"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah".(Matius 5:9)Orang berbahagia yang dimaksud disini adalah orang yang dipuaskan jasmani dan rohaninya oleh Allah, karena Allah dalam Kristus Yesus tinggal didalam dia. Meskipun kesehatannya, usahanya, keadaannya tidak menguntungkan atau tidak menyenangkan dia, tetapi Tuhan membuat dia tetap merasa puas, tenang, aman dan damai sejahtera.
Marilah kita bersama-sama merenungkan janji Tuhan dalam nats tersebut diatas yaitu bahwa orang yang membawa damai akan berbahagia, karena "menjadi anak-anak Allah". Puji Tuhan!
Salah satu tujuan Tuhan Yesus datang kedalam dunia ini adalah membawa misi perdamaian. Tentu dalam hal ini adalah memperdamaikan manusia berdosa dengan Allah Bapa yang maha kudus. Dan setelah Tuhan Yesus sukses melakukan misi itu, maka Dia berkata kepada murid-muridNya dan kepada para pendengar, supaya meneruskan pendamaian itu kepada semua orang.(2 Korintus 5:18-21)
Tuhan Yesus menghendaki supaya setiap umatNya menjadi pembawa damai dirumah tangganya, di gerejanya, di tempat kerjanya, dan terhadap semua orang. Sehingga dimana pun anak-anak Tuhan berada, mereka menciptakan suasana nyaman dan rasa aman bagi orang lain disekitarnya.
Namun, sebelum kita dapat membawa damai, terlebih dahulu kita harus berdamai dengan Allah. Maksudnya yaitu bahwa kita harus membereskan hubungan kita dengan Tuhan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa dengan sikap bersungut-sungut, sikap tidak taat pada perintah Tuhan, sikap tidak mau mengasihi sesama kita, sikap kuatir dan menyembah berhala dan sebagainya, sebenarnya kita sudah menjadikan diri kita sebagai musuh Allah. Karena dengan berbuat demikian, secara tidak langsung kita telah mengusir Tuhan dari dalam kita. Padahal Ia sungguh mengasihi kita, tetapi sikap kita yang tidak taat dan setia pada Tuhan itulah yang membuat kita tidak berbahagia/tidak terberkati dan memisahkan kita daripadaNya.
Setelah berdamai dengan Allah, maka tindakan selanjutnya adalah berdamailah dengan diri sendiri. Ada banyak sekali orang kristen yang tidak dapat berdamai dengan dirinya sendiri, yaitu dalam pengertian tidak menerima keadaan diri sendiri apa adanya, selalu mengasihani dirinya sendiri, menyalahkan dan menyesali atau bahkan mengutuki dirinya sendiri dan sebagainya.
Kita menganggap diri kita sebagai orang yang tidak berarti, tidak berbahagia, selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, dengan orang kaya, dengan orang-orang yang tampan/cantik dan lain lain. Selain itu kita juga terus dikejar oleh pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita antara lain: Mengapa saya dilahirkan ditengah keluarga miskin ? Mengapa diri saya jelek ? Mengapa saya tidak lahir dalam keluarga yang bahagia dan rukun ? dan lain lain.
Semua hal ini akan semakin membuat kita jadi minder, tertekan dan tidak dapat menerima diri kita apa adanya dengan bersyukur kepada Allah pencipta kita dalam Kristus Yesus. Tapi kalau kita bertobat, percaya Tuhan, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, serta taat melakukan perintahNya, maka Tuhan akan memulihkan kita dengan kasihNya dan kuasaNya, dan kita akan dapat berdamai dengan diri kita sendiri.
Selanjutnya Firman Tuhan katakan dalam kitab 1 Tesalonika 5:17-18: "Bersuka-citalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu". Dalam segala hal disini maksudnya adalah baik ketika kita senang maupun susah, baik ketika kita sehat maupun sakit, baik ketika kita kekurangan ataupun kelimpahan dan sebagainya.
Jika kita jalani hidup kita sehari-hari dengan bergembira, berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala keadaan kita, maka kita dapat dengan lebih mudah berdamai dengan Allah, diri sendiri dan orang lain.
Seperti Tuhan Yesus yang telah memberikan teladanNya bagi kita yaitu Ketika kita masih seteru, kita diperdamaikan dengan Allah oleh korban kematianNya di atas kayu salib(Roma 5:10), demikian juga kita harus siap berkorban perasaan, berkorban nama baik, berkorban keadaan, berkorban materi, bahkan berkorban nyawa, untuk bisa membawa damai, berdamai dengan orang lain atau memperdamaikan sesama.
