"Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli disitu".(Matius 25:7-9)
Dalam renungan kita hari ini mari kita belajar dari sikap gadis-gadis yang bodoh dan gadis-gadis yang bijaksana. Dimana kalau kita baca nats ini secara keseluruhan dalam kitab Matius 25:1-13, maka kita akan menjumpai ada gambaran kelompok orang percaya yang selalu berjaga-jaga/siap-siap dalam segala sesuatu, dan ada kelompok lain yang adalah gambaran kehidupan orang-orang yang yang selalu lalai, sehingga kehilangan kesempatan untuk masuk dalam Kerajaan Sorga.
Dengan demikian, sangat jelas dikisahkan dalam perumpamaan tersebut, bahwa masih banyak orang kristen yang tidak mengikuti langkah-langkah yang bijaksana, seperti yang dilakukan oleh lima gadis-gadis yang bijaksana tersebut.
Apalagi dengan ada banyaknya pengaruh dunia ini, yang menarik banyak orang kearah yang bodoh, dengan lalai tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan, peluang dan anugerah Tuhan untuk mempersiapkan serta menata kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik. Pesan Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya kita menjadi orang percaya yang bijaksana.
Bagaimana kita bisa bijaksana dalam menjalani kehidupan ini ?
Pertama, Kita harus menyadari bahwa waktu terus berjalan. Seringkali kita menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu atau dalam melakukan firman Tuhan dan mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Seringkali kita lalai menyadari keberadaan hidup kita yang dibatasi waktu dan kekuatan melakukan sesuatu. Padahal Yesus telah mengingatkan kita bahwa tidak ada yang tahu waktunya, kecuali Allah Bapa di Sorga (Matius 24:36).
Kedua, Menjaga pergaulan dengan Tuhan. Ketulusan hati untuk beribadah atau persekutuan dengan Tuhan harus tetap dipelihara ; membangun komunikasi positif dengan Tuhan harus tetap dijaga melalui doa serta hidup sesuai dengan FirmanNya.
Ketiga, Kokoh dalam pendirian. Meskipun lima gadis yang bodoh mencoba mempengaruhi lima gadis bijaksana untuk membagi minyaknya, tetapi lima gadis bijaksana tetap teguh tidak memberikannya. Identik dengan kehidupan orang dunia kini yang seringkali membujuk orang percaya untuk terlibat dalam kebodohan mereka.
Janganlah kita sampai ketinggalan seperti kelima gadis bodoh itu, melainkan jadilah bijaksana. Orang bodoh hanya melihat apa yang didepan mata, tetapi orang bijaksana melihat jauh kedepan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami hati yang bijaksana, supaya kami tidak sampai kehilangan kesempatan dan mengabaikan keselamatan yang telah Kau anugerahkan kepada kami. Amin.
Dengan demikian, sangat jelas dikisahkan dalam perumpamaan tersebut, bahwa masih banyak orang kristen yang tidak mengikuti langkah-langkah yang bijaksana, seperti yang dilakukan oleh lima gadis-gadis yang bijaksana tersebut.
Apalagi dengan ada banyaknya pengaruh dunia ini, yang menarik banyak orang kearah yang bodoh, dengan lalai tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan, peluang dan anugerah Tuhan untuk mempersiapkan serta menata kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik. Pesan Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya kita menjadi orang percaya yang bijaksana.
Bagaimana kita bisa bijaksana dalam menjalani kehidupan ini ?
Pertama, Kita harus menyadari bahwa waktu terus berjalan. Seringkali kita menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu atau dalam melakukan firman Tuhan dan mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Seringkali kita lalai menyadari keberadaan hidup kita yang dibatasi waktu dan kekuatan melakukan sesuatu. Padahal Yesus telah mengingatkan kita bahwa tidak ada yang tahu waktunya, kecuali Allah Bapa di Sorga (Matius 24:36).
Kedua, Menjaga pergaulan dengan Tuhan. Ketulusan hati untuk beribadah atau persekutuan dengan Tuhan harus tetap dipelihara ; membangun komunikasi positif dengan Tuhan harus tetap dijaga melalui doa serta hidup sesuai dengan FirmanNya.
Ketiga, Kokoh dalam pendirian. Meskipun lima gadis yang bodoh mencoba mempengaruhi lima gadis bijaksana untuk membagi minyaknya, tetapi lima gadis bijaksana tetap teguh tidak memberikannya. Identik dengan kehidupan orang dunia kini yang seringkali membujuk orang percaya untuk terlibat dalam kebodohan mereka.
Janganlah kita sampai ketinggalan seperti kelima gadis bodoh itu, melainkan jadilah bijaksana. Orang bodoh hanya melihat apa yang didepan mata, tetapi orang bijaksana melihat jauh kedepan.
Doa kami:
Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami hati yang bijaksana, supaya kami tidak sampai kehilangan kesempatan dan mengabaikan keselamatan yang telah Kau anugerahkan kepada kami. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Nasihat yang baik.Mari kita bijaksana dan tidak membuang waktu untuk beribadah kepada Tuhan selama masih ada kesempatan.