"Siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil." (Matius 5:41)Untuk mengerti firman Tuhan tersebut diatas, kita perlu mengetahui latar belakangnya. Konon di zaman Romawi, yang berlaku adalah hukum Romawi, kalau ada sepasukan tentara lewat membawa beban berat, seperti peralatan senjata, makanan dan sebagainya, mereka dapat memaksa rakyat yang ditemuinya untuk memikul beban mereka. Ajaran Tuhan Yesus seperti termuat dalam kitab Matius 5 : 41 membuat orang jadi heran ?! Sudah disiksa, koq mau-maunya lagi menambah beban sendiri.
Sebenarnya Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada kita tentang suatu filosofi pelayanan dalam menjalani hidup ini. Karena Tuhan katakan dalam kitab Matius 20:27-28...dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, maka hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani....
Kalau kita hanya menjalani saja yang satu mil, itu artinya kita baru melakukan kewajiban, tetapi kalau kita melakukannya yang satu mil lagi tanpa diminta, maka kita telah melampaui harapan orang yang memintanya. Untuk menjalani mil yang kedua, memang perlu kerelaan berkorban demi memberikan yang terbaik. Mungkin masih tidak cukup, kalau hanya ditambah satu mil, maka kita tambah dua mil lagi pun tidak apa-apa, kita jangan main hitung-hitungan ; tapi lakukanlah semuanya itu dengan segenap hati, iklas dan kesediaan berkorban.
Terhadap musuh atau penyiksa kita saja, Tuhan Yesus mengajarkan dalam kitab Matius 5: 44-45 ....Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga....
Apalagi dalam hal pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama manusia : Supaya kita bisa masuk kedalam Kerajaan sorga, maka kita harus menjalankan hidup keagamaan kita, lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hanya mempelajari hukum Taurat, tetapi tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, melainkan dipilah-pilah yaitu mana yang enak dan mudah saja. (Matius 5:20)
Dalam hal "bekerja" misalnya, meskipun atasan kita orangnya kejam, tidak adil dan suka menindas dan sebagainya, namun kita harus tetap melakukan pekerjaan kita itu dengan sungguh-sunguh, janganlah asal-asalan atau ikut-ikutan saja, tetapi bekerjalah dengan taat kepada atasan, dengan rela dan dengan segenap hati ; seperti kita bekerja melayani Tuhan. Jangan hanya dihadapan atasan saja, kita kerjanya kelihatannya baik, rajin, taat, rela dan sepenuh hati, tetapi dibelakang dia, kita kerjanya malas-malasan, asal-asalan atau menggerutu. Kalau kita hidup bekerja dengan baik seperti tersebut diatas, maka nanti kita akan menerima balasannya / upahnya dari Tuhan. (Efesus 6:6-8)
Sebagai seorang anak contohnya, kita juga harus hidup taat dan hormat kepada ayah dan ibu kita. Meskipun ayah/ibu kita, sering tidak bijaksana, pilih kasih dan menjengkelkan kita. Karena nanti sebagai upahnya dari Tuhan, kita akan diberi panjang umur oleh Tuhan dan kita hidupnya akan berbahagia. (Efesus 6:1-3)
Demikian juga halnya didalam menjalani hidup ini, kita perlu kendalikan mata kita, dan janganlah turuti keinginannya. Misalnya : Sebagai seorang laik-laki, kalau kita memandang seorang perempuan dan menginginkannya, maka sebenarnya kita sudah berzinah dengan perempuan itu didalam hati kita. Padahal Tuhan katakan : Jangan berzinah ! (Matius 5:27-28)
Marilah kita ikuti teladan hidup Tuhan ini yaitu Ia datang ke dunia ini untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk meniadakannya. Dan ingatlah senantiasa akan firman Tuhan yang ditulis dalam kitab Matius 5:17-19 :..... Siapa saja (termasuk kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus), yang meniadakan (bahasa inggrisnya break = melanggar) salah satu perintah hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga ; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Jadi kalau kita sebagai orang percaya kepada Tuhan, sering mengabaikan, meniadakan atau melanggar salah satu perintah hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil ; dan tidak segera bertobat dan minta ampun kepada Tuhan, meskipun nantinya kita akan selamat dari hukuman kekal, tetapi kita akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga !!
