Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 21.32 under
Shallom..
Peka dan lakukan


"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu". (Matius 7:24)

Kapankah kita belajar pola dan pengertian hidup ? Tentang bagaimana seharusnya hubungan kita dengan orang lain dan hubungan kita dengan Tuhan ? Waktu kecil kita belajar dari orang tua kita, dari kakak kita, dari keluarga besar kita. Kemudian ketika bersekolah kita belajar dari teman-teman kita dan dari guru. Mereka-merekalah yang jadi panutan kita. Setelah dewasa dan mengenal Tuhan Yesus Kristus, maka kita seharusnya belajar dan menjadi murid dari Tuhan Yesus. 

Ajaran-ajaran Nya kita dengarkan dan kita lakukan.
Kitab Matius 7:24 diatas jelas mengatakan bahwa jikalau kita mendengarkan dan melakukan firman Tuhan, kita menjadi orang yang bijaksana, yakni menjadi orang-orang yg mengetahui kebenaran. Sayangnya banyak orang percaya setelah mendengar firman Tuhan, ia tidak melakukannya. Terhadap orang-orang seperti itu Tuhan Yesus menegur dalam kitab 
Lukas 6:46 : "Mengapa kamu berseru kepada Ku : TUHAN, TUHAN, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan ?"

Salah satu contohnya adalah sbb: Di gereja Duta Injil, ada seorang Pilot Batik Air, Captain Mafella, yg memberikan kesaksian kenapa dia mempercepat penerbangannya 3 menit dari jadwal yg sdh ditentukan di Bandara Palu beberapa waktu yg lalu sebelum terjadinya gempa & tsunami yg dahysat di Palu. Beliau cerita bahwa sepanjang hari itu hatinya merasakan kegelisahan yg dia sendiri tidak tahu kenapa. Utk mengusir rasa kegundahan hatinya sepanjang perjalanan dr Ujung Pandang ke Palu, Ia menyanyi lagu2 rohani dgn nada keras,. Sampai-sampai Co-Pilotnya yg muslim menyarankan sambil bercanda supaya dia membuat CD lagu rohani.
Ketika hendak mendarat di bandara Palu, udara terlihat cerah tapi angin terlalu kencang dan ia mendengar suara dalam hatinya utk memutar sekali di udara sebelum landing. Letak bandara Palu diapit oleh 2 pegunungan dan itu sangat berbahaya bagi pilot, crew & penumpang dan pesawat yg akan mendarat di bandara Palu, mereka tidak boleh meleset sedikitpun. Hal itu mengingatkannya akan ayat firman Tuhan yaitu 
Mazmur 23:4: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku: gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku".

Sesaat setelah pesawat sukses landing, Ia mendengar lagi suara dalam hatinya utk lekas pergi dari bandara itu. Oleh karena itu dia menginstruksikan crewnya agar beristirahat 20 menit saja, sebelum pesawat kembali pulang ke Jakarta via Ujung Pandang. Ia bahkan tidak turun dari cockpit pesawat dan meminta izin kepada Menara Control utk mempercepat lepas landas 3 menit dari jadwal yg sdh ditentukan. Setelah ia mendapatkan izin take off dari Alm. Agung petugas dari menara control, mereka bersiap lepas landas.
Captain Mafella mengakui saat itu ia melanggar prosedur penerbangan karena ia mengambil alih tugas Co-Pilot dengan menambah kecepatan pesawat saat prosesi take off. Dia sendiri tdk tahu kenapa tapi tangannya terus memegang tuas agar kecepatan lebih besar supaya badan pesawat lebih cepat merangkak naik. Saat itu dia tdk tahu kalau gempa sdh melanda Palu, tapi dia merasa pesawat sedikit oleng ke kiri dan kanan. Menurutnya kalau saja dia terlambat 3 menit, maka dia tidak bisa menyelamatkan 140 penumpang karena aspal pacuan landas bandara bergelombang seperti kain ditiup angin! Beberapa menit selepas take off, dia mencoba menghubungi pihak menara namun sdh tdk dijawab lagi oleh Agung. Dia menengok kebawah dan melihat fenomena alam yg aneh. Air laut di pinggir pantai membentuk lubang yg sangat besar sehingga dasar laut terlihat. Ketika pesawat tiba di Ujung Pandang, barulah mrk diberitahu bahwa telah terjadi gempa dan tsunami di Palu dan pegawai menara control yg memandu pesawatnya take off telah gugur sesaat setelah memastikan pesawatnya lepas landas.

Kemudian siang hari itu sebelum ia bertolak terbang ke KL, Captain Mafella menegaskan pentingnya kita harus peka & mendengar & melakukan firman Tuhan. Dan dalam situasi apapun harus tetap tenang jangan panik supaya bisa jelas mendengar suara Tuhan yg disampaikan melalui Roh Kudus & firmanNya. Kesaksiannya adalah agar kita selalu percaya & melakukan firmanNya yg disampaikannya kepada kita setiap hari seumur hidup kita.

Untuk itu, marilah kita sadar bahwa jika kita siap menjadi murid Yesus Kristus (Yohanes 8:30-31), maka Yesus pun siap menjadi guru/rabbi, Penolong dan sahabat dalam perjalanan hidup kita sehari-hari. Memiliki pola hidup seperti itu syaratnya adalah ketaatan kepada Tuhan, melakukan perintahNya, dan mempunyai hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Jadikanlah Dia panutan kita dan lama-lama kita diproses menjadi sama seperti Yesus Kristus dalam berpikir, berkata-kata dan melakukan perbuatan kita sehari-hari.

Doa kami:
Tuhan Yesus Kristus, kami mau menjadi muridMu dan melakukan apa yang Kau katakan ya Tuhan, sehingga kami menjadi orang yang bijaksana dan menyenangkan Engkau dan sesama, dalam menjalani kehidupan ini. Amin

Tuhan Yesus memberkati.(Ajs)

2 comments so far:
    Sf. Rihi 3 November 2022 pukul 05.58 , mengatakan...

    Amin terimakasih Bu

     
    Gerawd 3 November 2022 pukul 10.11 , mengatakan...

    Amin, god bless ibu dan keluarga 🙏🏾

     
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin