“Siapakah yang akan
menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah
yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)
Bagi mereka yang
terlibat pelayanan, satu hal yang harus diingat dan diwaspadai adalah
kesombongan. Ada kesombongan jasmani karena punya harta, kuasa,
kedudukkan dll, tetapi ada juga kesombongan rohani yaitu merasa dirinya
paling benar atau bisa dibilang sok suci, ini perbuatan dosa yang sangat
berbahaya. Tanpa disadari hal ini sering terjadi, karena banyak
mengetahui kebenaran malah jadi merasa dirinya paling baik, paling benar dan
paling suci, karena itu bisa timbul rasa sombong. Menganggap rendah bagi
mereka yang belum tahu banyak kebenaran.
Bahkan bisa timbul penghakiman, jangan sampai hal ini terjadi. (Matius
7:2-3)
Sebaliknya kita yang
punya pengetahuan tentang kebenaran, kita bisa membawa mereka untuk mengenal akan
kebenaran dengan kasih, yaitu dengan menjadi pelaku firman, menjadi saksi
hidup dan menjadi teladan sehingga orang bisa melihat Yesus hidup dalam hidup
kita.
Ada suatu kesaksian
yang berhubungan sengan renungan diatas
Sebelumnya Pak Alex Tiris dulu pernah merantau ke jakarta tahun 1979 setelah putus sekolah SMU di Jayapura. Hidup di Jakarta tanpa tujuan yg pasti dan terjurumuskan dlm kehidupan Jakarta yang keras dan buas. Mengalami depresi yg berakibat kehilangan ingatan atau ganguan kejiwaan antara tahun 1988-1991.Kalau pernah dengar kisah orang gila dari Papua yang jalan kaki setiap hari hanya dgn gunakan celana dalam saja di sepanjang jalan raya dari bogor cililitan sampai pasar cibinong utk mengais sisa2 makanan di warung2 dan tong2 sampah tahun 1989-1990 itu adalah beliau ini. Tahun 1990 akhir beliau ditampung di GPDI Pelita Kasih Cibubur Jakarta Timur dan dilayani sampai pulih dari sakit kejiwaan. Tuhan Yesus sendiri yg datang sembuhkan dan pulihkan total !!. Beliau terlibat pelayanan di jemaat lokal ini dan beliau juga akhirnya bertemu istrinya boru Pandjaitan di dalam Jemaat GPDI Pelita Kasih ini. Pernikahan yg awalnya tidak direstui keluarga besar Pandjaitan krn kata Pak Alex Tiris, keluarga istrinya bilang "..Gak ada masa depan kawin sama Alex itu......orang irian, hitam, miskin barusan sembuh dari gila lagi.."
Tapi kalau Tuhan yg pertemukan, semua kebutuhan pernikahan Tuhan Yesus siapkan semuanya utk Pak Alex tanpa satu rupiahpun dikeluarkan dari saku pribadi Pak Alex karena memang dia tdk punya uang. Hidup sehari-hari saja dari belas kasihan jemaat GPDI Cibubur ! Pernikahan berlangsung di sebuah hotel bintang lima di Jakarta yang dibiayai oleh seorang direktur bank yang dijamah Tuhan ketika mendengar kesaksian Pak Alex dlm suatu pelayanan di Jakarta.
Sebelumnya Pak Alex Tiris dulu pernah merantau ke jakarta tahun 1979 setelah putus sekolah SMU di Jayapura. Hidup di Jakarta tanpa tujuan yg pasti dan terjurumuskan dlm kehidupan Jakarta yang keras dan buas. Mengalami depresi yg berakibat kehilangan ingatan atau ganguan kejiwaan antara tahun 1988-1991.Kalau pernah dengar kisah orang gila dari Papua yang jalan kaki setiap hari hanya dgn gunakan celana dalam saja di sepanjang jalan raya dari bogor cililitan sampai pasar cibinong utk mengais sisa2 makanan di warung2 dan tong2 sampah tahun 1989-1990 itu adalah beliau ini. Tahun 1990 akhir beliau ditampung di GPDI Pelita Kasih Cibubur Jakarta Timur dan dilayani sampai pulih dari sakit kejiwaan. Tuhan Yesus sendiri yg datang sembuhkan dan pulihkan total !!. Beliau terlibat pelayanan di jemaat lokal ini dan beliau juga akhirnya bertemu istrinya boru Pandjaitan di dalam Jemaat GPDI Pelita Kasih ini. Pernikahan yg awalnya tidak direstui keluarga besar Pandjaitan krn kata Pak Alex Tiris, keluarga istrinya bilang "..Gak ada masa depan kawin sama Alex itu......orang irian, hitam, miskin barusan sembuh dari gila lagi.."
Tapi kalau Tuhan yg pertemukan, semua kebutuhan pernikahan Tuhan Yesus siapkan semuanya utk Pak Alex tanpa satu rupiahpun dikeluarkan dari saku pribadi Pak Alex karena memang dia tdk punya uang. Hidup sehari-hari saja dari belas kasihan jemaat GPDI Cibubur ! Pernikahan berlangsung di sebuah hotel bintang lima di Jakarta yang dibiayai oleh seorang direktur bank yang dijamah Tuhan ketika mendengar kesaksian Pak Alex dlm suatu pelayanan di Jakarta.
