Shallom...
Mengasihi bukan menghakimiYakobus 4:12
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Sekarang dijaman internet ada yang namanya netizen yang adalah sebutan bagi mereka yang suka nyinyir atau mengomentari postingan orang, jika baik maka akan memotivasi atau menguatkan, tetapi jika komentar buruk dan pedas akan melukai bahkan bisa menimbulkan fitnah dan dosa.
Berhati-hati dengan lidah (jari) kita, ada hukuman dari Tuhan (uu ite dari dunia) bagi yang asal berkomentar. Banyak orang merasa dirinya yang paling benar sehingga menghakimi orang. Padahal dengan tidak sadar mereka bahkan bisa lebih buruk dari orang yang mereka hakimi. Siapa kita sehingga berhak menghakimi orang lain.
Manusia lebih sering menghakimi daripada mengasihi. Kita seringkali lupa bahwa kita juga bukanlah orang yang sempurna, sehingga berhak menghakimi orang lain. Sebelum kita menunjuk orang lain salah atau tidak benar, perhatikan diri kita apakah sudah menjadi orang yang benar. Dengan kita menghakimi orang artinya kita juga sudah menjadi orang yang tidak benar.
Sekalipun kita benar tidak perlu membela diri, yang akhirnya bisa menimbulkan kemarahan, benci, sakit hati ataupun dendam, sehingga menimbulkan dosa. Jadi lebih baik diam dan mendoakan, biarkan Tuhan yang membela kita. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi musuh (orang yang membenci, menyakiti dll), dan mendoakan/memberkati orang yang menganiaya kita.
Saudarku jadilah orang Kristen yang benar, yang mengamalkan firman Tuhan. Sebaliknya jangan menjadikan firman Tuhan untuk menghakimi orang lain. Sadarlah bahwa kita juga punya kekurangan. Jangan hanya menurut pandangan kita, tetapi bagaimana orang memandang kita, apakah kita orang benar atau sudah sempurna?
Tuhan Yesus adalah teladan kita orang percaya, Dia dihakimi, dicambuk, dimaki, diludahi, lalu mati dikayu salib bukan karena melakukan kejahatan, tetapi karena mengasihi kita umat manusia agar memperoleh keselamatan, hidup kekal di sorga. Jadi jika kita mau ikut Tuhan, maka kita harus ikut teladan Tuhan dengan mentaati segala perintah Tuhan serta melakukannya dalam hidup kita. Yang penting adalah Tuhan mengetahui apa yang kita perbuat. Sekalipun orang bersalah kepada kita ingatlah bahwa pembalasan bukan hak kita.
Doa kami : Tuhan Yesus ampuni kami yang terkadang lupa dan menghakimi orang lain seakan kami adalah orang benar yang tidak pernah salah, ajar kami mengasihi sepertiMu. Amin
Tuhan Yesus memberkati. (Yl)
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.