".... aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus".(Filipi 3:13b-14)
Frank Sinatra menyanyikan lagunya yang terkenal, "My Way". Seluruh lagu ini menceritakan bagaimana ia telah melakukan segala sesuatu dalam hidupnya dengan penekanan pada caranya sendiri. Dan salah satu syairnya berbunyi "regrets I have a few" yaitu dia memiliki beberapa penyesalan. Tetapi dia kemudian menolak penyesalan-penyesalan itu dan melupakannya.
Ada saat-saat di dalam hidup kita, ketika kita menyesal dan berharap dapat mengulangnya lagi dengan cara yang berbeda, daripada yang telah kita lakukan. Tetapi kita harus mengingatkan diri kita sendiri, bahwa jika kita terjebak dalam penyesalan atas suatu kebodohan, kecerobohan atau suatu tindakan kita di masa lalu, maka kita tidak akan maju melainkan mundur.
Tidak seorang pun dapat mengendarai mobil, jika ia hanya melihat pada kaca spion. Selalu akan ada konsekuensi yang harus kita bayar atas apa yang telah kita lakukan. Karena firman Tuhan telah mengatakannya yaitu: Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai.(Galatia 6:7)
Rasa sakit yang datang dengan penyesalan akan membuat hidup kita terhenti. Penyesalan ini akan menjadi siksaan yang tidak bisa anda hilangkan begitu saja. Tidak peduli seberapa keras kita mencoba melawannya dengan kekuatan sendiri, kita akan ditawan oleh siksaan mental, dimana sebagai orang kristen, dimana kita seharusnya menjadi saksi yang lebih baik bagi Kristus, namun kita tidak dapat melakukannya. Penyesalan akan merampok pikiran kita dan menghancurkannya.
Contoh tentang penyesalan yang menghancurkan, ada tercatat di Alkitab yaitu dalam kisah penghianatan Yudas Iskariot, murid Yesus, yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahkan yang dipercaya Tuhan untuk menjadi bendaharaNya.
Yudas Iskariot menyangkal iman nya dengan jalan menghianati Yesus, hanya karena uang 30 perak. Yudas menyesal atas perbuatannya dan mengatakan: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah. Karena menyesal atas penghianatan yang telah dilakukannya, maka Yudas bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.(Matius 27:3-8)
Yudas tidak ingat akan kasih Tuhan dan kuasa Tuhan untuk mengampuni dosa, karena pikirannya sudah kacau, butek dan dipenuhi oleh rasa penyesalan.
Seharusnya kalau Yudas tidak bunuh diri, tapi datang ke salib Yesus dan mengakui dosanya, bertobat, minta ampun kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan Yesus yang akan mengampuni dosanya, maka ia akan selamat yaitu seperti penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus. Penjahat itu mengakui dosanya, bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias, Tuhan dan Raja, maka ia selamat dan pada hari itu juga bersama Yesus di Firdaus.(Lukas 23:39-43)
Tuhan tidak ingin kita hidup di masa lalu, Ia ingin kita hidup di masa kini dengan mata yang tertuju pada hari depan yang penuh harapan. Tuhan memiliki rencana damai sejahtera yang penuh harapan di depan kita. Kita harus bergembira dan antusias menyambut segala kejadian yang akan datang dalam hidup kita, apapun bentuknya.
Kita harus berani untuk mengatakan "cukup dan sudah selesai" terhadap penyesalan, lalu menyerahkan penyesalan kita itu kepada Tuhan dan Ia akan menyediakan segala kekuatan yang kita perlukan utuk melakukannya. Karena Tuhan katakan: Datanglah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)
Dan rasul Paulus katakan dalam nats diatas: ....aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Hidup adalah pilihan. Kita dapat memilih kematian = "terus hidup dalam penyesalan" yaitu "hidup dalam masa lalu", atau kehidupan.
Namun Tuhan sarankan pilihlah "kehidupan", supaya kita (beserta keluarga kita) hidup dengan mengasihi Tuhan, mendengar suaraNya dan berpaut kepadaNya, dan itu berarti hidup kita akan lanjut umurnya dan penuh damai sejahtera. (Ulangan 30:19)
Kita akan dipulihkan Tuhan untuk hidup sesuai rancanganNya, yaitu rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan yang penuh harapan bagi kita.(Yeremia 29:11)
Mari kita bergembira menyambut tingkat kehidupan kita yang berikutnya dan jangan lagi melihat ke belakang, seperti istri Lot, yang dihukum Tuhan menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)
Doa kami :
Tuhan Yesus, kami serahkan seluruh penyesalan kami, kebodohan kami kepadaMu. Karena Engkau katakan yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Mampukanlah kami melupakan apa yang telah terjadi dalam hidup kami dimasa yang lalu dan mengarahkan diri kami kepada apa yang di hadapan kami, dan berlari-lari kepada tujuan yang sudah Engkau sediakan bagi kami. Amin
Ada saat-saat di dalam hidup kita, ketika kita menyesal dan berharap dapat mengulangnya lagi dengan cara yang berbeda, daripada yang telah kita lakukan. Tetapi kita harus mengingatkan diri kita sendiri, bahwa jika kita terjebak dalam penyesalan atas suatu kebodohan, kecerobohan atau suatu tindakan kita di masa lalu, maka kita tidak akan maju melainkan mundur.
