Shallom....
Kesabaran
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan,
dan bertekunlah dalam doa”! (Roma 12:12)
Berapa banyak diantara kita yang bertanya Tuhan kenapa belum
menjawab doaku ? atau Kapan ya Tuhan masalahku mempunyai jalan keluar ? Kita
tidak seharusnya bertanya seperti itu, tetapi kita minta kekuatan dan kesabaran
dari Tuhan untuk menghadapi segala persoalan yang membebani, karena bisa jadi
apa yang kita minta tidak sesuai dengan yang Tuhan mau. Jadi semua adalah hak
prerogatif Tuhan. Seperti seorang anak yang meminta sesuatu kepada Bapa,
bagaimana agar belas kasihan Tuhan turun atas kita dan tidak mengeraskan hati,
sehingga permintaan kita dikabulkan sesuai dengan ketentuan dan waktunya Tuhan.
Kesabaran adalah salah satu yang harus kita lakukan.
Kesabaran berbuah manis setelah menunggu 20 tahun. Seperti tulisan dibawah ini:
Suara dari Papua. Suatu curahan hati seorang anak Papua, yg saya copas dari
wall Hadi Wibowo, terambil dari tema “Peduli Papua, Presiden Jokowi”, By
Cristian Pundulay
Banyak orang yg sok tahu amat tentang Papua, menulis begana
begini begono tentang Papua. Eh saya yg hidup di Papua sejak th ‘95, tidak mau
belagu nulis tentang Papua, apalagi sok tauu. Saya hidup di daratan Serui, tahu
Serui tidak? Salah satu pulau yg terluar, di kabupaten kepulauan Yapen, Papua
Daerah ujung tipis, yg masyarakatnya hidup di garis bawah sejak bumi ini ada.
Miskin?? sudah pasti, tapi kami tahu cara bersyukur pada Tuhan.
Stop-lah menulis tentang kami anak anak Papua, jangan lagi
kalian mencari nama dengan seolah olah ber-empati pada kami, tapi tidak
melakukan apa apa. Kalian mungkin beruntung hidup di barat indonesia. senangnya
bukan main, serba ada dan murah. Kalian lahir pakai dokter, kami tidak. Kalian
bisa menonton TV sejak lahir, bahkan sebelum lahir, namun kami baru 3 tahun
ini. Kalian bisa berjalan di aspal dg gagah, Tetapi kami ?? syukur syukur saja,
bukan berjalan di kubangan babi. Tahu tidak kalian berapa harga sekarung beras
50 kg?? Sejuta cuk Sejuta!!
Puji Tuhan, kami tidak terlalu biasa makan nasi yg mewah
dari kecil. Beras itu mewah bagi kami, makanan orang orang kaya. Kami cukup
hidup dengan talas atau enau. Syukur syukur kalau jagung lagi murah, sedikit
mewah-lah kami makan sekeluarga. Tahu tidak kenapa rumah kami cuma bak kandang
sapi kalian?? Siapa yg mampu beli semen satu sak Rp 2,5 juta. Lihat uang segitu
gak pernah. Cuma tahu baca kami disini. Boro boro mau beli semen buat rumah,
mikul semen satu sak 20 km udah mati duluan kami disini.
Terus apa kami marah dengan kondisi dan ketimpangan itu??
Tidak. Kami sudah biasa jadi anak tiri bahkan di anggap anak pungutan. Kami
biasa di lupakan, meski kekayaan alam kami di keruk sampai ke akar bumi. Lalu
uang nya di beri untuk kalian di barat sana. Aspal kalian licin, rumah kalian
terang, sekolah kalian bagus sudah, rumah sakit kalian mewah.Kami dapat apa??
Dapat ampas dan kerusakan dari itu semua. Kami tidak marah, kami ikhlas berbagi
sama kalian, kekayaan alam kami untuk mempercantik daerah kalian.
Namun ternyata di kemudian hari ini, daerah kami mulai di
bangun, rumah sakit so ada dokter, sekolah so pake sepatu. Harga beras murah
sudah, beli semen sudah tak semahal berlian lagi. jalan kami mulai lebar. Tapi
kalian ribut!Apa cuma kalian yg ingin rumah sakit lengkap? Apa cuma kalian yg
ingin jalan ber-aspal? Apa cuma kalian yg ingin makan nasi? Apa cuma kalian yg
ingin pasang listrik? Heeiiiii kami jugaaa.... Kami juga manusia, manusia
Indonesia. Cukuplah kulit kami saja yg gelap, daerah kami jangan! Cukup rambut
kami saja yg bergelombang, jalanan kami jangan!! Cukuplah kekayaan alam kami
saja yg kalian keruk, sifat kalian juga jangan macam beruk. Ikhlas-lah sedikit
berbagi dengan kami anak anak Papua, anak anak pelosok rimba yg juga ingin
merasakan bagaimana di anggap layak-nya manusia.!!
Di tangan tukang kayu yg rupanya tidaklah gagah, badan nya
tidaklah tegap ...Tapi kami di anggap......Kami di setarakan. Kami di hargai
selayaknya manusia Indonesia. Kami tidak kenal rupa tukang kayu itu, tapi hasilnya
kerja-nya, membuat kami kenal bagaimana kearifan, kebijaksanaan, keadilan,
kesejahteraan yg merata ada dalam benak kepemimpinannya dan dia mencoba untuk
berbuat yg terbaik untuk kami. Membangun tidaklah mudah, apalagi membangun
Papua. Daerah dgn struktur alam perbukitan, meliuk dan daerah yg masih beralam
brutal, karena tidak terjamah pembangunan selama ini. Semua butuh waktu.. semua
butuh proses..
Tapi seorang anak desa pinggiran sungai Bengawan Solo telah
berupaya dan terus berjuang untuk kemajuan kami anak anak Papua. Terima kasih
presiden ku,terima kasih bapak Joko Widodo. Di tangan anda, kami merasakan
layak-nya di anggap manusia Indonesia. Salam dari Serui.. Dari anak bangsa yg
pernah terpinggirkan. Oleh Cristian Pundulay.
Meskipun, tentunya Tuhan tidak membiarkan kita umatNya
dicobai melampaui kekuatan kita, tetapi dg contoh kisah tsb diatas, sedikit
banyak kita sebagai para umat Tuhan, bisa bersama-sama sedikit mulai memahami
& mulai turut berbuat suatu kebaikan, bukan hanya melalui tulisan, tetapi
dengan perbuatan dalam kasih, bagi mereka yang tinggal jauh daripada kita dari tempat
kita tinggal; yakni salah satunya di pulau terluar di Indonesia, sebab mereka
juga adalah termasuk orang-orang Indonesia. Dan selain itu masih ada banyak
sekali daerah2 lainnya di Indonesia yang masih dalam keadaan terasing dan berada
jauh dibawah garis kemiskinan di Indonesia negri kita ini.
1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Demikian renungan ini agar bisa menjadi pelajaran berharga
bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Dan salam sejahtera dari seorang saudari
kita seiman dalam Kristus, kawan sekerja Allah yg tinggal jauh diluar pulau
Jawa.
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami semua umatMu utk mulai
memahami dan mulai turut berbuat sesuatu kebaikan dengan perbuatan dalam kasih
kepada sesama kami. Amin
Tuhan Yesus memberkati

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Terimakasih. Amin