Shallom...
PenolongKejadian 2:18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Manusia dari semula diciptakan Tuhan berpasangan, laki-laki dan perempuan agar bisa saling membantu dalam menjalani kehidupan sampai akhir hidup masing-masing. Laki-laki sebagai kepala dalam rumah tangga dan perempuan sebagai "penolong", sampai disini kita harus mengerti posisi masing-masing, kenapa? karena sekarang banyak pasangan yang tidak melakukan seperti yang Tuhan tetapkan yaitu menempati posisi yang seharusnya, saya perhatikan yang terjadi beberapa (tidak semua) perempuan yang menjadi kepala dalam rumah tangga, dimana suami takut dan tunduk kepada istri. Atau suami yang sewenang-wenang sebagai kepala keluarga yang menjadikan istri pembantu dan bukan penolong. Perhatikan ayat ini :
Efesus 5:22-23
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Jika yang terjadi adalah sebaliknya, suami tunduk kepada istri, bahkan ada istilah istri yang menanduk suami, ada istri yang berani membentak suami didepan anak-anak mereka, maka yang perlu diperbaiki adalah istri harus menghormati suaminya.
Efesus 5:33
Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Memang suami harus mengasihi istri, seperti kepada diri sendiri, tetapi jangan berlebihan sampai takut justru prinsip kasih adalah menegor dengan tidak membiarkan kesalahan terjadi kepada pasangannya.
Efesus 5:28,29
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
Saudaraku mari kita menjalankan perintah Tuhan dengan benar, suami istri menjalankan masing-masing kewajibannya dengan benar dan mendapatkan hak masing-masing sesuai dengan yang seharusnya. Mengasihi bukan menguasai, tidak membiarkan dan mau berkorban bukan untuk dikuasai tetapi patuh kepada perintah Tuhan. Perhatikan dan pelajari prinsip kasih yang benar dibawah ini.
1 Korintus 13:4-7
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kembali kepada topik utama yaitu wanita atau istri diciptakan sebagai penolong (bukan penodong) laki-laki atau suami, jadi apapun yang terjadi wanita atau istri harus bisa menolong laki-laki atau suaminya agar menjadi seperti yang Tuhan kehendaki. Istri adalah penolong yang posisinya disamping bukan didepan atau dibelakang.
Hal ini tidak berlaku hanya kepada pasangan yang sudah menikah, tetapi juga kepada mereka yang akan menjadi pasangan agar ingat peran masing-masing.
Doa kami : Tuhan Yesus ajar kami melakukan yang benar sesuai dengan firmanMu. Amin
Tuhan Yesus memberkati (yl)
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.