"Aku melalui sebuah ladang orang pemalas dan kebun anggur seorang yang tidak berakal budi, lihatlah semuanya itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. Aku memandangnya, aku memperhatikannya. Aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi untuk tinggal berbaring, maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang bersenjata".(Amsal 24:30-34)Dalam hal menanggapi ke-sukses-an dan keberhasilan dalam hidup ini, seringkali kita mendengar sebuah pernyataan dan komentar: "Mereka memang keturunan orang kaya, nenek moyangnya saja sudah kaya dan berhasil. Sedangkan saya hanya karyawan biasa dari keluarga sederhana, mustahil saya bisa punya usaha sendiri dan menjadi boss".
Berpikir seperti itu tanpa disadari telah membuat seseorang menjadi pasif, merasa puas dengan keadaan sekarang ini, sehingga kita tidak mau berusaha lagi lebih maju. Akhirnya orang lain sudah maju beberapa langkah, sementara kita masih berjalan ditempat alias tidak maju-maju.
Tuhan tidak pernah menetapkan seseorang untuk hidup dalam kekurangan atau kemiskinan. Tetapi karena ulah manusia itu sendiri yang malas dan bebal tidak bisa dinasihati, membuatnya menjadi miskin dan kekurangan.
Seperti dikisahkan dalam nats diatas. Usaha dan pekerjaan orang yang malas dan orang yang bebal/tidak berakal budi, semuanya tidak terpelihara, tidak dijagai dan tidak ditanami padi, jagung, ketela, gandum, anggur dan buah2an lainnya ; sehingga akhirnya dipenuhi dengan onak duri dan mudah dimasuki pencuri atau diserang binatang liar seperti musang, ular dan sebagainya.
Mereka kerjanya hanya malas-malasan dan tidur-tiduran saja. Dan tiba-tiba tanpa terasa hidup orang tersebut menjadi miskin dan kekurangan. Sebaliknya, Tuhan menghendaki agar hidup kita sukses dan terberkati, makanya Tuhan mengaruniakan akal budi dan kemampuan secara luar biasa kepada kita.
Berharap dan percaya kepada Tuhan, tidaklah sama artinya dengan pasrah dan menunggu berkat itu datang dengan sendirinya. Orang percaya tidak cukup hanya berdoa saja, lalu otomatis segala sesuatu akan jadi beres. Ajaran Alkitab tidaklah seperti itu, orang percaya harus berdoa dan bekerja.
Untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan, kita harus berusaha dan melakukan sesuatu dalam hidup ini. Rasul Paulus dalam kitab 2 Tesalonika 3:10 berkata: " . . . Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan". Artinya jika seseorang malas atau tidak berusaha, janganlah ia mengharapkan akan mendapatkan sesuatu dalam hidupnya, dan jangan pula menggantungkan hidupnya kepada orang lain.
Semasih kita sehat dan semasih ada waktu, maka kita harus bekerja. Semuanya harus diusahakan dan dikerjakan. Otak, tangan, seluruh anggota tubuh kita serta tenaga, harus kita fungsikan. Sebab kalau manusia sudah melakukan apa yang menjadi bagiannya, maka percayalah Tuhan akan melakukan bagianNya yaitu memberkati semua usaha dan pekerjaan kita.
Artinya, lakukanlah yang menjadi bagian kita dan biarlah Tuhan melakukan hal-hal yang ajaib yang menjadi bagianNya melalui usaha dan pekerjaan itu. Karena Tuhan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatang kebaikkan bagi kita yang mengasihi Dia.(Roma 8:28) Ora et labaora, berdoa dan bekerja-lah!
Doa kami :
Ya Tuhan Yesus, ampunilah kami kalau kami seringkali terlalu santai dalam kehidupan ini, dan malas berusaha dan bekerja. Amin!
Berpikir seperti itu tanpa disadari telah membuat seseorang menjadi pasif, merasa puas dengan keadaan sekarang ini, sehingga kita tidak mau berusaha lagi lebih maju. Akhirnya orang lain sudah maju beberapa langkah, sementara kita masih berjalan ditempat alias tidak maju-maju.
Tuhan tidak pernah menetapkan seseorang untuk hidup dalam kekurangan atau kemiskinan. Tetapi karena ulah manusia itu sendiri yang malas dan bebal tidak bisa dinasihati, membuatnya menjadi miskin dan kekurangan.
Seperti dikisahkan dalam nats diatas. Usaha dan pekerjaan orang yang malas dan orang yang bebal/tidak berakal budi, semuanya tidak terpelihara, tidak dijagai dan tidak ditanami padi, jagung, ketela, gandum, anggur dan buah2an lainnya ; sehingga akhirnya dipenuhi dengan onak duri dan mudah dimasuki pencuri atau diserang binatang liar seperti musang, ular dan sebagainya.
Mereka kerjanya hanya malas-malasan dan tidur-tiduran saja. Dan tiba-tiba tanpa terasa hidup orang tersebut menjadi miskin dan kekurangan. Sebaliknya, Tuhan menghendaki agar hidup kita sukses dan terberkati, makanya Tuhan mengaruniakan akal budi dan kemampuan secara luar biasa kepada kita.
Berharap dan percaya kepada Tuhan, tidaklah sama artinya dengan pasrah dan menunggu berkat itu datang dengan sendirinya. Orang percaya tidak cukup hanya berdoa saja, lalu otomatis segala sesuatu akan jadi beres. Ajaran Alkitab tidaklah seperti itu, orang percaya harus berdoa dan bekerja.
Untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan, kita harus berusaha dan melakukan sesuatu dalam hidup ini. Rasul Paulus dalam kitab 2 Tesalonika 3:10 berkata: " . . . Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan". Artinya jika seseorang malas atau tidak berusaha, janganlah ia mengharapkan akan mendapatkan sesuatu dalam hidupnya, dan jangan pula menggantungkan hidupnya kepada orang lain.
Semasih kita sehat dan semasih ada waktu, maka kita harus bekerja. Semuanya harus diusahakan dan dikerjakan. Otak, tangan, seluruh anggota tubuh kita serta tenaga, harus kita fungsikan. Sebab kalau manusia sudah melakukan apa yang menjadi bagiannya, maka percayalah Tuhan akan melakukan bagianNya yaitu memberkati semua usaha dan pekerjaan kita.
Artinya, lakukanlah yang menjadi bagian kita dan biarlah Tuhan melakukan hal-hal yang ajaib yang menjadi bagianNya melalui usaha dan pekerjaan itu. Karena Tuhan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatang kebaikkan bagi kita yang mengasihi Dia.(Roma 8:28) Ora et labaora, berdoa dan bekerja-lah!
Doa kami :
Ya Tuhan Yesus, ampunilah kami kalau kami seringkali terlalu santai dalam kehidupan ini, dan malas berusaha dan bekerja. Amin!
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.