Dengan menjadi pembawa damai , maka firman Tuhan katakan bahwa kita adalah orang yang berbahagia ! Karena Tuhan dengan perantaraan Roh Kudus yang tinggal dalam kita, bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.(Roma 8:16)
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat menerima diri sendiri apa adanya dengan bersyukur kepadaMu, supaya kami dapat membawa damai, memperdamaikan dan berdamai dengan sesama. Amin
Marilah kita bersama-sama merenungkan janji Tuhan dalam nats tersebut diatas yaitu bahwa orang yang membawa damai akan berbahagia, karena "menjadi anak-anak Allah". Puji Tuhan!
Salah satu tujuan Tuhan Yesus datang kedalam dunia ini adalah membawa misi perdamaian. Tentu dalam hal ini adalah memperdamaikan manusia berdosa dengan Allah Bapa yang maha kudus. Dan setelah Tuhan Yesus sukses melakukan misi itu, maka Dia berkata kepada murid-muridNya dan kepada para pendengar, supaya meneruskan pendamaian itu kepada semua orang.(2 Korintus 5:18-21)
Tuhan Yesus menghendaki supaya setiap umatNya menjadi pembawa damai dirumah tangganya, di gerejanya, di tempat kerjanya, dan terhadap semua orang. Sehingga dimana pun anak-anak Tuhan berada, mereka menciptakan suasana nyaman dan rasa aman bagi orang lain disekitarnya.
Namun, sebelum kita dapat membawa damai, terlebih dahulu kita harus berdamai dengan Allah. Maksudnya yaitu bahwa kita harus membereskan hubungan kita dengan Tuhan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa dengan sikap bersungut-sungut, sikap tidak taat pada perintah Tuhan, sikap tidak mau mengasihi sesama kita, sikap kuatir dan menyembah berhala dan sebagainya, sebenarnya kita sudah menjadikan diri kita sebagai musuh Allah. Karena dengan berbuat demikian, secara tidak langsung kita telah mengusir Tuhan dari dalam kita. Padahal Ia sungguh mengasihi kita, tetapi sikap kita yang tidak taat dan setia pada Tuhan itulah yang membuat kita tidak berbahagia/tidak terberkati dan memisahkan kita daripadaNya.
Setelah berdamai dengan Allah, maka tindakan selanjutnya adalah berdamailah dengan diri sendiri. Ada banyak sekali orang kristen yang tidak dapat berdamai dengan dirinya sendiri, yaitu dalam pengertian tidak menerima keadaan diri sendiri apa adanya, selalu mengasihani dirinya sendiri, menyalahkan dan menyesali atau bahkan mengutuki dirinya sendiri dan sebagainya.
Kita menganggap diri kita sebagai orang yang tidak berarti, tidak berbahagia, selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, dengan orang kaya, dengan orang-orang yang tampan/cantik dan lain lain. Selain itu kita juga terus dikejar oleh pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita antara lain: Mengapa saya dilahirkan ditengah keluarga miskin ? Mengapa diri saya jelek ? Mengapa saya tidak lahir dalam keluarga yang bahagia dan rukun ? dan lain lain.
Semua hal ini akan semakin membuat kita jadi minder, tertekan dan tidak dapat menerima diri kita apa adanya dengan bersyukur kepada Allah pencipta kita dalam Kristus Yesus. Tapi kalau kita bertobat, percaya Tuhan, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, serta taat melakukan perintahNya, maka Tuhan akan memulihkan kita dengan kasihNya dan kuasaNya, dan kita akan dapat berdamai dengan diri kita sendiri.
Selanjutnya Firman Tuhan katakan dalam kitab 1 Tesalonika 5:17-18: "Bersuka-citalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu". Dalam segala hal disini maksudnya adalah baik ketika kita senang maupun susah, baik ketika kita sehat maupun sakit, baik ketika kita kekurangan ataupun kelimpahan dan sebagainya.
Jika kita jalani hidup kita sehari-hari dengan bergembira, berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala keadaan kita, maka kita dapat dengan lebih mudah berdamai dengan Allah, diri sendiri dan orang lain.
Seperti Tuhan Yesus yang telah memberikan teladanNya bagi kita yaitu Ketika kita masih seteru, kita diperdamaikan dengan Allah oleh korban kematianNya di atas kayu salib(Roma 5:10), demikian juga kita harus siap berkorban perasaan, berkorban nama baik, berkorban keadaan, berkorban materi, bahkan berkorban nyawa, untuk bisa membawa damai, berdamai dengan orang lain atau memperdamaikan sesama.
Dengan menjadi pembawa damai , maka firman Tuhan katakan bahwa kita adalah orang yang berbahagia ! Karena Tuhan dengan perantaraan Roh Kudus yang tinggal dalam kita, bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.(Roma 8:16)
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat menerima diri sendiri apa adanya dengan bersyukur kepadaMu, supaya kami dapat membawa damai, memperdamaikan dan berdamai dengan sesama. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.