kasih karunia yang diberikan Allah kepada kita. Dengan demikian kita tidak usah menjadi iri hati atau lebih mementingkan diri kita sendiri/ambisi kita sendiri daripada yang lain.
Kedua, ikutilah nasihat rasul Paulus dalam kitab Filipi 4:8 yaitu agar kita selalu memenuhi pikiran kita dengan perkara-perkara yang benar, yang suci, yang mulia, yang adil, yang manis, yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, sehingga tidak ada tempat lagi dalam hati dan pikiran kita untuk perasaan iri hati yang sangat merusak tersebut.
Doa kami:
Tuhan Yesus tolonglah kami, supaya kami bisa menerima diri kami apa adanya, mengerti apa rencanaMu dalam hidup kami dan menjadi seperti yang Kau inginkan dalam hidup setiap kami. Amin
Apakah yang disebut iri hati? Iri hati adalah suatu perasaan kurang senang bila melihat orang lain lebih beruntung atau lebih berhasil dalam hidupnya. Ciri-ciri orang yang iri hati adalah ia lebih mementingkan diri sendiri, ia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain dan tidak bisa mengucap syukur.
Dalam dirinya tidak ada damai sejahtera, tidak bisa bergembira. Dan jika iri hati ini terus menerus dibiarkan menguasai dirinya, maka lama-kelamaan tulang-tulang di tubuh kita akan jadi kropos, mudah patah dan sakit semuanya, sesuai yang dikatakan oleh firman Tuhan yaitu "Iri hati membusukkan tulang".(Amsal 14:30)
Rasa cemburu atau sirik terhadap keberhasilan orang lain yang lebih daripada dirinya, dapat melanda semua orang, termasuk juga para biarawan, pendeta, penatua, pemain musik, penyanyi koor, pengurus gereja. Kita saksikan banyak gereja yang pengurusnya saling gontok-gontokan, membuat gereja baru dan sebagainya. Akar sebab-musababnya tidak lain adalah penyakit iri hati.
Dalam keluarga suami-istri bertengkar, karena si istri iri hati dengan tetangganya yang mempunyai barang ini dan itu, sedangkan dia sendiri belum memilikinya. Dan karena dia merengek terus setiap hari kepada suaminya, padahal suaminya tidak punya cukup uang, maka suaminya jadi marah, kemudian bertengkar dan akhirnya mereka bercerai.
Jika itu terjadi di kantor, misalnya ada karyawan yang dipromosikan dan ada yang tidak. Yang tidak di promosikan jadi iri hati, marah dan menimbulkan disharmoni, sehingga akhirnya kerja team perusahaan tidak tumbuh berkembang dengan baik. Karena itu berhati-hatilah terhadap penyakit iri hati, dan janganlah biarkan diri kita dikuasainya dan kemudian terseret olehnya. Bagaimana upaya kita supaya terlepas dari perasaan iri hati ? Caranya:
Pertama, janganlah membanding- bandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi mendekatlah kepada Tuhan dengan cara berdoa dan hidup sesuai firman Tuhan setiap hari. Karena Alkitab sudah katakan dalam kitab Roma 12:3 bahwa "Janganlah kita memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan, tetapi hendaklah kita berpikir begitu rupa, sehingga kita dapat menguasai diri kita menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing".
Kita masing-masing mempunyai karunia yang berlain-lainan, sesuai dengan kasih karunia yang diberikan Allah kepada kita. Dengan demikian kita tidak usah menjadi iri hati atau lebih mementingkan diri kita sendiri/ambisi kita sendiri daripada yang lain.
Kedua, ikutilah nasihat rasul Paulus dalam kitab Filipi 4:8 yaitu agar kita selalu memenuhi pikiran kita dengan perkara-perkara yang benar, yang suci, yang mulia, yang adil, yang manis, yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, sehingga tidak ada tempat lagi dalam hati dan pikiran kita untuk perasaan iri hati yang sangat merusak tersebut.
Doa kami:
Tuhan Yesus tolonglah kami, supaya kami bisa menerima diri kami apa adanya, mengerti apa rencanaMu dalam hidup kami dan menjadi seperti yang Kau inginkan dalam hidup setiap kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Jangan dipelihara sifat iri hati karena dampaknya begitu luas dan merusak.Tumbuhkan sifat memuji keberhasilan orang lain, maka anda akan diterima dimana-mana, karena akan menyemangati yang dipuji untuk berprestasi lebih baik lagi.