"Murah hati" yang tertulis dalam nas tersebut diatas, dalam bahasa inggrisnya versi KJV ditulis merciful=pengampun, tidak mendendam dan penuh belas kasihan. Sedangkan "murah hati" dalam kitab Mazmur 30:6 dalam bahasa inggirsnya ditulis favour=suka beramal/berbuat kebaikkan tanpa pamrih & senang hati. Kata murah hati pada Mazmur 30:6 ini, dalam bahasa aslinya ditulis "ratsown atau ratson". Yang berarti anugerah, kebaikkan, rela & suka berbuat kebaikkan. Biasanya ini adalah suatu perbuatan atau tindakan yang diberikan/dilakukan dari orang yang lebih tinggi/kuat keadaannya. Misalnya : Dari Raja terhadap rakyatnya, dari atasan terhadap bawahan, dari guru terhadap murid, dari orang yang menolong terhadap orang yang ditolong dan lain-lain.
Dalam kitab Lukas 10 : 25 – 37, kita menemukan satu contoh yang sangat baik untuk memahami hal "kemurahan hati". Dalam teks ini dijelaskan tentang seorang Samaria yang murah hati, dia menunjukan belas kasihan yang luar biasa. Dia berbeda dengan para Imam dan orang Lewi, yang meskipun tahu tentang apa yang harus dilakukannya sesuai perintah Tuhan, bagi orang yang menderita & terluka akibat diserang oleh penyamun ; namun mereka tidak berbuat apa-apa.
Sedangkan orang Samaria yang murah hati itu memberi pertolongan bagi orang Israel yang dirampok itu sebagai suatu "anugerah". Kenapa "anugerah"?
Sebab meskipun dia adalah seorang yang kafir dimata orang Israel, yang dihina, direndahkan, ditolak dan dikucilkan ; tetapi dia masih mau memberikan bantuan & pertolongan kepada salah satu bangsa Israel yang menghinanya & menolaknya itu. Padahal bisa saja dia pergi melewati orang Israel yang dirampok itu & mengabaikannya, sama seperti yang dilakukan oleh Imam dan orang Lewi.
Orang Samaria itu memberikan pertolongan kepada orang Israel yang dirampok itu adalah merupakan suatu "anugerah" bagi orang Israel itu. Sebab tidak ada keharusan sama sekali bagi orang Samaria untuk menolong orang Israel itu. Orang Samaria itu berhak untuk mengabaikannya. Tetapi dia tidak membeda-bedakan anugerahnya atau kemurahan hatinya terhadap orang sesama bangsanya, ataupun musuhnya. Orang Samaria itu melakukan kemurahan hati, tanpa mempersoalkan latar belakang yang ada daripada orang yang ditolongnya. Ketika ada salah seorang dari bangsa Israel yang kesusahan & terluka, akibat dirampok dan dilukai oleh penyamun ; dia tetap suka menolong orang Israel yang kesusahan tersebut. Dia membalas kejahatan dengan kebaikan! Orang Samaria itu tidak sakit hati atau mendendam atas sikap bangsa Israel yang selalu merendahkan & menghina mereka. Sebaliknya dia mengampuni, berbelas kasihan dan menolong orang Israel yang sedang menderita & luka-luka karena dirampok dan dicederai oleh penyamun itu.Selanjutnya silahkan baca selengkapnya "Kisah orang Samaria yang murah hati" dalam kitab Lukas 6:27-35.
Dengan hidup murah hati yaitu pengampun, sabar dan penuh belas kasihan, maka secara tidak langsung kita semua umat Tuhan sudah mengikuti teladan Tuhan, yaitu panjang sabar, pengampun, pengasih dan tidak mendendam. Hanya sesaat saja Tuhan murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati. (Mazmur 30:16)
Selain itu, murah hati adalah salah satu aspek daripada kasih. (1 Korintus 13:4) Orang yang murah hati yang diperlihatkan oleh orang Samaria dalam nas diatas, dia mengasihi sesamanya dengan tulus/tanpa pamrih dan sukacita. Dijelaskan dalam teks itu betapa dia mengasihi orang Israel yang kesusahan dan terluka akibat dirampok penyamun itu, sehingga dia turun dari keledai yang ditungganginya, membalut luka orang itu, menyiramnya dengan anggur & minyak, bahkan menaikkan orang Israel itu keatas keledai serta membawanya ke penginapan dan membayar semua biayanya dimuka dan jikalau kurang uang pembayarannya, maka sekembalinya dia dari perjalanan nanti, dia akan mampir lagi untuk melunasi kekurangannya. Dia tidak merasa perlu untuk memperoleh tanda/ucapan terima kasih dari orang Israel yang ditolongnya.
Semuanya dilakukannya dengan suka cita & tanpa pamrih, seperti Tuhanpun telah mengorbankan nyawaNya dengan rela dan sebagai korban penebus dosa umat manusia. Bagi mereka yang percaya kepadaNya, maka mereka diampuni dosanya & diselamatkan.
Jadi kemurahan hati selalu berkaitan dengan pengorbanan, seperti yang dilakukan Yesus. Dengan suka bermurah hati, yang tanpa pamrih/tulus, maka secara tidak langsung kita semua umat Tuhan, sudah memenuhi perintahNya yang utama. (Lukas 10:27)
Doa kami :
Tuhan Yesus, tolonglah kami, supaya kami dapat senantiasa bermurah hati terhadap orang-orang yang membutuhkan. Amin.
Tuhan Yesus, tolonglah kami, supaya kami dapat senantiasa bermurah hati terhadap orang-orang yang membutuhkan. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.