“Janganlah takut, sebab
Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan
meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yg membawa kemenangan”. (Yesaya 41:10)
Marilah kita renungkan
bersama bahan renungan yg dikirimkan oleh kawan sekerja di ladang Tuhan di
pdairhidup, yang telah kami sadur dan tambahkan. Semoga berguna bagi kita
semua, terutama bagi diantara kita pembaca renungan pdairhidup, yg sedang berada dalam pergumulan, letih lesu
dan beban berat.
Sebagai orang yg percaya
kepada Tuhan dan hidup menuruti firmanNya, ketika kita mengalami beratnya beban, tekanan & kesulitan hidup, dan kita berseru & berdoa: “Ya,Tuhan...Penolongku aku aman dalam
lindunganMu”.Namun kadang-kadang Allah
dalam Yesus Kristus, sepertinya “membiarkan” kita berjuang sendiri.
Tetapi ternyata hal itu
tidaklah demikian, Tuhan Yesus Kristus dengan perantaraan RohNya yakni Roh
Kudus, Ia tidak pernah meninggalkan kita, melainkan selalu menyertai kita
senantiasa sampai akhir zaman. (Matius 28:20 dan Yohanese 14:15-17) Ia berjuang bersama kita, dan menjadi pemimpin
kita dalam menghadapi semua kesulitan, persoalan & masalah hidup kita, dan bahkan
Ia juga berperang bagi kita untuk menyelesaikan semuanya itu, dan kita akan
diam saja.
Contoh: Ketika bangsa
Israel keluar dari Mesir dan dikejar oleh Firaun dan segala tentaranya, dan
pada waktu itu orang-orang Israel sedang berkemah ditepi laut Teberau. Mereka
ketakutan melihat Firaun dan pasukkannya datang menyusul mereka, maka merekapun
sangat ketakutan dan mengomel kepada Musa yg diutus Allah utk membebaskan
mereka dari penjajahan Mesir.
Lalu kata Musa kepada mereka: Janganlah takut
berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yg akan diberikanNya hari
ini kepadamu. Sebab orang-orang Mesir yg kamu lihat hari ini , tidak akan kamu
lihat lagi utk selama-lamanya. Tuhan akan berperang utk kamu dan kamu akan diam
saja. Lalu Tuhan berfirman kepada Musa: Angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah
tanganmu keatas laut Teberau dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan
berjalan dari tengah-tengah laut Teberau di tempat kering.
Dan Tuhan
juga mengirim Malaikat Allah sebagai tiang awan utk berdiri dibelakang orang-orang
Israel dan didepan Firaun & bala tentaranya. Dan tiang awan ini menimbulkan
kegelapan yg gelap sekali, sehingga yang satu tidak bisa mendekati yg lain semalaman.
Sementara itu, semalaman orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di
tempat kering, menyeberangi laut itu.
Sesampainya diseberang, ketika orang Mesir
mengejar mereka melalui tengah laut ditempat kering itu, dan ketika orang Mesir
berada ditengah-tengah laut, Tuhan berfirman kepada Musa: Ulurkanlah tanganmu
keatas laut supaya air berbalik & meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan
orang mereka yg berkuda. Demikianlah Tuhanpun mencampakkan orang-orang Mesir
itu ke tengah-tengah laut, dan tidak ada seorangpun yg tinggal dari mereka, semuanya
mati tenggelam ditengah-tengah laut. (Keluaran 14:22-28) Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan
orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang-orang
Mesir mati terhantar/terdampar di pantai laut. (Keluaran 14:9-30)
Hal yg demikian juga, pernah
dialami oleh penulis renungan ini, kemarin pagi ketika dia tidak punya bahan
renungan utk tgl 4 oktober 2016, sebab pada tgl 3 oktober 2016 dia telah salah
minum obat, sehingga maagnya mual dan meskipun sudah sepanjang hari dia
berusaha utk membuat renungan itu, tetapi tidak berhasil, mungkin karena
menahan sakit mualnya selama hari itu. Dan ketika dia mencoba utk mencari bahan
renungan rohani lain ternyata provider internetnya sedang mengalami gangguan teknis.
Jadi malam harinya dia berdoa saja kepada Tuhan dan menyerahkan semua
masalahnya kepada Tuhan, lalu beristirahat tidur.
Keesokkan harinya pk 4 pagi
hari dia bangun dalam keadan roh, jiwa, tubuh yg sehat; dia cek bahwa saluran
internetnya masih ada ganguan teknis dan belum bisa tersambung. Tetapi kemudian
ketika dia mencoba lagi pd pk 7 pagi untuk mencari bahan renungan lagi melalui
internet dan ternyata bisa tersambung. Lalu ketika dia membuka email pdairhidup,
ternyata disitu sudah ada suaatu bahan renungan yg sudah disediakan Tuhan, yg
dikirimkan oleh rekan sekerja Allah di ladangNya pdairhidup, dan telah dimuatnya
pada tgl 4 oktober 2016. Terpujilah
Tuhan, yang selalu ada bersama kita, menolong kita dan menyelesaikan semua
persoalan & kesulitan dan berperang gantikan kita. Oleh perantaraan RohNya,
Ia selalu ada & tinggal bersama kita dalam hati & hidup kita.
Sebab itu, hilangkanlah
perasaan bahwa Tuhan membiarkan kita berjalan sendirian. Ia selalu berjalan
bersama kita, sebab Ia tinggal dan hidup didalam kita, yakni dalam hati &
hidup kita. (1 Korintus 6:19 dan Yohanes 14:15-17) Hanya saja, kita harus tahu
bahwa Tuhan tidak ingin memanjakan kita, tetapi selalu “mendidik” kita karena
kita adalah anak2Nya. Jadi tetaplah berusaha semampu kita, ketika tidak sanggup
lagi serahkanlah semua beban berat & letih lesu kita itu kepadaNya, maka Ia
pasti akan menyelesaikannya bagi kita dan memberi kita kelegaan. (Matius 11:28)
Kalau sebagai orang yg
percaya kepada Tuhan, kita belum punya Roh Kudus, maka mintalah kepada Allah
Bapa di sorga dalam nama Yesus, Ia pasti akan memberikan Roh Kudus kepada kita
anak-anakNya. (Lukas 11:13)
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas pengaturanMu dalam hidup kami dan
penuhilah kami senantiasa dg RohMu ya Tuhan. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.