Doa kami :
Tuhan Yesus, pimpinlah kami dan tolonglah kami oleh kuasa Roh kudus, supaya kami dapat hidup menuruti teladanmu dan hidup seperti yang telah Kau ajarkan kepada kami didalam kitab Matius 5:17-48, sehingga kami menjadi sempurna, seperti Bapa kami yang di sorga adalah sempurna. Amin.
Sebenarnya Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada kita tentang suatu filosofi pelayanan dalam menjalani hidup ini. Karena Tuhan katakan dalam kitab Matius 20:27-28...dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, maka hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani....
Kalau kita hanya menjalani saja yang satu mil, itu artinya kita baru melakukan kewajiban, tetapi kalau kita melakukannya yang satu mil lagi tanpa diminta, maka kita telah melampaui harapan orang yang memintanya. Untuk menjalani mil yang kedua, memang perlu kerelaan berkorban demi memberikan yang terbaik. Mungkin masih tidak cukup, kalau hanya ditambah satu mil, maka kita tambah dua mil lagi pun tidak apa-apa, kita jangan main hitung-hitungan ; tapi lakukanlah semuanya itu dengan segenap hati, iklas dan kesediaan berkorban.
Terhadap musuh atau penyiksa kita saja, Tuhan Yesus mengajarkan dalam kitab Matius 5: 44-45 ....Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga....
Apalagi dalam hal pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama manusia : Supaya kita bisa masuk kedalam Kerajaan sorga, maka kita harus menjalankan hidup keagamaan kita, lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hanya mempelajari hukum Taurat, tetapi tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, melainkan dipilah-pilah yaitu mana yang enak dan mudah saja. (Matius 5:20)
Dalam hal "bekerja" misalnya, meskipun atasan kita orangnya kejam, tidak adil dan suka menindas dan sebagainya, namun kita harus tetap melakukan pekerjaan kita itu dengan sungguh-sunguh, janganlah asal-asalan atau ikut-ikutan saja, tetapi bekerjalah dengan taat kepada atasan, dengan rela dan dengan segenap hati ; seperti kita bekerja melayani Tuhan. Jangan hanya dihadapan atasan saja, kita kerjanya kelihatannya baik, rajin, taat, rela dan sepenuh hati, tetapi dibelakang dia, kita kerjanya malas-malasan, asal-asalan atau menggerutu. Kalau kita hidup bekerja dengan baik seperti tersebut diatas, maka nanti kita akan menerima balasannya / upahnya dari Tuhan. (Efesus 6:6-8)
Sebagai seorang anak contohnya, kita juga harus hidup taat dan hormat kepada ayah dan ibu kita. Meskipun ayah/ibu kita, sering tidak bijaksana, pilih kasih dan menjengkelkan kita. Karena nanti sebagai upahnya dari Tuhan, kita akan diberi panjang umur oleh Tuhan dan kita hidupnya akan berbahagia. (Efesus 6:1-3)
Demikian juga halnya didalam menjalani hidup ini, kita perlu kendalikan mata kita, dan janganlah turuti keinginannya. Misalnya : Sebagai seorang laik-laki, kalau kita memandang seorang perempuan dan menginginkannya, maka sebenarnya kita sudah berzinah dengan perempuan itu didalam hati kita. Padahal Tuhan katakan : Jangan berzinah ! (Matius 5:27-28)
Marilah kita ikuti teladan hidup Tuhan ini yaitu Ia datang ke dunia ini untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk meniadakannya. Dan ingatlah senantiasa akan firman Tuhan yang ditulis dalam kitab Matius 5:17-19 :..... Siapa saja (termasuk kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus), yang meniadakan (bahasa inggrisnya break = melanggar) salah satu perintah hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga ; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Jadi kalau kita sebagai orang percaya kepada Tuhan, sering mengabaikan, meniadakan atau melanggar salah satu perintah hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil ; dan tidak segera bertobat dan minta ampun kepada Tuhan, meskipun nantinya kita akan selamat dari hukuman kekal, tetapi kita akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga !!
Doa kami :
Tuhan Yesus, pimpinlah kami dan tolonglah kami oleh kuasa Roh kudus, supaya kami dapat hidup menuruti teladanmu dan hidup seperti yang telah Kau ajarkan kepada kami didalam kitab Matius 5:17-48, sehingga kami menjadi sempurna, seperti Bapa kami yang di sorga adalah sempurna. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.