Shallom..
Peka dan lakukan
Kapankah kita belajar pola dan pengertian hidup ? Tentang
bagaimana seharusnya hubungan kita dengan orang lain dan hubungan kita dengan
Tuhan ? Waktu kecil kita belajar dari orang tua kita, dari kakak kita, dari
keluarga besar kita. Kemudian ketika bersekolah kita belajar dari teman-teman
kita dan dari guru. Mereka-merekalah yang jadi panutan kita. Setelah dewasa dan
mengenal Tuhan Yesus Kristus, maka kita seharusnya belajar dan menjadi murid
dari Tuhan Yesus.
Peka dan lakukan
![]() |
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia
sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu".
(Matius 7:24)
Ajaran-ajaran Nya kita dengarkan dan kita lakukan.
Kitab Matius 7:24
diatas jelas mengatakan bahwa jikalau kita mendengarkan dan melakukan firman
Tuhan, kita menjadi orang yang bijaksana, yakni menjadi orang-orang yg
mengetahui kebenaran. Sayangnya banyak orang percaya setelah mendengar firman
Tuhan, ia tidak melakukannya. Terhadap orang-orang seperti itu Tuhan Yesus
menegur dalam kitab
Lukas 6:46 : "Mengapa kamu berseru kepada Ku : TUHAN,
TUHAN, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan ?"
Salah satu contohnya
adalah sbb: Di gereja Duta Injil, ada seorang Pilot Batik Air, Captain Mafella,
yg memberikan kesaksian kenapa dia mempercepat penerbangannya 3 menit dari
jadwal yg sdh ditentukan di Bandara Palu beberapa waktu yg lalu sebelum
terjadinya gempa & tsunami yg dahysat di Palu. Beliau cerita bahwa sepanjang
hari itu hatinya merasakan kegelisahan yg dia sendiri tidak tahu kenapa. Utk
mengusir rasa kegundahan hatinya sepanjang perjalanan dr Ujung Pandang ke Palu,
Ia menyanyi lagu2 rohani dgn nada keras,. Sampai-sampai Co-Pilotnya yg muslim
menyarankan sambil bercanda supaya dia membuat CD lagu rohani.
Ketika hendak
mendarat di bandara Palu, udara terlihat cerah tapi angin terlalu kencang dan
ia mendengar suara dalam hatinya utk memutar sekali di udara sebelum landing.
Letak bandara Palu diapit oleh 2 pegunungan dan itu sangat berbahaya bagi
pilot, crew & penumpang dan pesawat yg akan mendarat di bandara Palu, mereka tidak boleh meleset sedikitpun. Hal itu mengingatkannya akan
ayat firman Tuhan yaitu
Mazmur 23:4: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku: gadaMu dan tongkatMu,
itulah yang menghibur aku".
Sesaat setelah
pesawat sukses landing, Ia mendengar lagi suara dalam hatinya utk lekas pergi
dari bandara itu. Oleh karena itu dia menginstruksikan crewnya agar
beristirahat 20 menit saja, sebelum pesawat kembali pulang ke Jakarta via Ujung
Pandang. Ia bahkan tidak turun dari cockpit pesawat dan meminta izin kepada
Menara Control utk mempercepat lepas landas 3 menit dari jadwal yg sdh ditentukan.
Setelah ia mendapatkan izin take off dari Alm. Agung petugas dari menara
control, mereka bersiap lepas landas.
Captain Mafella
mengakui saat itu ia melanggar prosedur penerbangan karena ia mengambil alih
tugas Co-Pilot dengan menambah kecepatan pesawat saat prosesi take off. Dia
sendiri tdk tahu kenapa tapi tangannya terus memegang tuas agar kecepatan lebih
besar supaya badan pesawat lebih cepat merangkak naik. Saat itu dia tdk tahu
kalau gempa sdh melanda Palu, tapi dia merasa pesawat sedikit oleng ke kiri dan
kanan. Menurutnya kalau saja dia terlambat 3 menit, maka dia tidak bisa
menyelamatkan 140 penumpang karena aspal pacuan landas bandara bergelombang
seperti kain ditiup angin! Beberapa menit selepas take off, dia mencoba
menghubungi pihak menara namun sdh tdk dijawab lagi oleh Agung. Dia menengok
kebawah dan melihat fenomena alam yg aneh. Air laut di pinggir pantai membentuk
lubang yg sangat besar sehingga dasar laut terlihat. Ketika pesawat tiba di
Ujung Pandang, barulah mrk diberitahu bahwa telah terjadi gempa dan tsunami di
Palu dan pegawai menara control yg memandu pesawatnya take off telah gugur
sesaat setelah memastikan pesawatnya lepas landas.
Kemudian siang hari
itu sebelum ia bertolak terbang ke KL, Captain Mafella menegaskan pentingnya
kita harus peka & mendengar & melakukan firman Tuhan. Dan dalam situasi
apapun harus tetap tenang jangan panik supaya bisa jelas mendengar suara Tuhan
yg disampaikan melalui Roh Kudus & firmanNya. Kesaksiannya adalah agar kita
selalu percaya & melakukan firmanNya yg disampaikannya kepada kita setiap
hari seumur hidup kita.
Untuk itu, marilah
kita sadar bahwa jika kita siap menjadi murid Yesus Kristus (Yohanes 8:30-31),
maka Yesus pun siap menjadi guru/rabbi, Penolong dan sahabat dalam perjalanan
hidup kita sehari-hari. Memiliki pola hidup seperti itu syaratnya adalah
ketaatan kepada Tuhan, melakukan perintahNya, dan mempunyai hubungan yang
harmonis dengan Tuhan. Jadikanlah Dia panutan kita dan lama-lama kita diproses
menjadi sama seperti Yesus Kristus dalam berpikir, berkata-kata dan melakukan
perbuatan kita sehari-hari.
Doa kami:
Tuhan Yesus Kristus,
kami mau menjadi muridMu dan melakukan apa yang Kau katakan ya Tuhan, sehingga
kami menjadi orang yang bijaksana dan menyenangkan Engkau dan sesama, dalam
menjalani kehidupan ini. Amin
Tuhan Yesus memberkati.(Ajs)

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Amin terimakasih Bu
Amin, god bless ibu dan keluarga 🙏🏾