"Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya".(Yeremia 17:10)Ada suatu kisah nyata yang pernah dialami oleh saudari kita Maya sehubungan dengan nats tersebut diatas. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.
Suatu hari di gereja tempat saya beribadah mengumumkan bahwa gereja
sedang butuh dana untuk pembangunan rumah ibadah. Disaat yang sama saya juga mau beli kalung untuk kado ulang-tahun buat mama saya. Tapi hati saya begitu terdorong ingin memberi buat pekerjaan Tuhan. Padahal sebenarnya saya adalah tipe orang yang pelit mengeluarkan uang untuk sesuatu yang diluar rencana saya. Tapi perasaan ingin memberikan dana untuk pembangunan gereja Tuhan begitu kuat. Sehingga akhirnya saya ambil dari tabungan Rp 500 ribu untuk disumbangkan ke gereja.
Namun kira-kira seminggu kemudian, saya menerima telpon..kringgg.... "Halo dengann ibu maya ? Selamat yah anda dapat undian dr Lotte Mart". Saya sangat terkejut, karena seumur hidup saya, belum pernah dapat undian, walaupun saya suka mengisi kupon belanja dengan harapan siapa tahu dapat undian, hahahaa..... !
Dengan sedikit kagak percaya dan sambil bercanda saya bertanya: "Saya dapat apa pak ?"
Dijawab oleh petugas Lotte tsb.."Anda mendapatkan kupon belanja senilai rp 500 ribu !!..
Saya kaget mendengar jumlahnya..lalu saya ingat..oh God, You didn't misss the number!!! Dengan full ! Tuhan telah ganti apa yang telah saya berikan untuk pembangunan gereja Tuhan tersebut.
Jadi apabila kita memberi kemurahan dengan tulus ikhlas, maka Tuhan yang menyelidiki hati, Ia akan memberi kemurahanNya kepada kita setimpal dengan perbuatan kita itu. Selain itu, kita juga perlu ingat bahwa Tuhan mengerti akan liciknya dan kerasnya hati seseorang.(Yeremia 17:9)
Jadi apabila kita berbuat kebaikkan/kemurahan dengan suatu maksud jahat yang terselubung atau rencana yang licik, maka Tuhan pasti akan mengetahuinya dan Ia akan membalas kejahatan atau kelicikkan kita, setimpal dengan perbuatan kita itu.
Contohnya adalah seperti yang dikatakan Tuhan dalam kitab Yesaya 29:13 kepada bangsa Israel yang menyembah Tuhan tidak dengan sepenuh hati, melainkan dengan mendua hati yaitu percaya kepada Allah, tetapi juga menyembah patung-berhala: "..... bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripadaKu, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan". Sehingga akibatnya Tuhan menghukum bangsa Israel dan membuat mereka kehilangan hikmatnya dan orang Israel yang pandai dan bijaksana akan kehilangan kepandaiannya dan kebijaksanaannya.(Yesaya 29:14-16)
Demikian juga kita harus berhati-hati dengan batin kita atau pikiran kita. "Menguji batin" dalam terjemahan bhs inggris NASV ditulis: "test the mind= mengetest/memeriksa pikiran". Karena Tuhan juga memeriksa pikiran kita dalam tingkah langkah kita. Kalau kita mempunyai pikiran yang jahat, maka Tuhan juga mengetahuinya.
Misalnya firman Tuhan katakan kalau seseorang memandang perempuan serta menginginkannya, maka ia sudah berzinah dengan perempuan itu dalam hatinya. Dan untuk itu Tuhan katakan cungkillah matamu yang kanan yang menyesatkan engkau dan buanglah itu, karena lebih baik jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan kedalam neraka.(Matius 5:28-29)
Selain daripada itu Tuhan juga memperhatikan semua perkataan yang kita ucapkan, karena apa yang kita ucapkan adalah meluap dari hati kita.(Matius 12:34)
Jadi kita juga perlu sungguh-sungguh memperhatikan dan menjaga lidah bibir mulut kita, agar jangan sampai mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Karena untuk itu Tuhan katakan dalam kitab Matius 12:36 bahwa Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman (baik di dunia ini ataupun nanti di sorga).
