"Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya dan
kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, maka, aku masih dapat
menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi kalau orang yang dekat dengan aku
temanku dan orang kepercayaanku, kami yang
bersama-sama bergaul dengan baik dan masuk rumah Allah ditengah keramaian.
Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup kedalam dunia
orang mati ! ............." (Mazmur 55:13-16)
Tema renungan kita hari ini adalah tentang penolakkan.
Dalam hidup ini, kita pasti pernah mengalami yang namanya penolakan.
Misalnya: Jika kita adalah seorang sales atau marketing executive dan coba
menghubungi calon langganan untuk menawarkan produk atau jasa perusahaan kita,
maka bisa saja setiap hari kita mengalami penolakkan. Untuk janji minta ketemu
saja, mereka sulit mengiyakan dengan alasan sibuk atau nanti saja atau saya
tidak tertarik dengan produk atau jasa perusahaan anda dan sebagainya.
Sudah tentu hal itu akan membuat kita jadi kecewa, lesu, stress,
jengkel dll. Padahal maksud kita adalah untuk menjelaskan keuntungan bagi calon
pembeli tentang produk baru dan jasa perusahaan kita tersebut, tetapi justru
kita malah dianggap mengganggu dan akan merugikan mereka.
Hal itu tidaklah mengherankan, sebab Yesus ketika Dia masih berada
dalam kandungan Maria, ibunya-pun dan waktu maria dan Yusuf membutuhkan
pertolongan tempat untuk menginap dan melahirkan, ternyata mereka ditolak dimana-mana, tidak ada penginapan yang kosong
dan tidak ada seorang pun yang mau menolong, sampai-sampai pada akhirnya Maria
dan Yusuf terpaksa memakai kandang domba sebagai tempat untuk melahirkan Yesus
dan bayi kecil Yesus ditaruh di palungan yaitu semacam tempat untuk makan
domba-domba.
Dalam Yohanes 1:11 dikatakan : " Ia datang kepada milik
kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya."
Dalam hidup bermasyarakat, bukan hanya Marketing atau Sales executive
yang mengalami penolakan, tetapi banyak juga terjadi penolakkan dari anggota
keluarga kita sendiri. Tentu saja hal ini sangat menyakitkan hati dan sangat
menjengkelkan, karena dari teman, sahabat dan orang dekat sendiri yang menolak
kita. Contohnya: Istri menolak suami, karena suaminya sedang jobless alias
menganggur atau terbaring kena stroke. Atau ketika berpacaran sangat lembut dan
mengasihi suaminya, namun setelah menikah
kelakuannya menjadi luar biasa galak dan cerewet kepada suami. Apalagi
ketika penghasilan suaminya menurun, si istri jadi lebih cerewet dan galak
lagi. Demikian juga ada cukup banyak orang tua yang dianggap merepotkan,
menyusahkan dan tidak berguna lagi oleh anak-anaknya, lalu mereka
"ditelantarkan, dibuang" dan dititipkan di rumah/panti jompo. Sungguh
penolakkan adalah merupakan sesuatu yang sangat menyedihkan, menyakitkan hati dan
sekaligus menjengkelkan.
Dalam nas diatas juga dituliskan betapa kecewa, sakit hati, sedih,
stress dan marahnya pemazmur yaitu raja Daud yang mengalami penolakkan dari
Absalom, anak kandung nya sendiri dan Ahitofel, penasihat dekatnya/pribadinya,
yang bersama-sama telah berkhianat dan memberontak terhadapnya.
Dalam kehidupan di gereja pun, kita melihat adanya semacam bentuk
penolakan. Yaitu Yang miskin bergaul dengan yang miskin, dan yang kaya dengan
yang kaya saja bergaulnya. Disini secara tidak langsung terlihat bahwa Yang
kaya melakukan penolakan terhadap yang miskin. Padahal Tuhan katakan bahwa kita
semua masing-masing adalah sesama anggota tubuh Yesus Kristus. (Roma 12:5)
Namun kecewa dan sakit hati kita itu, belumlah seberapa jika
dibandingkan dengan kekecewaan, penderitaan dan sakit hatinya Tuhan, dimana Dia
telah rela mati dengan cuma-cuma mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib,
sebagai korban penebus dosa manusia, supaya setiap manusia yang percaya
kepadaNya beroleh hidup yang kekal.
Tetapi sampai sekarang ternyata ada banyak sekali manusia yang menolak
anugerahNya itu dan tidak mau percaya kepada Tuhan dan bahkan anti kepadaNya.
Oleh karena itu marilah kita memulai tahun yang baru 2013 ini dengan
introspeksi diri kita, lalu belajar mengampuni, dan menerima sesama kita apa
adanya. Sebab Tuhan sendiri tidak akan pernah menolak atau membuang kita,
jikalau kita datang dan percaya kepadaNya. ((Yohanes 6:37)
Doa kami:
Bapa dalam Yesus Kristus, tolonglah kami untuk dapat mengampuni semua
orang yang menolak kami dan mampukanlah kami untuk dapat menerima sesama kami
apa adanya. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.