"Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu ; jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan".(Mazmur 37:8)Pernahkah anda marah kepada orang lain? Pasti semua orang berkata: "Pernah dong!!". Kemarahan adalah dosa besar, karena melanggar perintah Tuhan untuk mengendalikan diri dan mengasihi.
Kemarahan apa yang dimaksud dalam nats diatas ini? Kemarahan yang dimaksud disini adalah kemarahan yang terus menerus sampai lama, sikap yang tidak terkontrol dalam keadaan fustrasi yaitu kegetiran yang membara dan disimpan terus didalam hati terhadap seseorang. Itu adalah emosi negatif yang sangat berbahaya dan selalu ada kemungkinan menjadi tak terkendali, sehingga membawa kepada kekerasan, luka batin, sakit hati, dan kerusakan rohani.
Bagaimana mengatasi kemarahan yang sangat berbahaya dan merusak ini ?
Pertama. Jangan biarkan diri anda dikuasi oleh kemarahan, kita harus atasi dan berhenti. Firman Tuhan dalam kitab Efesus 4:26 mengatakan: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa ; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.
Marah yang terkendali bertujuan untuk mendidik, tetapi marah yang berlarut-larut adalah termasuk dosa dan dapat ditunggangi oleh Iblis. Ketika kita membiarkan kemarahan itu menguasai hidup kita, maka kehendak kita akan selalu dikuasai oleh amarah itu, sehingga kita tidak lagi taat kepada Tuhan dan sikap inilah yang sangat dikuasi oleh Iblis.
Padahal firman Tuhan katakan dalam nats diatas: Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah itu hanya membawa kepada kejahatan. Contohnya adalah Simeon dan Lewi, anak-anak Yakub, yang membunuh banyak orang Hewi dalam kemarahan/keangkaraannya.(Kejadian 34:1-31)
Mereka sakit hati dan berang, karena adik perempuannya Dina diperkosa oleh Sikhem (anak Hemor, raja orang Hewi), kemarahan mereka yang berlarut-larut membuat mereka menjadi jahat dan bengis. Mereka tidak dapat atasi dan berhenti marah, sehingga akhirnya mereka melakukan suatu tindakan kejahatan yaitu membunuh banyak orang Hewi yang tidak terlibat dengan perkara perkosaan itu. Tindakan inilah yang dimaksud dalam Alkitab: "iblislah yang menjadi bapamu, karena engkau mengikuti keinginan-keinginannya.
Kedua. Daripada mengeluarkan perkataan yang dapat merusak, lebih baik mengeluarkan perkataan yang baik dan membangun. Jangan mudah tersinggung dan lekas-lekas marah, karena kalau kita gampang marah, maka Alkitab katakan kita akan kena denda/hukuman dan kita dapat disamakan seperti orang bodoh.(Amsal 19:19 dan Pengkhobah 7:9)
Hendaklah perkataan kita menjadi berkat bagi para pendengar, dan janganlah ada kata-kata kotor yang keluar dari mulut kita.(Efesus 4:29) Ingat! Kemarahan dapat menghambat kita untuk mengembangkan hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan Yesus ingin supaya kita dapat belajar untuk menguasai diri dalam segala hal.(2 Timotius 4:5)
Doa kami:
Bapa kami yang di surga dalam nama Yesus Kristus, ampunilah kami ya Tuhan ketika kami marah, mengeluarkan perkataan kotor, menghina orang lain. Tolonglah kami ya Tuhan supaya kami dapat mengendalikan kemarahan kami sesuai perintahMu. Amin
Kemarahan apa yang dimaksud dalam nats diatas ini? Kemarahan yang dimaksud disini adalah kemarahan yang terus menerus sampai lama, sikap yang tidak terkontrol dalam keadaan fustrasi yaitu kegetiran yang membara dan disimpan terus didalam hati terhadap seseorang. Itu adalah emosi negatif yang sangat berbahaya dan selalu ada kemungkinan menjadi tak terkendali, sehingga membawa kepada kekerasan, luka batin, sakit hati, dan kerusakan rohani.
Bagaimana mengatasi kemarahan yang sangat berbahaya dan merusak ini ?
Pertama. Jangan biarkan diri anda dikuasi oleh kemarahan, kita harus atasi dan berhenti. Firman Tuhan dalam kitab Efesus 4:26 mengatakan: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa ; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.
Marah yang terkendali bertujuan untuk mendidik, tetapi marah yang berlarut-larut adalah termasuk dosa dan dapat ditunggangi oleh Iblis. Ketika kita membiarkan kemarahan itu menguasai hidup kita, maka kehendak kita akan selalu dikuasai oleh amarah itu, sehingga kita tidak lagi taat kepada Tuhan dan sikap inilah yang sangat dikuasi oleh Iblis.
Padahal firman Tuhan katakan dalam nats diatas: Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah itu hanya membawa kepada kejahatan. Contohnya adalah Simeon dan Lewi, anak-anak Yakub, yang membunuh banyak orang Hewi dalam kemarahan/keangkaraannya.(Kejadian 34:1-31)
Mereka sakit hati dan berang, karena adik perempuannya Dina diperkosa oleh Sikhem (anak Hemor, raja orang Hewi), kemarahan mereka yang berlarut-larut membuat mereka menjadi jahat dan bengis. Mereka tidak dapat atasi dan berhenti marah, sehingga akhirnya mereka melakukan suatu tindakan kejahatan yaitu membunuh banyak orang Hewi yang tidak terlibat dengan perkara perkosaan itu. Tindakan inilah yang dimaksud dalam Alkitab: "iblislah yang menjadi bapamu, karena engkau mengikuti keinginan-keinginannya.
Kedua. Daripada mengeluarkan perkataan yang dapat merusak, lebih baik mengeluarkan perkataan yang baik dan membangun. Jangan mudah tersinggung dan lekas-lekas marah, karena kalau kita gampang marah, maka Alkitab katakan kita akan kena denda/hukuman dan kita dapat disamakan seperti orang bodoh.(Amsal 19:19 dan Pengkhobah 7:9)
Hendaklah perkataan kita menjadi berkat bagi para pendengar, dan janganlah ada kata-kata kotor yang keluar dari mulut kita.(Efesus 4:29) Ingat! Kemarahan dapat menghambat kita untuk mengembangkan hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan Yesus ingin supaya kita dapat belajar untuk menguasai diri dalam segala hal.(2 Timotius 4:5)
Doa kami:
Bapa kami yang di surga dalam nama Yesus Kristus, ampunilah kami ya Tuhan ketika kami marah, mengeluarkan perkataan kotor, menghina orang lain. Tolonglah kami ya Tuhan supaya kami dapat mengendalikan kemarahan kami sesuai perintahMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.