Setelah kelahiran
anak pertama mereka yg diberi nama Aldrey Tiris tahun 1995, Pak Alex mulai
berpikir utk pulang ke Jayapura. Awal tahun 1998, beliau memboyong istri dan
anaknya hijrah ke Jayapura. Di Jayapura beliau mulai kerja serabutan dari
pengumpul besi tua, barang2 bekas hingga angkut2 barang2 dagangan di pasar.
Disamping itu, pekerjaan utama pak Alex adalah sbg penginjil atau misionaris dilakukan tanpa
henti. Rumah sakit jiwa Abepura adalh tempat yg paling sering dikunjunginya utk
mendoakan orang2 ganguan jiwa. Penginjilan juga dari rumah ke rumah, dari rumah
sakit ke rumah sakit. Waktu kerja dan pelayanan diatur dgn baik. Kadang istri
dan anak2nya mengeluh tidak punya uang makan, beliau minta mereka berdoa di
rumah, beliau pergi penginjilan. Tidak ada amplop atau uang yg didapat selama
pelayanan karena kebanyakan yg dilayani firman dan doa kesembuhan dan
keselamatan hanyalah orang2 ganguan jiwa, orang2 sakit dan yg keadaan
ekonominya pas2an. Namun Tuhan memelihara keluarganya seperti Tuhan memelihara
nabi Elia selama masa kekeringan di Israel 3.5 thn dimana burung2 gagak datang
membawah roti dan daging pagi dan sore hari. Keluarganya juga mengalami
pemeliharahan Tuhan yg ajaib !
Suatu saat beliau
disuruh Tuhan pergi tegur dua orang hamba Tuhan terkenal & sombong di
Papua, namun beliau malah dikerjain olehkedua hamba Tuhan tersebut bersama dg majelis
gerejanya. Dengan rasa malu beliau pulang, namun Tuhan Yesus bilang, bukan
beliau yang ditolak dan dipermalukan, namun Tuhan Yesus sendiri yg ditolak dan
dipermalukan oleh kedua hamba Tuhan tersebut. Dan tdk berapa lama kemudian,
kedua hamba Tuhan tersebut jatuh sakit berat hingga berobat kemana-mana sampai
ke Singapore tapi akhirnya meninggal juga dalam penderitaan yg panjang selama
kurang lebih 2-3 tahun.
Kemudian tahun 2005,
Tuhan pertemukan Pak Alex dgn bapak Yan Awom yg menawarkan Pak Alex pekerjaan
sbg tukang parkir di depan jalan Ahmad Yani Jayapura, tepatnya depan bank
Mandiri hingga Sagu plaza Jayapura. Seluruh hasil pertama / buah sulung dari
pekerjaan tukang parkir ini Pak Alex persembahkan semuanya untuk Tuhan,
meskipun awalnya istri dan anak2nya protes, tapi kemudian mereka bisa terima
keputusan bapak mereka menyerahkan uang tersebut ke gereja. 13 tahun sudah Pak
Alex Tiris menekuni karir sbg tukang parkir di kota jayapura dan istrinya
jualan serabutan di rumah mereka di Polimak. 5 orang buah hati mereka di
berkati Tuhan dgn kepintaran diatas rata-rata dan semuanya sekolah dari SD-SMU
di salah satu sekolah unggulan di kota Jayapura. Menjadi lulusan terbaik
di SMU, anaknya sulungnya Aldrey Tiris kemudian diterimah di Akmil TNI AL
Surabaya dan tanggal 19 Juli 2018 menjadi salah satu lulusan terbaik dan
dilantik secara resmi oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta. Demikian
juga halnya terjadi dg anaknya yg kedua.
Ajaib dan luar biasa karya Tuhan Yesus dalam kehidupan Pak Alex Tiris dan keluarganya !.
Ajaib dan luar biasa karya Tuhan Yesus dalam kehidupan Pak Alex Tiris dan keluarganya !.
Dari kesaksian
diatas, ada hikmat yang bisa kita ambil yaitu kita tidak boleh menganggap
rendah orang yang dibawah kita, kita jangan melihat orang dari masa
lalunya. Jangan mengungkit masa lalu orang yg suram, hal itu sangat menyakitkan
apalagi sampai menghakimi, karena seperti apa hidup dia sekarang, bukan
berarti bahwa dia bersalah terhadap apa yg dia alami, tetapi lihat
bagaimana penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Jangan menghina orang pilihan Tuhan
karena firman Tuhan berkata
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)
Kiranya kita bisa
menjadi orang yang rendah hati penuh kasih kepada setiap orang tanpa memandang
siapa dia, apa latar belakangnya. Satu hal yang Tuhan mau yaitu hati yang
mengasihi. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa kesombongan.
Tuhan Yesus
memberkati kita semua!
Doa kami:
Tuhan Yesus,
tolonglah kami umatMu agar kami jangan sampai jatuh dalam kesombongan rohani.
Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.