Terpujilah Tuhan yang sudah memberitahukan kepada kita tentang suatu pedoman penting yang perlu kita ketahui, dalam menjalani hidup di dunia ini ; sehingga kita selanjutnya dapat berhati-hati dalam setiap langkah, perkataan, pikiran dan perbuatan kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, ingatkanlah kami selalu akan firmanMu ini, supaya kami dapat berhati-hati dalam setiap langkah, perkataan, pikiran dan perbuatan kami. Amin
Suatu hari di gereja tempat saya beribadah mengumumkan bahwa gereja
sedang butuh dana untuk pembangunan rumah ibadah. Disaat yang sama saya juga mau beli kalung untuk kado ulang-tahun buat mama saya. Tapi hati saya begitu terdorong ingin memberi buat pekerjaan Tuhan. Padahal sebenarnya saya adalah tipe orang yang pelit mengeluarkan uang untuk sesuatu yang diluar rencana saya. Tapi perasaan ingin memberikan dana untuk pembangunan gereja Tuhan begitu kuat. Sehingga akhirnya saya ambil dari tabungan Rp 500 ribu untuk disumbangkan ke gereja.
Namun kira-kira seminggu kemudian, saya menerima telpon..kringgg.... "Halo dengann ibu maya ? Selamat yah anda dapat undian dr Lotte Mart". Saya sangat terkejut, karena seumur hidup saya, belum pernah dapat undian, walaupun saya suka mengisi kupon belanja dengan harapan siapa tahu dapat undian, hahahaa..... !
Dengan sedikit kagak percaya dan sambil bercanda saya bertanya: "Saya dapat apa pak ?"
Dijawab oleh petugas Lotte tsb.."Anda mendapatkan kupon belanja senilai rp 500 ribu !!..
Saya kaget mendengar jumlahnya..lalu saya ingat..oh God, You didn't misss the number!!! Dengan full ! Tuhan telah ganti apa yang telah saya berikan untuk pembangunan gereja Tuhan tersebut.
Jadi apabila kita memberi kemurahan dengan tulus ikhlas, maka Tuhan yang menyelidiki hati, Ia akan memberi kemurahanNya kepada kita setimpal dengan perbuatan kita itu. Selain itu, kita juga perlu ingat bahwa Tuhan mengerti akan liciknya dan kerasnya hati seseorang.(Yeremia 17:9)
Jadi apabila kita berbuat kebaikkan/kemurahan dengan suatu maksud jahat yang terselubung atau rencana yang licik, maka Tuhan pasti akan mengetahuinya dan Ia akan membalas kejahatan atau kelicikkan kita, setimpal dengan perbuatan kita itu.
Contohnya adalah seperti yang dikatakan Tuhan dalam kitab Yesaya 29:13 kepada bangsa Israel yang menyembah Tuhan tidak dengan sepenuh hati, melainkan dengan mendua hati yaitu percaya kepada Allah, tetapi juga menyembah patung-berhala: "..... bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripadaKu, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan". Sehingga akibatnya Tuhan menghukum bangsa Israel dan membuat mereka kehilangan hikmatnya dan orang Israel yang pandai dan bijaksana akan kehilangan kepandaiannya dan kebijaksanaannya.(Yesaya 29:14-16)
Demikian juga kita harus berhati-hati dengan batin kita atau pikiran kita. "Menguji batin" dalam terjemahan bhs inggris NASV ditulis: "test the mind= mengetest/memeriksa pikiran". Karena Tuhan juga memeriksa pikiran kita dalam tingkah langkah kita. Kalau kita mempunyai pikiran yang jahat, maka Tuhan juga mengetahuinya.
Misalnya firman Tuhan katakan kalau seseorang memandang perempuan serta menginginkannya, maka ia sudah berzinah dengan perempuan itu dalam hatinya. Dan untuk itu Tuhan katakan cungkillah matamu yang kanan yang menyesatkan engkau dan buanglah itu, karena lebih baik jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan kedalam neraka.(Matius 5:28-29)
Selain daripada itu Tuhan juga memperhatikan semua perkataan yang kita ucapkan, karena apa yang kita ucapkan adalah meluap dari hati kita.(Matius 12:34)
Jadi kita juga perlu sungguh-sungguh memperhatikan dan menjaga lidah bibir mulut kita, agar jangan sampai mengeluarkan perkataan yang sia-sia. Karena untuk itu Tuhan katakan dalam kitab Matius 12:36 bahwa Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman (baik di dunia ini ataupun nanti di sorga).
Terpujilah Tuhan yang sudah memberitahukan kepada kita tentang suatu pedoman penting yang perlu kita ketahui, dalam menjalani hidup di dunia ini ; sehingga kita selanjutnya dapat berhati-hati dalam setiap langkah, perkataan, pikiran dan perbuatan kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, ingatkanlah kami selalu akan firmanMu ini, supaya kami dapat berhati-hati dalam setiap langkah, perkataan, pikiran dan perbuatan kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.