Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 11.29 under
"Karena itu Aku berkata kepadamu: janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?".(Matius 6:25)

Dalam renungan hari ini kita akan ulas lagi tema perihal "kekuatiran", karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hampir semua orang dewasa pernah mengalami kekuatiran. Tidak terbatas kepada orang awam saja, tetapi juga para rohaniwan dan pemuka agama pun tidak lepas dari masalah kekuatiran dalam hidupnya.

Bahkan tokoh dalam Alkitab pun yaitu Abraham dan Sarah juga pernah mengalaminya, karena anak perjanjian (Ishak) dari Tuhan tak kunjung datang. Itulah sebabnya, Abraham sampai memperistri Hagar.

Demikian juga halnya dengan Yakub, dia merasa kuatir bagaimana nasibnya, jika kelak akan bertemu Esau, karena Yakub telah menipu Esau dan mengambil hak kesulungannya. Itu sebabnya, ia sampai mempersiapkan 4 grup persembahan ternak untuk membujuk Esau.

Kuatir itu adalah suatu perasaan yang manusiawi, karena manusia tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi esok. Akan tetapi, tidaklah baik apabila kita terus menerus tenggelam di dalam "kekuatiran". Saat kekuatiran itu datang, setidaknya ada dua sikap yang cenderung kita ambil.

Sikap pertama, kita menyerah. Terlalu berfokus pada masalah, hingga masalah tersebut menjadi begitu besar dan menguasai diri kita dan menghantui kita. Akibatnya, kita kehilangan sukacita dan semangat, menjadi lumpuh/lemah dan stress/tak berdaya, akhirnya jadi sakit-sakitan dan memperpendek umur kita.

Sikap kedua, kita memilih menempuh jalan pintas. Kita menjadi terlalu percaya diri, mengandalkan kekuatan/pikiran sendiri, nekad, kehilangan akal sehat, dan tindakan kita didasarkan pada emosi sesaat. Kedua sikap ini tidaklah membangun hidup dan diri kita. Sebenarnya, apa sih "kekuatiran" itu ?

Kekuatiran adalah perasaan cemas atau gelisah terhadap sesuatu yang belum terjadi atau belum diketahui dengan pasti. Dari kacamata Iman kekristenan bahwa kekuatiran adalah merefleksikan ketidak percayaan kita terhadap Tuhan Yesus.

Mengapa ? Karena dalam "kekuatiran" kita bertanya-tanya tentang banyak hal yang seharusnya tidak perlu diragukan. Bukankah dalam segala hal Allah telah menjamin hidup kita melalui janji-janjiNya ?

Seorang penulis (John R. Rice) berkata: Jangan menaruh tanda tanya, dimana Allah sudah menaruh tanda titik. Jika kita yakin akan janji Tuhan, penyertaan dan pertolonganNya, mengapa kita masih tanya-tanya dan masih kuatir ?

Melalui renungan hari ini, mari kita merenungkan 5 hal untuk menolong kita melawan rasa kuatir:

Pertama. Jika Tuhan mengampuni dosa kita, menyelamatkan kita dan memberikan kehidupan kepada kita, maka Ia juga akan memberikan hal-hal lainnya yang akan mendukung kelangsungan hidup kita. Itulah sebabnya kita tidak boleh kuatir tentang makanan, pakaian, tempat tinggal, dan lain lain. Hal-hal itu mudah bagi Tuhan! Mari, kita baca dengan pelan-pelan, direnungkan dan dengan iman, ayat firman Tuhan tersebut diatas. Percayakah saudara akan hal itu ?

Kedua. Kalau burung-burung diudara tidak kuatir, maka mengapa manusia harus kuatir ? Dimanakah kita pernah melihat burung kuatir ? Mereka tidak menabur, membajak sawah dan menanam padi, tetapi mereka mendapatkan makanan, bukan ? Ingat! Burung tidak lebih berharga dari pada manusia. Kalau burung saja dipelihara oleh Tuhan terlebih lagi manusia. Baca ayat firman Tuhan dalam kitab Matius 6:26 dengan pelan-pelan, direnungkan dan dengan iman. Bagaimana response kita ?

Ketiga. Kekuatiran tidak ada gunanya dan tidak akan mengubah apa pun menjadi lebih baik. Marilah kita berpikir realistis: Apakah dengan "kuatir" akan kesehatan, maka kesembuhan akan datang? Perlu ditegaskan jawabannya disini: "Sama sekali tidak". Malah sebaliknya, dengan "kuatir", maka akan membuat seseorang menjadi lebih sakit.(Matius 6:27)

Keempat. Jika Tuhan peduli terhadap keindahan bunga bakung dan rumput diladang, tidak-kah Dia lebih peduli dengan kita ? Karena itu: Jangan pernah kuatir bahwa Tuhan mengabaikan hidup kita. Hidup kita dan apa yang terjadi didalamnya tidak pernah lepas dari pada perhatian dan kepedulian Allah.(Matius 6:29-30).

Kelima. Hiduplah untuk hari ini. Kita sering meng-kuatirkan hal-hal yang akan terjadi besok, dua hari lagi, satu minggu lagi, satu bulan lagi, bahkan satu tahun yang akan datang. Akibatnya apa? Beban kita menjadi berlipat ganda dan terasa berat rasanya. Alkitab berkata: "Kesusahan sehari cukuplah untuk hari ini. Jadi janganlah membebani hati dan pikiran kita ini dengan beban hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahan sendiri.(Matius 6:34). Kekuatiran tidak akan membuat jalan hidup kita menjadi lebih baik!

Doa kami :
Tuhan Yesus, hari ini kami menyerahkan segala beban dan kekuatiran kami kepadaMu.... Amin!
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin