Shallom....
ANUGERAH DAN SIKAP
Lukas 5 : 1-11
Lukas 5:2 -3, Ia, melihat dua perahu ditepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakan perahunya sedikit jauh dari pantai.Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Membaca ayat ayat diatas dan apabila kita renungkan kembali bahwa ada “Tindakan” yang Tuhan Yesus lakukan yakni “memilih” artinya ada Hak Prerogratif Tuhan Yesus untuk menggunakan sarana yang ada untuk dipakaiNya menyampaikan berita keselamatan karena Dia Tuhan. Ada 2 perahu yang sama sama kosong karena para nelayannya sedang turun untuk membersihkan jala yang mereka telah pakai. Dan atas “Anugerah Nya” Tuhan Yesus memilih perahu milik Simon, pertanyaannya bagaimana “Sikap” Simon saat perahunya dipakai oleh Tuhan Yesus (sepengetahuan simon, Dia (Yesus) adalah seorang guru) ... dalam keletihan karena sudah semalam malaman ditengah danau dengan segala kesulitan, dan kelemahannya Simon mau dipakai Tuhan sebagai sarana untuk memberitakan keselamatan.
Apa yang terjadi kepada Simon sangat bisa terjadi kepada semua orang termasuk kepada diri kita, Dia mau memakai kita sebagai alatNya mungkin saat itu keadaan kita sedang lelah atas kehidupan karena ekonomi yang sedang tidak baik, letih karena beban kehidupan dengan keluarga, teman, sahabat, lemah karena sedang menderita sakit, dalam keadaan apapun Tuhan Yesus sedang berdiri (Lukas 5:1, Pada suatu kali Yesus berdiri dipantai danau Genesaret...) artinya Dia berdiri didepan kehidupan saudara dan saya, Dia mau memilih saudara dan saya dalam keadaan apaupun untuk dipakai sebagai "alatNya", seperti Simon yang mau menyerahkan perahunya sebagai harta satu satunya yang dimilikinya ( perahu berbicara kehidupan ) kepada Tuhan Yesus.
Lukas 5 : 4, Setelah selesai berbicara Ia berkata kepada Simon “ Bertolaklah ketempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. Seringkali secara sadar atau tidak kita “merasa” lebih pintar dari Tuhan, maksudnya karena merasa labih mengerti, berpendidikan dan berpengalaman, mau mengatur Tuhan dengan kebijakan kita, mungkin seperti yang Simon rasakan dia sebagai seorang nelayan yang sudah sangat berpengalaman tentu berpikir “ saya sudah melakukan apa yang saya sangat pahami untuk melakukan tugas saya, dan dia berpikir hal yang mustahil untuk ketempat yang lebih dalam untuk menjala ikan..” tetapi dengan “ Taat” Simon melakukan apa yang menjadi “Kehendak” Tuhan.
Hal ini terbukti dari jawaban Simon di Lukas 5 : 5, Simon menjawab : “ Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya aku menebarkan jala juga.
Satu kata “ T a a T” itu yang Tuhan mau dari kita dan sebagai ganjaran ketaatan Simon dia menerima anugerah yang tidak terbilang besarnya Lukas 5:6, Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan.....
Saudaraku dalam keadaan apapun kita saat ini, mari kita tidak membatasi Anugerah yang Tuhan Yesus mau berikan kepada kita, dengan kesombongan atas kemampuan kita. Tuhan berdiri memandang dan menunggu kita...
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Mari kita belajar bersikap merendahkan diri dan taat perintah Tuhan, sehingga akan membiarkan anugerah dan kuasa Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Doa kami : Tuhan Yesus kami mau merendahkan diri dan taat akan perintahMu, agar anugerahMu terjadi dalam hidup kami.amin
Tuhan Yesus memberkati (Sim)
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.