Tidak seorang pun dapat mengendarai mobil, jika ia hanya melihat pada kaca spion. Selalu akan ada konsekuensi yang harus kita bayar atas apa yang telah kita lakukan. Karena firman Tuhan telah mengatakannya yaitu: Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai.(Galatia 6:7)
Rasa sakit yang datang dengan penyesalan akan membuat hidup kita terhenti. Penyesalan ini akan menjadi siksaan yang tidak bisa anda hilangkan begitu saja. Tidak peduli seberapa keras kita mencoba melawannya dengan kekuatan sendiri, kita akan ditawan oleh siksaan mental, dimana sebagai orang kristen, dimana kita seharusnya menjadi saksi yang lebih baik bagi Kristus, namun kita tidak dapat melakukannya. Penyesalan akan merampok pikiran kita dan menghancurkannya.
Contoh tentang penyesalan yang menghancurkan, ada tercatat di Alkitab yaitu dalam kisah penghianatan Yudas Iskariot, murid Yesus, yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahkan yang dipercaya Tuhan untuk menjadi bendaharaNya.
Yudas Iskariot menyangkal iman nya dengan jalan menghianati Yesus, hanya karena uang 30 perak. Yudas menyesal atas perbuatannya dan mengatakan: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah. Karena menyesal atas penghianatan yang telah dilakukannya, maka Yudas bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.(Matius 27:3-8)
Yudas tidak ingat akan kasih Tuhan dan kuasa Tuhan untuk mengampuni dosa, karena pikirannya sudah kacau, butek dan dipenuhi oleh rasa penyesalan.
Seharusnya kalau Yudas tidak bunuh diri, tapi datang ke salib Yesus dan mengakui dosanya, bertobat, minta ampun kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan Yesus yang akan mengampuni dosanya, maka ia akan selamat yaitu seperti penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus. Penjahat itu mengakui dosanya, bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias, Tuhan dan Raja, maka ia selamat dan pada hari itu juga bersama Yesus di Firdaus.(Lukas 23:39-43)
Tuhan tidak ingin kita hidup di masa lalu, Ia ingin kita hidup di masa kini dengan mata yang tertuju pada hari depan yang penuh harapan. Tuhan memiliki rencana damai sejahtera yang penuh harapan di depan kita. Kita harus bergembira dan antusias menyambut segala kejadian yang akan datang dalam hidup kita, apapun bentuknya.
Kita harus berani untuk mengatakan "cukup dan sudah selesai" terhadap penyesalan, lalu menyerahkan penyesalan kita itu kepada Tuhan dan Ia akan menyediakan segala kekuatan yang kita perlukan utuk melakukannya. Karena Tuhan katakan: Datanglah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)
Dan rasul Paulus katakan dalam nats diatas: ....aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Hidup adalah pilihan. Kita dapat memilih kematian = "terus hidup dalam penyesalan" yaitu "hidup dalam masa lalu", atau kehidupan.
Namun Tuhan sarankan pilihlah "kehidupan", supaya kita (beserta keluarga kita) hidup dengan mengasihi Tuhan, mendengar suaraNya dan berpaut kepadaNya, dan itu berarti hidup kita akan lanjut umurnya dan penuh damai sejahtera. (Ulangan 30:19)
Kita akan dipulihkan Tuhan untuk hidup sesuai rancanganNya, yaitu rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan yang penuh harapan bagi kita.(Yeremia 29:11)
Mari kita bergembira menyambut tingkat kehidupan kita yang berikutnya dan jangan lagi melihat ke belakang, seperti istri Lot, yang dihukum Tuhan menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)
Doa kami :
Tuhan Yesus, kami serahkan seluruh penyesalan kami, kebodohan kami kepadaMu. Karena Engkau katakan yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Mampukanlah kami melupakan apa yang telah terjadi dalam hidup kami dimasa yang lalu dan mengarahkan diri kami kepada apa yang di hadapan kami, dan berlari-lari kepada tujuan yang sudah Engkau sediakan bagi kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.